Malam Tahun Baru di Bandung: Braga Lautan Manusia, Konser Bikin Macet

- Malam tahun baru 2026 di Bandung dipenuhi masyarakat dari berbagai daerah, menyebabkan macet dan sesak di Jalan Braga dan Asia Afrika.
- Konser panggung dari perusahaan jasa keuangan internasional di simpang Braga memblokade jalan, membuat akses sulit dan masyarakat hanya bisa lewat trotoar.
- Pemkot Bandung diharapkan bisa mengantisipasi penumpukan dan berdesak-desakan di trotoar serta menegakkan larangan penggunaan kembang api pada malam tahun baru 2026.
Bandung, IDN Times - Malam tahun baru 2026 di Kota Bandung dipenuhi dengan masyarakat dari berbagai kota. Mereka datang dari berbagai daerah memenuhi Jalan Braga dan Asia Afrika hingga membuat suasana pusat kota macet dan sesak.
Kondisi ini diperparah dengan adanya panggung konser dari salah satu perusahaan jasa keuangan internasional di simpang Braga, Jalan Naripan, tepatnya di depan Bank BJB. Konser ini memblokade jalan hingga masyarakat tidak ada ruang untuk bejalan kaki.
Salah satu akses yang dimanfaatkan masyarakat hanya lewat trotoar. Belum lagi akses jalan kendaraan tidak sepenuhnya ditutup dari Jalan Holis menuju Braga.
1. tidak ada akses tertutup panggung konser

IDN Times pun merasakan langsung crowded-nya suasana tersebut hingga beberapa anak kecil terpantau ikut berdesak-desakan, dan meminta jalan agar lancar. Di lokasi pun tidak terlihat adanya petugas gabungan.
Bima (28 tahun) warga Kota Bandung mengakui keberadaan panggung tersebut membuat macet lantaran memblokade Jalan hingga akses utama menuju Jalan Asia Afrika susah dilalui.
"Macet parah gara-gara panggung di tengah jalan, kami cuma memanfaatkan trotoar," kata Bima, Rabu (31/12/2025).
2. Jalan Braga utama tidak terlalu macet karena tidak ada panggung di tengah jalan

Menurutnya, Pemkot Bandung seharusnya bisa mengantisipasi dan membuat pengaturan agar suasana malam tahun baru tetap kondusif dan tidak terjadi penumpukan dan berdesak-desakan di trotoar.
"Pemerintah seharusnya bisa mengantisipasi ini, karena untuk di Jalan Braga utama tidak ada kemacetan serius, dan tidak ada panggung konser," kata dia.
3. Kembang api tetap menyala meski dilarang

Suasana malam tahun baru pun tetap dipenuhi dengan pesta kembang api. Masyarakat turut menyalakan kembang api di tengah pusat kota. Padahal, hal tersebut sebelumnya sudah dilarang oleh Polda Jabar dan juga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Larangan penggunaan kembang api pada malam tahun baru 2026 juga telah disampaikan Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit. Adapun larangan itu diambil dengan pertimbangan kondisi Indonesia yang masih berada dalam suasana duka, khususnya bagi masyarakat di Sumatera dan Aceh, yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu.
Selain pertimbangan empati, kebijakan ini juga bertujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Oleh karena itu, pelaksana perayaan tanpa izin resmi, seperti balapan, pawai, atau pesta tahun baru di ruang publik, akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.


















