Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Keuangan Syariah untuk Pengusaha Ultra Mikro Jadi Sorotan di Halal

Keuangan Syariah untuk Pengusaha Ultra Mikro Jadi Sorotan di Halal
Keuangan Syariah untuk Pengusaha Ultra Mikro Jadi Sorotan di Halal (Dok. PNM)
Intinya Sih
  • Keuangan syariah dibahas di Halal Expo Indonesia 2026 sebagai instrumen penting pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, dengan PNM menyoroti dampak positif bagi jutaan perempuan pengusaha ultra mikro.
  • PNM memperkenalkan konsep social collateral dalam program Mekaar, menggantikan agunan fisik dengan tanggung jawab kelompok yang memperkuat akses pembiayaan dan meningkatkan kontribusi ekonomi nasional.
  • Melalui forum internasional, PNM menegaskan komitmen pada keuangan syariah inklusif berbasis tiga modal—finansial, intelektual, sosial—serta berharap model ini jadi inspirasi global untuk pemberdayaan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Keuangan syariah dinilai memiliki peran yang semakin penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tak hanya menjadi instrumen pembiayaan, pendekatan ini juga dinilai mampu mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui model yang lebih inklusif.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang resmi digelar di Indonesia. Forum ini menjadi ajang bagi negara-negara anggota Developing Eight (D-8) untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi halal dengan target meningkatkan perdagangan intra-blok hingga US$500 miliar pada 2030.

Dalam forum tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi salah satu representasi ekosistem keuangan syariah Indonesia. Melalui sesi HEI Talk bertajuk Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance, PNM memaparkan pengalaman pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro.

Presentasi tersebut disampaikan di hadapan delegasi dari sembilan negara anggota D-8, yakni Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, dan Azerbaijan.

1. Model pembiayaan syariah jadi sorotan

Ilustrasi seseorang menggunakan platform pembiayaan (Unsplash/Jonas Leupe)
Ilustrasi seseorang menggunakan platform pembiayaan (Unsplash/Jonas Leupe)

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa keuangan syariah dapat menjadi instrumen nyata dalam mendukung pengentasan kemiskinan apabila dirancang sesuai kebutuhan masyarakat.

PNM memaparkan bahwa dari 16,1 juta nasabah Mekaar yang dilayani melalui 58 kantor cabang di 36 provinsi dan lebih dari 6.600 kecamatan, sebanyak 74 persen melaporkan peningkatan pendapatan setelah bergabung. Selain itu, 72 persen nasabah mengaku memiliki peran lebih besar dalam pengambilan keputusan di keluarga, sementara 90 persen merasakan peningkatan kemandirian finansial.

“Enam belas juta perempuan tidak pernah meminta untuk diselamatkan. Mereka hanya ingin diberi ruang untuk bertumbuh dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Ketika kepercayaan diberikan, mereka mampu mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah,” ujar Dodot, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Kamis (9/7/2026).

2. Social collateral menjadi pembeda

Keuangan Syariah untuk Pengusaha Ultra Mikro Jadi Sorotan di Halal (Dok. PNM)
Keuangan Syariah untuk Pengusaha Ultra Mikro Jadi Sorotan di Halal (Dok. PNM)

Dalam forum tersebut, PNM juga memperkenalkan konsep social collateral sebagai salah satu pendekatan yang diterapkan dalam program Mekaar. Model ini menggantikan agunan fisik dengan tanggung jawab bersama antaranggota kelompok yang saling menjamin satu sama lain.

Menurut PNM, mekanisme tersebut sejalan dengan prinsip tanggung renteng dalam keuangan syariah. Akuntabilitas dibangun melalui kedisiplinan kelompok dan pendampingan rutin, sehingga akses pembiayaan dapat menjangkau masyarakat yang sebelumnya sulit memperoleh layanan keuangan formal.

Sejak 2017, program Mekaar disebut telah berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga nasional sebesar Rp55,81 triliun. Selain itu, pengusaha binaan PNM juga mencatatkan nilai ekspor yang telah melampaui USD3 miliar.

3. PNM dorong keuangan syariah yang inklusif

ilustrasi pembiayaan (pexels.com/@pixabay)
ilustrasi pembiayaan (pexels.com/@pixabay)

Kehadiran PNM di Halal Expo Indonesia 2026 dinilai menjadi bagian dari upaya memperkenalkan praktik keuangan syariah Indonesia kepada komunitas internasional. Perusahaan menilai pemberdayaan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan akses pembiayaan yang inklusif.

Saat ini, sekitar 73 persen portofolio pembiayaan PNM Mekaar telah menggunakan skema berbasis syariah. Model tersebut dipadukan dengan pendekatan tiga modal, yakni finansial, intelektual, dan sosial, dalam mendampingi pengusaha ultra mikro.

Melalui partisipasi di forum internasional tersebut, PNM berharap pengalaman pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia dapat menjadi salah satu contoh penerapan keuangan syariah yang tidak hanya berorientasi pada pembiayaan, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More