Comscore Tracker

Senang dan Sedih Campur Aduk Saat Gala Premier Film Milea di Bandung

Sang sutradara berharap novel ini bisa berlanjut

Bandung, IDN Times - Kota Bandung kembali menjadi tempat gala premier film trilogi cerita Dilan, yang kali ini diberi judul 'Milea: Suara dari Dilan'. Seluruh pemain utama pun turut hadir selama penayangan yang diselenggarakan di Mall Cihampelas Walk, Kamis (13/2).

Para pemain dan sejumlah awak media menyaksikan film berdurasi sekitar 102 menit ini. Usai nonton bareng, para pemain tampak sedih dan tak sedikit yang meneteskan air mata, sepeti Vanesha Prescilla yang memerankan Milea.

"Terima kasih untuk semua. Film ini bisa memberikan kesan positif, dan saya harap semuanya bisa menikmati film ini," ujar Vanesha usai menyaksikan film 'Milea: Suara dari Dilan', Kamis (13/2) malam.

Selain Vanesha, Adhisty Zara yang berperan jadi adik dari Dilan pun tampak terharu. Dia bahkan tak bisa menyembunyikan kesedihannya ketika berada di depan layar kaca untuk bertemu awak media.

1. Iqbal tak pernah menyangka film Dilan bakal seheboh ini

Senang dan Sedih Campur Aduk Saat Gala Premier Film Milea di BandungIDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, Iqbal Ramadhan yang berperan sebagai Dilan, tak menyangka film trilogi Dilan dan Milea bisa disambut antusias meriah dari para penikmat film Indonesia. Khususnya untuk film pertama Dilan 1990 antusias yang dia rasakan sangat istimewa.

"Terima kasih untuk mendukung cerita Dilan dan Milea. Antusias kalian sangat luar biasa," paparnya.

Iqbal pun berharap semua masyarakat yang ingin menyaksikan film ini bisa mendapatkan kepuasan atas cerita trilogi yang difilmkan. Di sisi lain, dia berterima kasih kepada Pidi Baiq atas novel yang diperbolehkan menjadi film ini.

2. Berharap bisa menggarap film lanjutan

Senang dan Sedih Campur Aduk Saat Gala Premier Film Milea di BandungIDN Times/Debbie Sutrisno

Direktur film trilogi Dilan, Fajar Bustomi mengatakan, penggarapan ketiga film ini sangat menguras waktu dan pikiran. Khususnya untuk dua film terakhir yakni Dilan 1991 dan Milea tak mudah karena pengambilan gambar dilakukan dalam satu periode.

Meski demikian selama pengambilan gambar Fajar mengaku gembira karena para pemain dan kru yang menyenangkan. Mengenai kemungkinan adanya spin off film ini, dia belum terlalu memikirkan. Hanya berharap sang penulis novel, Pidi Baiq, bisa terus menulis tentang cerita Dilan.

"Kalau bisa ayah Pidi bisa nulis tentang Dilan Milea," ujarnya.

Fajar pun merasa sedih penggarapan film ini akhirnya selesai karena dia sudah cukup dekat dengan semua pihak. Terutama ketika mengingat kondisi di lokasi pengambilan gambar.

"Itu sedih, karena ini sudah tiga tahun berjalan dan harus berakhir" ungkapnya.

3. Film Milea rencananya didistribusikan ke Malaysia

Senang dan Sedih Campur Aduk Saat Gala Premier Film Milea di Bandunginstagram.com/dilanku

Direktur fiilm Milea, Ody Mulya Hidayat menuturkan, rencananya film ini tidak hanya diluncurkan di Indonesia. Film 'Milea: Suara dari Dilan' juga nantinya bisa ditonton para penikmat film di Negeri Malaysia.

Dia berharap film ini akan mendapat apresiasi positif serupa seperti dua film sebelumnya oleh penikmat film di Malaysia. "Semoga semua mengapresiasi, dan bahwasannya film ini bisa sukses di sana," kata Ody.

4. Lakukan konvoi untuk promosi film

Senang dan Sedih Campur Aduk Saat Gala Premier Film Milea di BandungIDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelum melakukan gala premier film Milea, para pemain, produser, dan direktur melakukan berbagai kegiatan untuk mempromosikan puncak film trilogi Dilan ini. Selain melakukan meet and greet di berbagai kota, para pemain pun bahkan sempat melakukan konvoi bareng di Kota Bandung menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus).

Dikawal puluhan kendaraan bermotor yang ditumpangi anak muda Bandung, mereka berkeliling sejumlah jalanan yang ramai oleh warga. Diawali dari Lapangan Gasibu di depan Gedung Sate, konvoi memutari jalan Trunojoyo, Jalan Merdeka, Jalan Wastukencana, Jalan Dago, hingga berakhir di Jalan Cihampelas untuk bertemu para fans di Mall Cihampelas Walk.

Tak hanya di Bandung dan Jakarta, promosi ini pun bahkan sampai ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Bedanya promosi yang dilakukan di NTB lebih erat dengan aksi sosial. Bekerja sama dengan wafer Tango sebagai sponsor film Milea, mereka ini kemudian memberikan bantuan kepada siswa di SDN Waikelo di Sumba Barat Daya.

Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group menuturkan, pihaknya memberikan bantuan suplai makanan bergizi yang dananya didapat dari hasil penjualan wafer Tango edisi Milea.

“Di balik gempita dan kemeriahan gala premier hari ini, ada fakta anak-anak di Sumba Barat Daya yang kondisi fisik dan kemampuan berpikirnya tertinggal dari anak-anak normal seusia mereka karena asupan gizi yang kurang. Wafer Tango, melalui program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia menyisihkan sebagian dari penjualan wafer Tango edisi Milea untuk membantu mengatasi masalah gizi di Indonesia," ujar Harianus melalui siaran pers.

Baca Juga: [FOTO] Ratusan Millennial Sambut Konvoi para Pemain Milea di Bandung

Baca Juga: 10 Potret Mesra Iqbaal dan Vanesha di Film Milea: Suara dari Dilan

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya