Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

MBG Ramadan di Kabupaten Bandung Berbelatung, Orangtua Protes

MBG Ramadan di Kabupaten Bandung Berbelatung, Orangtua Protes
Menu MBG Ramadan di Kabupaten Bandung (IDN Times/Dok. Istimewa)
Intinya Sih
5W1H
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung menuai protes setelah ditemukan makanan berbelatung dan busuk pada paket yang diterima siswa Madrasah Ibtidaiyah di Soreang.
  • Orang tua murid mengeluhkan kualitas makanan MBG yang dianggap tidak layak konsumsi, seperti buah busuk, lauk berlendir, hingga bumbu asam, meski sudah sering disampaikan ke pihak sekolah.
  • Kasus serupa juga terjadi di beberapa sekolah lain di Bandung, dengan menu MBG dinilai minim gizi dan tidak sesuai tujuan program pemerintah untuk mendukung kesehatan anak sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Menu progam Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk bulan Ramadan tahun 2026 di Kabupaten Bandung ditemukan mengandung belatung. Hal ini diketahui orangtua murid di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Halim, Kecamatan Cangkuang.

Wati orangtua murid kelas tiga di sekolah tersebut turut menceritakan awal ditemukannya belatung dalam menu MBG yang hendak dikonsumsi anaknya itu. Dia mengatakan, peristiwa ini diketahui pada Selas (24/2/2026) kemarin.

"Saya tahunya kemarin banget, jadi ini MBG dirapel dari sepekan kemarin. Anak saya kan libur tuh sebelum puasa," ujar Wati saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

1. Hanya dapat roti, susu kotak, manggis, ubi rebus

IMG-20260225-WA0020.jpg
Menu MBG yang ditemukan busuk (IDN Times/Dok. Istimewa)

Saat itu, anaknya mendapatkan MBG berupa buah manggis, susu kotak kecil, roti abon sapi, dan singkong rebus dengan vla. Namun, semua makanan tersebut hanya beberapa yang dimakan sang anak karena menurutnya kondisi sudah tidak layak.

"Sepekan awal mau puasa tidak ada MBG, jadi pas hari ketiga puasa Ramadan di rapel. Dapat susu tiga, roti abon satu manggis tiga biji, sama singkong Thailand dan vla itu pun sudah asam. Kurang layak makan," kata dia.

Mulanya, Wati membuka beberapa buah manggis yang diberikan SPPG kepada anaknya. Saat dibuka, baru lah diketahui ternyata mengandung belatung dan kondisinya sudah busuk.

"Saya kaget ada belatung dan sudah busuk, anak saya enggak makan, cuma roti sama susu yang dikonsumsi, lainnya tidak dimakan," ucapnya.

2. Pihak sekolah pernah menegur karena banyak keluhan orangtua

Ilustrasi MBG. (IDNTimes/Tunggul Damarjat)
Ilustrasi MBG. (IDNTimes/Tunggul Damarjat)

Wati menjelaskan, kondisi seperti ini bukan hanya sekali terjadi, sebelumnya anaknya sempat mendapatkan menu MBG spageti yang ternyata bumbunya sudah berbau asam dan dagingnya terlihat mengandung lendir.

"Ini sudah sering, guru sudah protes tapi tidak ada tindak lanjut. Sempat juga ada spageti asem bumbunya, ayam berlendir. Dapur SPPG katanya di daerah Pananjung," kata dia.

Selain Wati, beberapa orangtua lainnya turut merasakan hal yang sama dimana terdapat menu MBG pada sebelumnya ditemukan masih mentah yaitu pisang.

Sementara, Kepala MI Al-Halim Sarnapi memastikan akan turut menyampaikan keluhannya orangtua kepada pihak SPPG di wilayah Pananjung itu. Dia mengatakan, program MBG selama ini memang berjalan normal tidak ada insiden keracunan dan lainnya.

Meski begitu, MI Al-Halim sebelumnya mendapatkan program MBG dari SPPG di Jatisari. Namun pada 2026 ini dipindahkan berdasarkan keputusan pihak kecamatan dan instansi terkait lainnya.

"Istilahnya masukan atau apalah ya bukan sekedar teguran-teguran, atau kami masukan bahwa ada komplain dari orang tua bahwa ada (masalah) ini ya pasti," ucapnya.

3. Di Kota Bandung orangtua murid kecewa terhadap menu MBG Ramadan

Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Sebelumnya, Rahmat orangtua siswa SD negeri di Kota Bandung juga protes setelah anaknya sempat mendapatkan satu jeruk dan dua bolu kukus. Pemberian MBG di sekolah tersebut dilakukan setiap hari. "Masa hanya ini saja untuk MBG. Sehatnya dari mana coba," kata dia kepada IDN Times, Selasa (23/2/2025).

Sementara itu, anak Rahmat lainnya yang berada di tingkat SMA mendapatkan roti coklat dalam satu boks yang disebut untuk seminggu MBG. Menurutnya, roti berisi cokelat ini jelas jauh dari kata memenuhi gizi untuk anak sekolah.

Fatimah, orangtua siswa SMAN lainnya, menuturkan bahwa menu MBG yang diberikan jauh dari kata laik. Sang anak pernah mendapatkan satu paket abon yang justru lebih mirip serundeng.

"Mirip abon tapi campuran apa entah, jadi kaya serundeng. Anak gak doyan, kalau abon mau dia," ungkap Fatimah.

Muhammad Ginanjar, orangtua siswa di SDN menyebut anaknya mendapatkan makanan alakadarnya di mana ada kentang kukus yang hanya setengah dan satu buah manggis, kemudian ada sedikit abon dan kacang-kacangan.

Sedangkan anak Ginanjar di sekolah berbeda mendapatkan dua buah susu, dua buah jeruk, satu pisang kecil, telur asin, satu roti, dan ada masing-masing tiga ayam serta tempe yang tinggal dimasak.

"Ini saya di rumah jadi disuruh masak sama MBG-nya apa gimana," ungkap Ginanjar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More