Gudang RSUD Sekarwangi Kebakaran Dipicu Pantulan Panas Matahari

- Kebakaran terjadi di area gudang IPSRS RSUD Sekarwangi Sukabumi, namun berhasil dipadamkan cepat tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan utama rumah sakit.
- Penyebab awal diduga akibat pantulan sinar matahari ke tumpukan barang bekas seperti besi dan kaca yang memicu api di luar gudang saat cuaca panas ekstrem.
- Empat unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan dalam 15 menit, sementara petugas mengimbau warga waspada terhadap potensi kebakaran di musim kemarau panjang.
Sukabumi, IDN Times – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, sempat digegerkan oleh peristiwa kebakaran yang terjadi di area Gudang Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS). Beruntung, amukan si jago merah berhasil diredam dengan cepat sebelum melahap bangunan utama rumah sakit.
Pihak rumah sakit dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
1. Api berasal dari luar gedung dan tidak membakar bangunan utama

Pihak RSUD Sekarwangi meluruskan informasi yang beredar di masyarakat mengenai bagian gedung yang terbakar. Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Sekarwangi, Luki Mufti, menegaskan bahwa api sebenarnya tidak membakar bagian dalam gedung.
"Sumber api itu dan kejadian itu dari luar. Jadi, di sebelah gudang kita ini ada tumpukan barang-barang yang memang sudah tidak terpakai, yang akan segera dihapuskan oleh kita karena kondisinya rusak berat," kata Luki saat diwawancarai di lokasi kejadian, Jumat (10/6/2026).
Luki menambahkan, barang bekas yang hangus tersebut merupakan alat kesehatan (alkes) yang sudah kedaluwarsa. "Yang terbakar memang barang-barang bekas alkes ya, seperti bed (tempat tidur) pasien. Api tidak masuk ke dalam gedung," jelasnya.
2. Diduga dipicu pantulan sinar matahari ke tumpukan barang bekas

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Budianto, mengungkapkan dugaan sementara penyebab munculnya titik api. Menurutnya, cuaca panas ekstrem memicu adanya reaksi dari barang-barang yang menumpuk di luar gudang.
"Di situ ada tumpukan-tumpukan kayak besi atau apa, ada kaca. Nah itu mungkin ada bahan yang bisa memantulkan sinar matahari, kemungkinan adalah styrofoam atau apa. Dari situlah menimbulkan apinya," ujar Budianto.
Meskipun api sempat membesar dan menyentuh dinding luar, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan pendinginan pada gedung IPSRS untuk mencegah api merembet ke area dalam.
3. Empat unit mobil damkar dikerahkan, api padam dalam 15 menit

Proses penjinakan api berlangsung relatif cepat. Dinas Pemadam Kebakaran langsung menerjunkan armada dari berbagai posko terdekat begitu menerima laporan.
"Unit yang kami terjunkan ada empat unit. Ada dua dari Posko Cibadak, satu dari Parungkuda, dan satu dari Cisaat. Penanganan enggak lama, cuma 15 menit juga sudah beres (padam) kok," tutur Budianto.
Ia juga menegaskan isu mengenai adanya kendaraan sepeda motor petugas yang ikut terbakar adalah tidak benar. "Enggak ada kendaraannya tadi. Aman," imbuhnya.
4. Damkar imbau warga waspada cuaca kemarau panjang

Berkaca dari kejadian ini, Budianto mengimbau masyarakat luas untuk ekstra waspada, terlebih saat ini wilayah Sukabumi sedang menghadapi musim kemarau panjang. Ada beberapa poin penting yang ia tekankan kepada warga yaitu Bijak menggunakan listrik.
"Berhati-hati dalam penggunaan elektronik dan jangan meninggalkan kompor atau alat masak air dalam keadaan menyala tanpa pengawasan," katanya.
Jangan sembarangan membakar. Hindari membakar sampah, rumput, atau alang-alang kering di cuaca terik. Jika terpaksa membakar, harus ditunggu sampai api benar-benar padam. Jangan membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan, dan hindari menumpuk barang-barang di luar ruangan yang sekiranya dapat memantulkan cahaya matahari dan memicu percikan api.
"Kalau seandainya terjadi suatu kebakaran, secepat mungkin harus segera lapor kepada kami, ke Damkar, biar kami bisa segera menangani," pungkas Budianto.


















