Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemerintah Bakal Batasi Tar Rokok, DPRD Jabar Minta Dikaji Dulu

Pemerintah Bakal Batasi Tar Rokok, DPRD Jabar Minta Dikaji Dulu
Tolak Regulasi, Petani Tembakau Jabar Minta Perlindungan Prabowo. IDN Times/Istimewa
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah pusat berencana membatasi kadar nikotin dan tar pada rokok, namun kebijakan ini menuai penolakan dari petani tembakau yang khawatir pendapatan mereka terdampak.
  • Ketua Komisi II DPRD Jabar, Bambang Mujiarto, meminta pemerintah melakukan kajian mendalam agar regulasi tidak memberatkan petani dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat bawah.
  • Petani tembakau di Jawa Barat menolak rancangan aturan baru melalui forum Saung Sawala, menilai pembatasan nikotin dan penyeragaman kemasan dapat mengancam keberlangsungan usaha mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Rencana regulasi pembatasan kadar nikotin dan tar pada rokok oleh pemerintah pusat ternyata menimbulkan polemik di kalangan para petani tembakau. Regulasi pengurangan tar ini dinilai akan menyengsarakan para petani tembakau.

Ketua Komisi II DPRD Jabar, Bambang Mujiarto merespons rencana tersebut dan meminta agar pemerintah pusat melalukan kajian yang mendalam mengenai dampak kepada petani dan perekonomian masyarakat.

"Perlu ada kajian mendalam kaitan dengan regulasi yang akan dikeluarkan pemerintah pusat. Pertimbangkan aspek ekonomi kekinian, apalagi saat ini ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja," kata Bambang saat dikonfirmasi pada Rabu (8/7/2026).

1. Perekonomian petani tembakau bisa terdampak

WhatsApp Image 2026-05-31 at 09.17.41.jpeg
Ilustrasi petani tembakau. (Dok. Istimewa)

Menurut dia, pemerintah harus mempertimbangkan kondisi ekonomi para petani tembakau, khususnya di wilayah Jabar. Seharusnya, kata dia, pemerintah mendukung perekonomian dari para petani tersebut.

"Kalau kemudian di sektor pertanian ini diberlakukan kebijakan maupun peraturan-peraturan yang sangat memberatkan, ya tentu akan melumpuhkan perekonomian masyarakat bawah," kata dia.

"Itu akan menjadi kontribusi untuk kemiskinan baru nantinya, terutama sekali pengangguran terbuka. Kalau sampai dengan peraturan yang tidak mencerminkan keberpihakan terhadap masyarakat diberlakukan," katanya.

2. Protes petani tembakau di Jabar harus disikapi

WhatsApp Image 2026-05-31 at 09.17.38.jpeg
Ilustrasi petani tembakau. (Dok. Istimewa)

Salah satu yang mungkin bisa dilakukan oleh pemerintah kepada para petani tembakau yaitu memberikan pendampingan agar hasilnya bisa berkualitas. Sehingga, kata Bambang, akan berdampak luas kepada pembangunan.

Mengenai adanya protes dari para petani tembakau, Bambang mengungkapkan, nantinya segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membuka ruang diskusi dan audiensi.

"Kalau memang ada ruang untuk diskusi dengan kami, kami sangat senang dan terbuka sekali. Sehingga informasinya akan lebih komprehensif yang akan kami terima, kan gitu," kata dia.

3. Petani tembakau Jabar protes soal pembatasan tar dan nikotin rokok

WhatsApp Image 2026-05-31 at 09.17.40.jpeg
Ilustrasi petani tembakau. (Dok. Istimewa)

Sebelumnya, perwakilan petani tembakau dari sejumlah daerah di Jawa Barat menyatakan penolakan terhadap sejumlah rancangan aturan yang sedang dibahas pemerintah pusat terkait sektor hasil tembakau.

Mereka menilai kebijakan yang diusulkan berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha pertanian tembakau dan pendapatan masyarakat yang bergantung pada komoditas tersebut.

Penolakan disampaikan dalam forum rembuk petani bertajuk Saung Sawala: Menjaga Kedaulatan Tembakau Tatar Sunda yang digelar di Sumedang.

Dalam forum itu, petani menyampaikan kekhawatiran terhadap usulan penyeragaman kemasan produk tembakau, pembatasan kadar nikotin dan tar, serta aturan lain yang dinilai dapat berdampak pada penyerapan hasil panen.

“Kami memperjuangkan penghidupan. Mengapa ada rancangan aturan seperti pembatasan kadar nikotin dan penyeragaman kemasan yang dianggap bisa mematikan tembakau, padahal ini sumber ekonomi petani,” ujar Ketua DPD Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat, Sambas, melalui siaran pers diterima IDN Times, Jumat (12/6/2026).

Menurut Sambas, selama ini hasil budidaya petani tembakau masih terserap industri hasil tembakau sehingga perubahan aturan dinilai perlu mempertimbangkan kondisi di lapangan.

"Tembakau merupakan sumber ekonomi petani dan sampai saat ini hasil budidayanya masih diserap industri," kata dia.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More