Bandara Husein Direaktivasi, Pengusaha Kuliner Bandung Bidik Wisman

- Pemerintah pusat menginstruksikan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Adisucipto Yogyakarta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Bandung.
- Pengusaha kuliner Bandung menyambut positif langkah ini karena diyakini dapat menarik kembali wisatawan mancanegara dan memperluas pasar kuliner khas Kota Kembang.
- Devy Farial dari PT. Gerai Wahana Kuliner menilai minat wisatawan terhadap kuliner Bandung masih tinggi, dengan banyak pengunjung datang khusus untuk mencicipi berbagai destinasi makanan lokal.
Bandung, IDN Times - Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara turut disambut baik oleh para pengusaha restoran di Kota Bandung. Pasalnya, bandara yang sudah lama tidak melayani penerbangan komersil itu diyakini bisa mendatangkan kunjungan mancanegara.
Bandara Husein Sastranegara ini sebelumnya memang melayani penerbangan komersil seperti bandara lainnya. Namun, pemerintah sempat memindahkan seluruh penerbangan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka agar bisa beroperasi secara maksimal.
Saat ini, pemerintah pusat kembali mencoba menghidupkan kembali Bandara Husein Sastranegara, Bandung dan juga Adisucipto, Yogyakarta. Langkah tersebut menjadi angin segar untuk pengusaha kuliner.
1. Membuka pangsa pasar dari mancanegara

Direktur Utama PT. Gerai Wahana Kuliner, Devy Farial mengatakan, reaktivasi Bandara Husein Sastranegara ini menjadi harapan untuk menggeliatkan kembali kunjung wisatawan mancanegara datang ke Bandung untuk tujuan kuliner.
"Nah itu kan, membuka pangsa pasar dari luar gitu ya, itu sangat membantu. Kami harapkan tidak hanya Malaysia tapi juga dari Singapura jadi dari Thailand, negara-negara tetangga," ujar Devy dalam pembukaan restoran Seuri Imah Sunda, di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung, Sabtu (30/5/2026).
Perusahaan yang membawahi Steikhaus, Dapoernya Pabrik, dan Saung Pabrik, dan terbaru Seuri Imah Sunda itu menilai animo wisatawan untuk berkuliner di Kota Bandung masih sangat tinggi.
"Jadi orang-orang itu ya seperti saya bilang tadi gitu ya, sekarang kalau ke Bandung salah satu tujuannya sudah pasti kuliner. Saya sering lihat di Instagram yang dari Jakarta itu mereka dalam sehari itu benar-benar sudah dipadati untuk kuliner," katanya.
2. Bisnis kuliner di Kota Bandung masih sangat menarik

Wisatawan yang hendak ke Bandung, kata Devy, saat ini kebanyakan sudah membuat list tujuan mana saja yang akan didatangi. Bahkan, untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya sengaja hanya datang satu hari ke Bandung untuk makan kemudian pulang ke daerah asal.
"Jadi begitu sampai di stasiun sudah langsung tujuannya ke sini, dalam hitungan sejam dua jam sudah ada di tempat lain, jadi dalam satu hari saja mereka mungkin bisa ke enam tujuh tempat gitu," kata Devy.
"Jadi saya bilang masih sangat menarik Bandung untuk bisnis kuliner, tinggal ya kita menyiasatinya seperti apa agar supaya bisnis kuliner kita ini bisa sustainable," ujarnya.
3. Bidik wisatawan mancanegara datang berkuliner di Kota Bandung

Dengan begitu, Devy berharap para wisatawan domestik maupun mancanegara semakin banyak datang ke Kota Bandung untuk menikmati kuliner khas Ibu Kota Jawa Barat. Adapun Restoran Seuri Imah Sunda memiliki fasilitas untuk disabilitas, dan mempunyai kapasitas untuk 182 orang termasuk dengan ruang VIP.
"Kami juga mau tuh bukan hanya orang-orang yang tinggal di Jakarta atau luar kota, tapi ya target kita juga yang mancanegara," kata dia.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyambut positif instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto terkait reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Farhan mengungkapkan, kabar tersebut diterimanya usai kunjungan Presiden ke Kota Bandung pada 25 Mei 2026 lalu.
Menurut Farhan, Presiden telah menginstruksikan agar Bandara Husein di Kota Bandung dan Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta kembali diaktifkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung, sore harinya saya mendapatkan kabar bahwa Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein dilakukan bersama-sama dengan Bandara Adi Sucipto," kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (27/5/2026).
Ia mengatakan, selama ini Bandara Husein sebenarnya tidak ditutup total. Namun, aktivitas penerbangan komersial dibatasi hanya untuk penerbangan berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dengan rute antarkota di Pulau Jawa.
Farhan optimistis, kebijakan reaktivasi ini akan mengembalikan peran strategis Bandara Husein sebagai penggerak ekonomi Kota Bandung. Ia mengingatkan, pada 2019 lalu jumlah penumpang Bandara Husein mencapai sekitar 3,8 juta orang, terdiri atas 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu penumpang internasional.
"Kami ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein dan pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung," ujarnya.



















