Kronologi Ledakan Mortir Aktif Cipatat: Dipukul Palu, Tiga Orang Meninggal Dunia

- Tiga warga Cipatat tewas akibat ledakan mortir aktif saat mencoba membukanya dengan palu di Kampung Ciparang, Bandung Barat.
- Polisi bersama tim Inafis dan Jibom langsung melakukan olah TKP, evakuasi korban, serta sterilisasi area dari kemungkinan sisa bahan peledak.
- Kapolsek Cipatat mengimbau masyarakat tidak menyentuh benda mencurigakan dan akan menggencarkan edukasi bahaya amunisi aktif bersama TNI.
Bandung, IDN Times - Polda Jabar membenarkan tiga orang warga menjadi korban ledakan peluru/amunisi jenis mortir aktif di Kampung Ciparang RT 04 RW 07 Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (08/07/2026) pukul 11.00 WIB.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, ketiga orang tersebut meninggal saat korban yang diketahui sebagai pemulung mencoba membuka mortir dengan cara dipukul menggunakan palu, akhirnya meledak.
"Korban meninggal diidentifikasi bernama Ade dan Suhri. Sementara satu korban lainnya, Rodian," ujar Hendra dalam keterangan resminya, Kamis (9/7/2026).
1. Korban menemukan mortir dan coba dibongkar secara mandiri

Kapolres Cimahi, Akbp Niko N. Adi Putra membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, mortir yang ditemukan yaitu 81 Komando, dan korban tiga orang warga Kampung Ciparang, dengan kondisi korban semuanya sudah diserahkan ke keluarga.
Kemudian, Kapolsek Cipatat, Kompol. DMS Andriani, menuturkan bahwa setelah menerima laporan piket Pawas Ipda Agus bersama piket Reskrim dan Binmas langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi korban.
"Berdasarkan keterangan awal di lokasi, ketiga korban menemukan bekas peluru jenis mortir dalam kondisi masih aktif. Tanpa menyadari bahaya, korban berusaha membuka proyektil dengan cara dipukul menggunakan palu hingga akhirnya meledak," tutur Kompol DMS Andriani.
2. Polisi minta masyarakat tidak asal membuka bahan peledak

Petugas kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Tim Inafis dan Jibom juga dilibatkan guna memastikan sterilisasi lokasi dari sisa bahan peledak lain yang mungkin masih ada.
"Kapolsek Cipatat juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga bahan peledak, dan segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat bila menemukan benda berbahaya," ujarnya.
3. Edukasi bahaya bahan peledak akan digencarkan

Peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang bahaya amunisi aktif yang ditinggalkan. Polisi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam area tempat latihan militer yang ada di wilayah tersebut.
"Edukasi kepada masyarakat, khususnya pemulung, terkait risiko bahan peledak akan terus digencarkan Polsek Cipatat bersama TNI dan instansi terkait," kata dia.



















