Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kronologi Pengejaran Taufik Diringkus di Majalaya

Kronologi Pengejaran Taufik Diringkus di Majalaya
Pelaku penganiayaan perempuan Taufik Hidayat Diringkus di Majalaya dan dibawa ke Polda Jabar. IDN Times/Istimewa
Intinya Sih
  • Polisi berhasil menangkap Taufik Hidayat di Majalaya setelah buron atas kasus penculikan dan penganiayaan YTR yang menyebabkan korban luka berat hingga kehilangan penglihatan.
  • Taufik sempat berpindah-pindah lokasi, termasuk ke Tangerang, sebelum akhirnya dilacak melalui transaksi keuangan yang dilakukan di wilayah Majalaya tanpa bantuan pihak lain.
  • Sebelum penangkapan resmi, sempat beredar hoaks tentang tertangkapnya pelaku yang membuat seorang warga bernama Aditya Pratama Putra disalahsangka karena wajahnya mirip dengan Taufik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Kepolisian akhirnya berhasil menangkap tersangka Taufik Hidayat yang menjadi tersangka penculikan dan penganiayaan seorang perempuan di Bandung berinisial YTR. Tersangka ditangkap di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung.

Video dia yang sedang berada di dalam mobil pun viral sebelum polisi memberikan keterangan resmi di Polda Jabar. Penangkapan ini menjadi keberhasilan karena Taufik disebut kabur dan berpindah-pindah tempat setelah kasus penganiayaannya menjadi pemberitaan media massa dan publik ikut mengecam.

Awalnya kasus ini tidak begitu menojol karena hanya dianggap kasus penculikan biasa. Namun, setelah beredar video kondisi korban yang alami luka berat bahkan sampai YTR alami kebuataan dan menjalani perawatan di RSHS Bandung, berbagai elemen pemerintah langsung turun tangan termasuk kepolisian.

1. Diamankan di rumah kerabatnya, sempat kabur ke Tangerang

WhatsApp Image 2026-06-24 at 04.42.26.jpeg
Pelaku penganiayaan perempuan Taufik Hidayat Diringkus di Majalaya dan dibawa ke Polda Jabar. IDN Times/Istimewa

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menuturkan, dalam pengejaran ini pelaku memang sering berpindah tempat hingga akhirnya dia berada di sebuah kawasan perumahan yang di sana terdapat kerabatanya.

Dia merasa bahwa berada di rumah tersebut aman karena ada orang dikenal sehingga bisa kabur dulu dari pengejaran aparat kepolisian.

"Berdasarkan pengakuan, rumah di Griya Pesona tadi, Griya Pesona, itu rumah kerabatnya, ya. Dia meyakini bahwa itu tempat yang aman menurut yang bersangkutan, tersangka," kata Rudi dalam konferensi pers di Polda Jabar.

Dari keterangan pelaku, lanjutnya, dia bahkan sempat kabur sampai ke Tangerang. Namun, karena merasa kurang aman yang bersangkutan kemudian kembali ke Jawa Barat. Ketika bepergian dia merasa curiga dengan orang-orang sehingga ada rasa tidak aman sehingga kepergian ke Tangeran dirasa kurang tepat.

2. Polisi lacak Taufik dari transaksi yang dilakukan

WhatsApp Image 2026-06-24 at 04.42.26 (1).jpeg
Pelaku penganiayaan perempuan Taufik Hidayat Diringkus di Majalaya dan dibawa ke Polda Jabar. IDN Times/Istimewa

Rudi menuturkan, aparat memang sempat kebingungan mencari Taufik karena yang bersangkutan berpindah-pindah tempat. Namun, polisi kemudian melacak Taufik dengan melihat transaksi yang dilakukan di beberapa titik termasuk di Majalaya.

"Ini menjadi petunjuk bagi kita," paparnya.

Mengetahui ada transaksi di Majalaya, petugas langsung pergi ke sana dan mencari di wilayah sekitar perumahan. Berada dari sore hari barulah tersangka bisa diamankan pada malam hari.

Dalam kasus ini, Rudi pun menyebut bahwa tidak ada orang yang membantu pelariannya. Taufik bepergian seorang diri sehingga bisa dipastikan tak ada pihak yang menyembunyikannya.

3. Sempat ada kabar hoaks tentang penangkapan pelaku

WhatsApp Image 2026-06-22 at 19.22.18.jpeg
Pelaku penganiayaan perempuan di Bandung. Dok Polda Jabar

Sebelum Taufik ditangkap, media sosial sempat dihebohkan video yang menarasikan bahwa pelaku sudah diamankan. Video itu beredar saat Taufik masih berstatus buron dan baru masuk DPO.

Polda Jabar saat itu membantah narasi dalam video tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks. "Hoax itu ya. Kalau tertangkap, enggak mungkin kami buat sprint DPO," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan saat dikonfirmasi pada Selasa (23/6/2026).

Bahkan ada seorang pria bernama Aditya Pratama Putra, warga Soreang, Kabupaten Bandung, menjadi sasaran salah sangka karena wajahnya dianggap mirip dengan Taufik Hidayat.

