Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lion Parcel: Barang di Bawah 300 Gram Kini Punya Tarif Khusus

Lion Parcel: Barang di Bawah 300 Gram Kini Punya Tarif Khusus
Lidya Andriyani, mitra agen Lion Parcel di Medan (Dok. Tim Lion Parcel)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Lion Parcel meluncurkan layanan mini packing untuk barang di bawah 300 gram agar pelanggan tidak lagi dikenakan tarif satu kilogram penuh.
  • Inovasi ini ditujukan membantu pelaku industri kreatif menghemat ongkir dan meningkatkan daya saing produk mereka di pasar.
  • Pengiriman bisa dilakukan lewat agen atau aplikasi Lion Parcel, dengan sistem pelacakan ketat dan anjuran keterbukaan isi barang demi keamanan logistik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Masyarakat yang hendak mengirimkan barang di bawah satu kilogram saat ini bisa menggunakan Lion Parcel. Mulai dari dokumen, kosmetik, hingga beberapa barang berbobot ringan lainnya bisa dikirim melalui jasa antar barang tersebut.

Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto mengatakan, masyarakat kerap mengirimkan barang dengan berat yang tidak sesuai keinginan. Dimana setiap bobot di bawah satu kilogram dihitungnya tetap satu kilogram.

Dengan kondisi itu, Lion Parcel turut menyederhanakan dan memberikan hak kepada konsumen melalui pengiriman mini packing dengan barang di bawah 300 gram.

"Minipack untuk dokumen yang tidak sampai satu kilogram tapi charging nya kena satu kilogram, aksesoris juga, kosmetik. Sampai ada istilah bayar angin karena bayarnya satu kilogram. Kita research dan muncul lah mini packing di bawah 300gram," kata Kenny.

1. Membantu industri kreatif

IMG_20260305_182442.jpg
Kenny Kwanto sebagai Chief Marketing Officer Lion Parcel dan Arif Wibowo selaku Chief Sales Officer Lion Parcel (IDN Times/Indah Permata Sari)

Minipack ini disediakan juga untuk mendukung para industri kreatif agar bisa mengirimkan barang sesuai dengan bobot produk. Artinya, tidak lagi berart di bawah satu kilogram kemudian dihitung menjadi satu kilogram.

"Membantu bisnis kreatif, bisnis optimalisasi ongkir dan membuat produk mereka lebih kompetitif di pasar," ucap Kenny.

Masyarakat pun bisa langsung mengirimkan barang melalui agen Lion Parcel di masing-masing daerah atau melalui aplikasi handphone, Kenny mengatakan, untuk di marketplace Lion Parcel belum menyediakan pengiriman secara langsung.

"Marketplace belum available, saat ini kalau kirim kirim mereka ternyata lebih senang di social commerce, karena tidak ada potongan seller jadi pake apps kita Lion Parcel atau kirim ke agent," jelasnya.

2. Perlindungan terhadap barang dilakukan secara maksimal

(Dok. Lion Parcel)
(Dok. Lion Parcel)

Lion Parcel pun mengklaim perlindungan barang yang diberikan kepada konsumen dilakukan secara baik. Hanya saja, Kenny mengungkapkan, para konsumen harus betul menyampaikan secara jujur barang yang akan dikirim tersebut apa.

"Prinsip kami keterbukaan, jadi kalau kirim barang sebaiknya declare barangnya apa, supaya kami logistik bisa memberikan marking, jangan kirim barang berharga bilang nya lain," ucapnya.

"Kami ada sistem lacak x ray, khususnya untuk barang ke pesawat, terkait peraturan barang yang bisa masuk pesawat," kata dia.

3. Setiap pengiriman akan ada informasi lokasi terakhir barang di mana

Layanan aplikasi Lion Parcel di gadget. (Dok/istimewa).
Layanan aplikasi Lion Parcel di gadget. (Dok/istimewa).

Lebih lanjut, Kenny mengambangkan, barang yang hendak dikirimkan melalui kargo Lion Parcel sendiri terus dilakukan pemantauan oleh tim. Sehingga, kata dia, konsumen bisa mengetahui barang tersebut kini sudah berada di wilayah mana sebelum nantinya sampai dengan tujuan.

"Secara internal terus develop sistem, barang dari agen sampai ke penerima itu berapa kali pindah tangan. Kita develop agar barang selalu discan, sehingga kami tau last tempatnya di mana," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More