Ketua DPRD Jabar Akui Belum Baca Kajian Usulan Provinsi Sunda

- Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa menegaskan bahwa lembaganya belum menyetujui pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda, melainkan baru menyetujui pembahasan usulan tersebut.
- Buky mengaku belum membaca naskah akademik dari tim pengusul dan menilai aspek sosiologis perlu dikaji lebih dalam sebelum wacana pergantian nama dilanjutkan ke tahap berikutnya.
- Akademisi Ganjar Kurnia menjelaskan bahwa usulan perubahan nama bertujuan menjaga identitas Sunda yang memiliki nilai historis dan kultural tinggi, bukan sekadar dorongan politik sesaat.
Bandung, IDN Times - Rencana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda yang diusulkan oleh sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat menjadi pro dan kontra. Di sisi lain, Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa ternyata belum membaca sepenuhnya kajian akademik usulan tersebut.
Buky pun turut meluruskan mengenai DPRD telah menyetujui pergantian nama tersebut. Dia mengatakan, legislatif baru menyetujui pembahasan pergantian nama ini. Artinya, belum sepenuhnya disepakati, karena masih ada proses kajian dan lainnya.
"Banyak yang menangkap bahwa DPRD ini setuju. Menurut saya tingkatannya belum. Setuju itu dalam artian setuju untuk dibahas, bukan setuju untuk diganti. Nah itu salahnya di situ. Orang-orang kan berpikirnya 'oh DPRD setuju diganti', sehingga jadi ramai," kata Buky, Selasa (7/7/2026).
1. DPRD Jabar baru menyetujui pembahasan pergantian nama

Karena usulan tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat, DPRD Provinsi Jawa Barat, kata Buky turut menindaklanjuti dan mengkaji apakah hal tersebut bisa kemudian dilakukan pergantian nama atau tidak.
"Padahal posisinya itu DPRD setuju untuk membahas aspirasi yang disampaikan oleh beberapa tokoh atau elemen masyarakat terkait keinginan mengganti nama Provinsi Jawa Barat," ujarnya.
2. Ketua DPRD Jabar belum membaca naskah akademik

Dia mengungkapkan, pembahasan usulan tersebut masih berada pada tahap awal. Bahkan dirinya mengaku belum mempelajari naskah akademik yang disusun tim pengusul.
"Saya belum membaca naskah akademik yang disodorkan oleh tim yang menggagas itu. Tapi memang bagi saya pribadi, yang harus diselesaikan seandainya mau mengarah ke pergantian adalah masalah sosiologis," katanya.
Sebelumnya, sejumlah akademisi, budayawan dan sejarawan Sunda melakukan audiensi bersama Komisi 1 DPRD Jabar, di Ruang Komisi 1, Kamis (2/7/2026).
Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda ini sudah sempat ramai pada 2013, 2015 dan 2020. Salah satu tim pengkaji pergantian nama Provinsi Jawa Barat yang juga Guru Besar Universitas Padjadjaran, Ganjar Kurnia mengatakan, pergantian nama ini perlu dilakukan agar identitas Sunda tetap ada dan tidak hilang.
Menurut dia, usulan perubahan nama bukan hanya didorong momentum politik tertentu, tapi bagian dari perjuangan panjang yang telah berlangsung sejak bertahun-tahun.
"Saya kira nggak ada soal momentum. Ini mah soal maraton perjuangan saja. Apalagi sekarang DPRD memberikan respons yang bagus," ujar Ganjar usai audiensi.
3. Akademisi usulkan nama Provinsi Jabar diganti Provinsi Sunda

Berdasarkan kajian yang dilakukannya, Ganjar mengatakan, nama Sunda memiliki nilai historis, sosiologis, kultural, dan psikologis yang jauh lebih besar dibanding sekadar penamaan administratif. Hanya saja, saat ini istilah Sunda semakin terpinggirkan karena pendekatan administrasi yang membuat wilayah-wilayah bersejarah Sunda terpecah menjadi sejumlah daerah.
"Kalau saya sendiri, paling tidak kita membuat monumen, karena Sunda itu sangat besar secara geologis. Ada Sunda Besar, Sunda Kecil, yang kemudian secara administratif menjadi tidak ada. Sekarang hanya jadi Jawa Barat saja," ucapnya.
Dia menyampaikan, wilayah Tatar Sunda pada masa lalu mencakup kawasan yang jauh lebih luas, mulai dari Banten hingga Cipamali di perbatasan Jawa Tengah. Bahkan Jakarta pernah menjadi bagian wilayah administratif Sunda sebelum berdiri sebagai daerah tersendiri.
"Dulu Jakarta itu masuk ke wilayah Sunda secara administratif. Banten juga itu adalah wilayah Sunda. Dan sejarah menunjukkan bahwa Tatar Sunda itu mulai dari Banten sampai Cipamali bagian dari Jawa Tengah," katanya.



















