Kebakaran Hebat di Kampung Adat Ciptamulya, 80 Rumah Rata dengan Tanah

Sukabumi, IDN Times - Duka mendalam menyelimuti Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Permukiman adat yang semula asri berubah menjadi hamparan puing berabu usai diterjang kebakaran hebat pada Sabtu (25/7/2026) siang.
Amuk si jago merah yang melalap habis puluhan rumah panggung tradisional ini memicu kepanikan luar biasa. Pasalnya, bangunan utama kawasan adat (Imah Gede) ikut ambruk tak tersisa.
1. Bermula dari percikan api korsleting listrik di fasilitas MCK

Peristiwa ini diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Titik awal kemunculan api pertama kali diketahui oleh sejumlah anak-anak di area MCK (mandi, cuci, kakus) umum fasilitas Kasepuhan yang terletak di pinggir permukiman, tepat di dekat Imah Gede.
Petugas BPBD (P2BK) yang mendapat laporan warga langsung bergerak ke lokasi sekitar pukul 14.30 WIB untuk melakukan penanganan.
"Api berawal dari MCK yang disaksikan oleh anak-anak yang berteriak 'api, api, api!'. Itu kemungkinan besar dari korsleting listrik, ada percikan api di atas yang dilihat anak-anak," kata Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan.
2. Atap ijuk dan angin kencang bikin api menjalar secepat kilat

Sebagian besar rumah warga yang didominasi material kayu, bambu, serta atap ijuk kering membuat api menyambar dengan sangat dahsyat. Hembusan angin kencang di kawasan pegunungan serta tata letak rumah yang saling berdempetan kian mempercepat si jago merah melalap habis struktur bangunan tradisional tersebut.
Dahsyatnya api juga memutus saluran kabel listrik dan telepon di sekitar lokasi hingga terurai menyentuh tanah.
"Karena bangunannya dekat Kasepuhan ini atapnya ijuk, kebanyakan seperti itu. Maka api dengan sangat cepat menyebar karena bantuan angin juga, apalagi posisi rumah di sini berdempetan," tutur Kuswan.
3. Puluhan rumah ludes terbakar

Kabid Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Hendra Setiawan menambahkan, dampak kerugian akibat kebakaran ini cukup besar. Sebanyak 80 rumah ludes terbakar.
"Laporan sampai dengan saat ini korban jiwa tidak ada, luka tidak ada, cuma kerugian materiil kurang lebih yang terbakar itu 80 rumah," ujar Hendra dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Hendra mengungkapkan, pihaknya langsung mengerahkan sejumlah armada pemadam kebakaran dari berbagai sektor untuk meluncur ke lokasi kejadian guna menjinakkan api yang dengan cepat melahap pemukiman tradisional tersebut.
"Kita menurunkan unit Damkar itu dari Palabuhanratu dua unit, PLTU satu unit, dari Kodim 0622 satu unit," kata Hendra merinci kekuatan personel yang dikerahkan ke lapangan.




















