BI Jabar Gelar Sunda Karsa Fest 2026, Ajang Perluas Pasar Pelaku UMKM

- Sunda Karsa Fest 2026 di Bandung menghadirkan 260 pelaku usaha dari berbagai sektor untuk memperluas akses pasar dan mempertemukan UMKM dengan pembeli serta mitra bisnis potensial.
- Acara ini menggabungkan pameran, talkshow, hingga program sosial seperti Wakafee guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, syariah, dan digitalisasi di Jawa Barat.
- Bank Indonesia menegaskan UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB nasional dan menjadi fokus utama penguatan ekonomi inklusif melalui kolaborasi berkelanjutan di Sunda Karsa Fest 2026.
Bandung, IDN Times – Sebanyak 260 pelaku usaha dan tenant dari berbagai daerah ambil bagian dalam Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026 yang digelar di Trans Convention Centre (TCC) dan Trans Studio Mall Bandung, 26-28 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing UMKM di Jawa Barat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan penguatan UMKM perlu terus dilakukan karena sektor ini memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional maupun daerah.
"UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi hingga ke tingkat daerah," kata Junanto dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Sunda Karsa Fest 2026 merupakan integrasi dari tiga agenda besar, yakni Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ), West Java Sharia Economic Festival (WJSEF), dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB). Memasuki penyelenggaraan tahun kedelapan, kegiatan ini digelar melalui kolaborasi Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan berbagai mitra strategis.
1. Jadi ruang temu UMKM, perbankan, hingga pembeli

Sebanyak 260 booth dan tenant meramaikan kegiatan tersebut. Produk yang ditampilkan berasal dari berbagai sektor, mulai dari fesyen, kriya, kuliner, produk kecantikan halal, aksesori, hingga promosi desa wisata.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat mengakses berbagai layanan perbankan, sistem pembayaran digital, hingga layanan publik yang disediakan selama acara berlangsung.
Kehadiran ratusan pelaku usaha tersebut diharapkan mampu membuka peluang transaksi yang lebih luas sekaligus mempertemukan UMKM dengan calon pembeli maupun mitra bisnis.
2. Dorong penguatan ekonomi kreatif dan syariah

Selain pameran produk, penyelenggaraan Sunda Karsa Fest 2026 juga diisi berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Mulai dari talkshow, seminar, kompetisi, fashion show, hingga tabligh akbar.
Terdapat pula program donor darah, pemeriksaan kesehatan, pasar murah, serta program Wakafee yang menggabungkan kegiatan wakaf dengan pemberdayaan ekonomi syariah. Menurut Junanto, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan transaksi UMKM, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, ekonomi syariah, dan digitalisasi di Jawa Barat.
"Penguatan kapasitas, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi UMKM perlu terus didorong melalui kolaborasi yang berkelanjutan," ujarnya.
3. UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian

Bank Indonesia mencatat UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.
Besarnya kontribusi tersebut membuat penguatan UMKM dinilai menjadi salah satu kunci menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui Sunda Karsa Fest 2026, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra berharap pelaku UMKM Jawa Barat dapat semakin berkembang, memiliki daya saing lebih kuat, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.


















