DPRD Kota Bandung Sindir Polemik Farhan-Erwin: Warga Menunggu Hasil Kerja

- Ketua DPRD Bandung Asep Mulyadi menegaskan pihaknya fokus mengawal realisasi visi misi kepala daerah, bukan ikut dalam polemik antara Wali Kota Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin.
- Asep menyoroti masih banyak pekerjaan rumah Pemkot Bandung seperti persoalan sampah, lingkungan hidup, dan ekonomi yang dinilai masyarakat belum menunjukkan perubahan signifikan.
- Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antar pimpinan daerah agar kolaborasi berjalan lancar dan hasil kerja nyata dapat dirasakan langsung oleh warga Bandung.
Bandung, IDN Times – Polemik komunikasi antara Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin terus menjadi perhatian publik. Namun, Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi memilih tidak ikut masuk ke dalam dinamika internal kedua pimpinan daerah tersebut.
Menurut Asep, yang paling penting saat ini bukan polemik yang berkembang, melainkan bagaimana Pemerintah Kota Bandung mampu mewujudkan visi misi dan menjawab berbagai persoalan yang masih menjadi keluhan masyarakat.
1. DPRD memilih fokus mengawal program, bukan polemik internal

Asep mengatakan DPRD memiliki tugas untuk memastikan visi misi kepala daerah diterjemahkan ke dalam program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Karena itu, pihaknya tidak ingin terlalu jauh mengomentari pengakuan Erwin yang sebelumnya menyebut dirinya tidak banyak dilibatkan dalam pembahasan program maupun kebijakan strategis pemerintahan.
"Kalau saya dari DPRD tentu fokusnya memastikan apa yang menjadi visi misi dan rencana pembangunan itu betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat," kata Asep.
Saat ditanya mengenai dinamika hubungan Farhan dan Erwin, Asep mengaku tidak mengetahui secara detail persoalan yang terjadi.
"Saya kurang begitu paham detail apa yang terjadinya. Itu urusan masing-masing. Saya no comment," ujarnya.
2. DPRD soroti sejumlah pekerjaan rumah yang masih ditunggu warga

Meski enggan mengomentari polemik yang berkembang, Asep mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Pemerintah Kota Bandung.
Menurut dia, masyarakat saat ini menaruh harapan besar kepada kepemimpinan Farhan-Erwin untuk menghadirkan perubahan yang nyata.
Beberapa persoalan yang dinilai masih menjadi perhatian publik antara lain masalah sampah, lingkungan hidup, hingga perkembangan ekonomi daerah.
"Dari keseluruhan memang ada beberapa PR yang kelihatannya menjadi hal yang ditunggu-tunggu masyarakat. Misalnya masalah sampah, masalah lingkungan, belum lagi perkembangan ekonomi. Ini juga menjadi tantangan pemerintah," katanya.
Asep menilai fokus pemerintah seharusnya diarahkan pada penyelesaian persoalan tersebut agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
3. Ketua DPRD nilai komunikasi menjadi kunci kolaborasi

Ketika ditanya apakah banyaknya pekerjaan rumah yang belum tuntas berkaitan dengan isu komunikasi di internal pimpinan daerah, Asep tidak ingin berspekulasi mengenai penyebabnya.
Menurut dia, masyarakat pada dasarnya lebih menunggu hasil kerja dibanding polemik yang terjadi di internal pemerintahan.
Namun demikian, Asep mengakui komunikasi yang baik tetap menjadi faktor penting untuk membangun kolaborasi dan sinergi dalam menjalankan pemerintahan.
"Perbedaan itu pasti ada. Masing-masing punya latar belakang, gaya, dan cara yang berbeda. Tapi dengan komunikasi semuanya bisa diselesaikan," ujarnya.
Asep berharap seluruh pihak di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dapat mengedepankan komunikasi yang baik sehingga berbagai program prioritas dapat berjalan optimal. Baginya, ukuran utama keberhasilan pemerintahan bukanlah minimnya polemik, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan dampak dari program yang dijalankan.
"Yang paling penting dampaknya dirasakan masyarakat. Urusan internal silakan diselesaikan, yang penting harapan masyarakat bisa diwujudkan," kata dia.


