Akibatnya, pria yang dikenal sebagai mantan pemain serial 'Preman Pensiun' itu beberapa kali mengalami kejadian tidak menyenangkan di ruang publik. Mulai dari dipandangi dengan sinis, dicurigai warga, hingga ditarik dan diinterogasi karena disangka sebagai buron yang sedang diburu polisi.

Aditya menceritakan, awalnya ia mengetahui kasus penganiayaan tersebut dari sejumlah unggahan yang kerap lewat di lini masa media sosialnya. Namun, saat itu ia belum menyadari adanya kemiripan wajah antara dirinya dengan pelaku.

Pria yang akrab disapa Adit ini baru mulai merasa ada yang aneh ketika sejumlah kerabat dan pengikutnya di media sosial mulai mengirimkan pesan pribadi hingga menandai namanya di kolom komentar unggahan kasus tersebut.

4. Dedi Mulyadi jadi yang pertama bocorkan penangkapan pelaku

IMG-20250916-WA0026.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Informasi mengenai penangkapan ini pun berawal dari konten Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang memberikan apresiasi pada Kapolda Jabar karena jajarannya berhasil mengamankan pelaku.

Dedi memastikan pelaku berhasil diamankan di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung.

"Semuanya yang sudah dengan cepat menangkap pelaku biadab Taufik Hidayat di Majalaya," kata Dedi.

"Atas nama warga Jawa Barat, atas nama kemanusiaan, atas nama penegakan hukum, atas nama nurani, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda Jabar dan seluruh jajaran, Dir Krimum, Dir Krimsus, Dir Siber, dan Dir PPA, semuanya yang sudah dengan cepat menangkap pelaku biadab Taufik Hidayat di Majalengka," ujar Dedi dikutip dari Instagram pribadinya.

Dedi berharap Taufik mendapat hukuman sesuai dengan perbuatannya. Menurut dia, dugaan tindakan yang dilakukan Taufik terhadap korban sudah melanggar batas kemanusiaan.

"Semoga saudara Taufik Hidayat mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang melanggar batas-batas kemanusiaan. Saya ucapkan terima kasih, sukses untuk jajaran Polda Jabar," katanya.

5. Terungkapnya kasus ini usai keluarga datangi RSHS

rshs bandung
web.rshs.go.id

Kasus dugaan penculikan, penyekapan, dan penganiayaan YTR ini baru terungkap ketika yang bersangkutan berada di RSHS. Orang tua korban mendapat telepon yang mengabarkan bahwa korban dirawat di RSHS akibat kecelakaan motor. Keluarga kemudian mendatangi rumah sakit dan menemukan kondisi YTR dalam keadaan luka berat.

Ketika dicek oleh keluarga, benar bahwa perempuan yang dirawat adalah YTR yang sudah hilang sekitar tiga tahun. Sebelum hilang kontak, YTR diketahui berkenalan dengan Taufik dalam sebuah konser musik di Kota Bandung, kemudian menjalin hubungan asmara dengannya.

6. Pelaku sempat dikenalkan pada keluarga

WhatsApp Image 2026-06-16 at 18.29.32.jpeg
Hilang Tiga Tahun, Perempuan di Bandung Buta Diduga Dianiaya Kekasih. IDN Times/Istimewa

Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengatakan YTR mulai menjalin hubungan dengan seorang pria bernama Taufik Hidayat pada 2023. Keduanya diketahui bertemu dalam sebuah konser musik di kawasan Tritan Point, Kota Bandung.

Menurut Syahrul, pelaku sempat diperkenalkan kepada keluarga dan datang ke rumah korban di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Namun setelah pertemuan tersebut, komunikasi YTT dengan keluarga perlahan terputus.

"Pernah dibawa ke sini sama teteh. Saat itu ada saya dan mamah. Setelah itu enggak pernah ke sini lagi dan langsung lost contact," kata Syahrul, Selasa (16/6/2026).

Keluarga sempat mendapat informasi bahwa korban bekerja di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Namun selama hampir tiga tahun, mereka tidak mengetahui keberadaan korban maupun aktivitas yang dijalaninya.

7. Kondisi korban mengkhawatirkan, masih dirawat di RSHS

Ilustrasi penculikan (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi penculikan (IDN Times/Sukma Shakti)

YTR kini masih menjalani perawatan medis di RSHS Bandung setelah mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. Syahrul mengatakan, korban sudah menjalani operasi pada bagian kepala dan masih dalam proses pemulihan.

Tim forensik Polda Jabar menemukan beberapa luka lainnya yang mana diduga akibat sundutan rokok di beberapa tubuh korban. Pada pemeriksaan awal didapati mata korban mengalami kebutaan dan kondisinya diperparah dengan enam gigi bagian depan rontok serta bibir korban sumbing.

Kondisi korban saat ini sudah membaik setelah beberapa hari dirawat. Namun, korban masih harus beristirahat dan ada pembatasan kunjungan supaya pemulihan bisa berjalan dengan cepat.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More