Aksi Kelompok Bermotor Bawa Sajam di Bandung Kian Mengkhawatirkan

- Keributan geng motor bersenjata tajam di Taman Maluku, Bandung, melukai seorang remaja dan kini tengah diselidiki oleh Polrestabes Bandung.
- Polisi sebelumnya menangkap empat anggota kelompok Destroyer Vanity yang viral karena konvoi sambil membawa sajam di Jembatan Pasupati.
- Polrestabes Bandung membentuk Tim Unit Respon Cepat (URC) beranggotakan 30 personel untuk menekan kejahatan jalanan dan menjaga keamanan kota.
Bandung, IDN Times - Kota Bandung masih dihantui dengan maraknya kelompok bermotor yang membawa senjata tajam (sajam). Kelompok-kelompok tersebut sering berkeliling kota dan bentrok dengan pemuda lainnya.
Terbaru keributan oleh kelompok bermotor yang membawa sajam terjadi di kawasan Taman Maluku, Sabtu (4/7/2026). Insiden ini mengakibatkan seorang remaja dilaporkan mengalami luka bacok dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa tersebut terekam dan viral di media sosial. Dalam potongan video yang beredar, terlihat sekelompok pemotor melintas di kawasan tersebut.
Salah satu di antara mereka terlihat membawa benda tajam dan mengacungkannya. Pada akhir video, tampak para pemuda yang tengah berkumpul. Salah satu dari mereka mengaku kena bacok.
"Ieu aing dibacok ku saha? (Ini saya dibacok sama siapa?)," kata salah seorang pria dalam video tersebut.
1. Polisi terus selidiki kelompok pembuat onar
Korban yang mengalami luka bacok disebut langsung dievakuasi oleh warga sekitar ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Terjadi keributan antar kelompok di kawasan Taman Maluku, Kota Bandung pada Sabtu, 4 Juli 2026. Seorang remaja dilaporkan mengalami luka bacok dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan," tulis keterangan dalam unggahan yang viral tersebut.
Terkait hal ini, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan telah menerima informasi terkait insiden tersebut. Saat ini petugas tengah melakukan serangkaian penyelidikan.
"Masih diselidiki," kata Anton, Selasa (7/6/2026).
Terkait identitas para pelaku yang terlibat dalam keributan tersebut, dia menegaskan bahwa personelnya sudah bergerak di lapangan untuk melakukan penangkapan.
"Masih dalam pengejaran," tegasnya singkat.
2. Sempat ada geng motor bawa sajam di Jembatan Pasupati

Sebelumnya, puluhan pemuda yang tergabung dalam kelompok atas nama Destroyer Vanity viral di media sosial setelah video membawa senjata tajam (sajam) di Jembatan Pasupati ramai diperbincangkan. Dalam video tersebut, mereka melakukan konvoi pada malam hari sambil mengacungkan sajam.
Video ini pun mendapat kecamatan dari masyarakat. Warganet meminta aparat kepolisian untuk segera mengamankan mereka karena dikhawatirkan mengancam keamanan masyarakat.
Tak lama berselang dari viralnya video tersebut, aparat kepolisian kemudian menggunggah video terkait penangkapan empat orang diduga anggota kelompok tersebut.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi menuturkan, Tim Prabu 2 Polrestabes Bandung telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan berandalan jalanan di kawasan Flyover Pasupati, Jumat (12/06/2026) dini hari.
"Berdasarkan informasi yang diterima, kelompok tersebut bergerak (rolling) menuju Jalan Terusan Suryani. Saat petugas melakukan patroli dan penyisiran di lokasi tersebut, petugas mengamankan 4 orang yang berusaha melarikan diri saat akan diperiksa," kata Dedi.
Sementara itu, Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin mengatakan, penangkapan bermula saat Tim Prabu 2 menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas tawuran di wilayah Holis sekira pukul 02.21 WIB.
"Setelah tiba di lokasi yang dimaksud, petugas melakukan pengecekan dan pemantauan, namun tidak ditemukan adanya aktivitas yang dimaksud. Selanjutnya Tim Prabu 2 melaksanakan patroli lanjutan ke wilayah Jalan Terusan Suryani," kata Asep.
Tim Prabu 2 kemudian melakukan patroli. Saat melintas di lokasi tersebut, petugas mendapati sekelompok orang yang berkumpul. Ketika akan diperiksa, kelompok tersebut berusaha melarikan diri sehingga polisi melakukan pengejaran.
3. Polrestabes Bandung siapkan tim khusus

Untuk mengurangi potensi kriminalitas, Polrestabes Bandung melaunching Tim Unit Respon Cepat (URC). Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, dibentuknya Tim URC ialah untuk meningkatkan rasa keamanan dan ketertiban masyarakat. Tim ini merupakan gabungan dari tim Prabu, Perintis, dan unit Resmob.
"Jadi kerjanya tim ini nanti akan dioptimalkan dalam rangka pelayanan, lebih kepada pelayanan masyarakat, membuat Kota Bandung ini lebih aman, nyaman, dan kondusif," katanya di Mapolrestabes Bandung, Jumat (29/5/2026).
Tim URC terdiri dari 30 personel terpilih. Kemampuan yang dimiliki para anggota tim nantinya akan terus dikembangkan agar mampu menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Ia bilang, fokus penindakan Tim URC yaitu untuk mengantisipasi kejahatan jalanan seperti Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).
"Ini fokusnya kejahatan jalanan yaitu C3 ya, jadi termasuk Curanmor, Curas, Curat, Curanmor," ungkapnya.
Jika wargi bandung butuh bantuan silahkan hub :
DM IG : Polrestabes Bandung
Call Center : 110
Call Center Prabu : 081818612889

















