Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kakak Beradik Edarkan Sabu di Bandung, Satu Orang Ditembak Polisi

Kakak Beradik Edarkan Sabu di Bandung, Satu Orang Ditembak Polisi
Kasatresnarkoba Polrestabes Bandung AKBP Agah. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Dua saudara kembar berinisial AB dan ABK ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Bandung karena diduga mengedarkan sabu di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.
  • Polisi menyita sekitar 25 gram sabu dan alat isap, sementara AB melakukan perlawanan hingga mencoba merebut senjata api petugas saat penangkapan berlangsung.
  • AB ditembak secara terukur karena membahayakan keselamatan petugas lalu dilarikan ke rumah sakit, sedangkan ABK ditahan untuk menjalani proses hukum di Polrestabes Bandung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Sepasang kakak beradik kembar tak identik berinisial AB dan ABK yang masing-masing berumur 23 tahun ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Bandung. Mereka diamankan karena diduga mengedarkan sabu di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Dalam penangkapan itu sang kakak, AB, ditembak setelah diduga melawan petugas dan berusaha merebut senjata api polisi. Penangkapan dilakukan di kawasan gudang SPBE, Jalan Soekarno-Hatta, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Polisi mengamankan kedua saudara kembar tersebut saat diduga sedang menggunakan sabu sekaligus membagi barang haram itu ke dalam paket-paket kecil untuk diedarkan.

1. Pelaku sudah siapkan paket-paket kecil

ilustrasi sabu-sabu suntik (jamestownsun.com)
ilustrasi sabu-sabu suntik (jamestownsun.com)

Kasatresnarkoba Polrestabes Bandung AKBP Agah mengatakan, hasil penyelidikan menunjukkan keduanya mengambil sabu dari wilayah lain untuk kemudian diedarkan kembali di Kota Bandung.

“Mereka mengambil sabu tersebut dari wilayah lain untuk diedarkan kembali. Saat berada di lokasi, mereka berkumpul untuk menggunakan sebagian dan membagi-bagi atau memecah barang tersebut menjadi paket-paket kecil yang nantinya akan diedarkan,” kata Agah, Rabu (8/7/2026).

2. Mereka serang balik polisi

Ilustrasi polisi pelaku pelecehan seksual terhadap korban pemerkosaan di kantor polisi. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)
Ilustrasi polisi pelaku pelecehan seksual terhadap korban pemerkosaan di kantor polisi. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Dari lokasi penangkapan, polisi menyita sabu seberat bruto sekitar 25 gram beserta alat isap narkotika. Saat proses penangkapan berlangsung, polisi sempat melakukan upaya persuasif dengan memperkenalkan diri sebagai petugas.

Namun, AB diduga melakukan perlawanan dengan menyerang anggota, memukul, membanting petugas hingga berusaha merebut senjata api.

“Perlu kami jelaskan bahwa tindakan penembakan tersebut merupakan upaya terakhir yang dilakukan anggota untuk keselamatan petugas. Sebelumnya anggota sudah memperkenalkan diri sebagai polisi dan sudah melakukan upaya persuasif,” ujar Agah.

3. Satu pelaku dilarikan ke rumah sakit

ilustrasi IGD Rumah Sakit (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi IGD Rumah Sakit (pexels.com/Pixabay)

Ketika penyergapan, pelaku AB sempat berniat mengambil senjata polisi. Pelaku menyerang beberapa kali kepada petugas. Karena situasi dinilai membahayakan keselamatan petugas, polisi akhirnya mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak AB.

“Dalam kondisi tersebut, demi keselamatan anggota dan semua pihak yang berada di lokasi, tindakan tegas terukur itu menjadi pilihan terakhir. Anggota di lapangan menggunakan diskresi kepolisian berdasarkan penilaian situasi saat itu sehingga tindakan penembakan dilakukan,” katanya.

Usai ditembak, AB dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Sementara saudara kembar tak identiknya, ABK, ditahan di Rutan Polrestabes Bandung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More