Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Fakta Pilu di Balik Video Viral Bocah Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi

Fakta Pilu di Balik Video Viral Bocah Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi
Potongan video viral anak kecanduan hirup BBM di Sukabumi (dok Istimewa)
Intinya Sih
  • Video viral bocah 11 tahun di Sukabumi yang kecanduan menghirup aroma bensin menarik perhatian publik dan mendorong warga serta Dinsos untuk turun tangan menelusuri kondisi sebenarnya.
  • Anak tersebut ternyata yatim piatu, tunarungu, dan tunawicara; kini diasuh kakaknya yang kesulitan mengawasi karena sang adik sering kabur meski sudah mendapat bantuan warga sekitar.
  • Dinsos telah menangani kasus ini dengan merujuk ke RSUD Syamsudin dan berkoordinasi dengan Kemensos melalui Sentra Phalamartha guna mencari tempat rehabilitasi yang sesuai bagi anak berkebutuhan khusus itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kota Sukabumi, IDN Times - Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh video seorang anak berkebutuhan khusus berinisial HN (11 tahun) di kawasan Ciaul, Sukabumi, yang diduga kecanduan menghirup aroma jok motor. Video tersebut viral setelah diunggah oleh salah satu warga netizen, Putri Rahma.

Menanggapi video yang telanjur menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi netizen, keluarga, warga sekitar, hingga Dinas Sosial (Dinsos) akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kondisi yang sebenarnya.

1. Berawal dari aksi bocah nekat bongkar jok motor

IMG_5795.jpeg
Potongan video viral bocah di Sukabumi nekat bongkar jok motor demi hirup aroma BBM (dok Istimewa)

Putri Rahma, warga sekaligus pengunggah video tersebut, mengonfirmasi bahwa aksi anak tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, video itu diambil dengan tujuan agar kondisi sang anak mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Dalam video yang beredar, sang anak tampak berusaha membuka jok motor yang terikat tali rapia. Setelah beberapa saat, jok motor berhasil dibuka dan anak itu membuka tangki pengisian bahan bakar sambil menghirup aromanya.

"Video yang aku share itu kejadian kemarin dan anak itu sudah nyandu dari lama. Sebenarnya orang sekitar pun udah nggak aneh, karena setiap dilarang pasti meludah," ungkap Putri, Selasa (7/7/2026).

Ia menambahkan, meski menyadari anak tersebut tidak telantar, ia merasa iba dan berharap ada penanganan yang tepat. "Kenapa aku biarin (divideokan), karena aku pengen orang lihat bagaimana nyandu-nya dia. Jujur sedih. Tapi alhamdulillah, setelah aku post, banyak dukungan positif dari orang-orang yang harapannya sama, ingin cepat ditangani," katanya.

2. Fakta memilukan sang anak ternyata yatim piatu dan sering kabur dari rumah

ilustrasi anak sedih (pexels.com/Erlan)
ilustrasi anak sedih (pexels.com/Erlan)

Meluruskan tudingan miring netizen yang menyebut anak tersebut ditelantarkan, salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya memberikan kesaksian mengharukan. Anak tersebut ternyata merupakan seorang yatim piatu berkebutuhan khusus (tunarungu dan tunawicara).

Kedua orangtuanya meninggal dunia setahun yang lalu hanya dalam selang waktu dua bulan. Saat ini, ia diasuh oleh kakak perempuannya yang juga harus menghidupi tiga anak kecil.

"Dia bukan diterlantarkan, tapi memang sering kabur-kaburan. Kalau sudah dijemput, berkeliaran lagi. Usaha keluarga dan RT/RW sudah maksimal mengobati secara medis maupun tradisional," kata tetangga tersebut.

Warga Ciaul sendiri sudah memaklumi kondisi sang anak. Tak jarang tukang ojek atau tetangga sekitar ikut membantu memberi makan atau mengantarkannya pulang saat berkeliaran di jalan. "Sering hampir kecelakaan karena kalau nyebrang dia gak bisa dengar suara kendaraan. Kasihan, pihak keluarga dapat banyak komentar gak enak dari orang yang gak tahu persis kondisinya," katanya.

3. Dinsos sudah turun tangan tapi masih terkendala

Ilustrasi Perlindungan Anak (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi Perlindungan Anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Menanggapi situasi yang viral ini, Sekretaris Dinas Sosial, dr. Lulis Delawati, menegaskan bahwa pemerintah daerah sebenarnya tidak tinggal diam. Kasus ini sudah ditangani dan sang anak sempat dirujuk ke spesialis kejiwaan di RSUD Syamsudin.

Namun, Dinsos membongkar kendala mengapa anak tersebut belum bisa ditampung di panti rehabilitasi milik Pemprov Jawa Barat.

"Awalnya panti di Jabar mau terima dan siap kami antar, keluarga juga sudah mengizinkan. Tapi setelah lihat hasil tes kesehatannya, jadi enggak diterima sama Jabar," kata dr. Lulis. Selain itu, faktor usia yang melewati batas penanganan standar juga sempat menjadi hambatan administrasi.

4. Gandeng Kemensos untuk cari solusi terbaik

ilustrasi anak mengalami kecemasan (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi anak mengalami kecemasan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Mengingat keterbatasan sang kakak dalam mengawasi adiknya yang sering kabur, Dinsos kini bergerak cepat dengan menggandeng Sentra Phalamartha, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah Kementerian Sosial (Kemenso).

"Sentra Phalamartha yang merupakan UPTD Kemensos pun sudah turun menangani anak ini. Rencana hari ini kita akan koordinasi lagi dengan Kemensos melalui sentra untuk mencari solusi terbaik," tutr dr. Lulis.

Diharapkan melalui koordinasi intensif ini, sang anak bisa segera mendapatkan tempat perawatan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus sekaligus penanganan medis untuk menyembuhkan adiksinya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More