Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jabar Belum Berhasil Jual Destinasi Lewat Bandara Kertajati

Jabar Belum Berhasil Jual Destinasi Lewat Bandara Kertajati
ilustrasi turis yang memandang padang hijau. (Freepik/freepik)
Intinya Sih
  • Bandara Internasional Kertajati belum mampu menarik banyak wisatawan mancanegara meski ada kenaikan bulanan, dengan hanya 241 kunjungan pada Mei 2026 dan penurunan tahunan sebesar 6,23 persen.
  • Keterbatasan konektivitas penerbangan internasional, promosi wisata yang belum agresif, serta kurangnya integrasi paket perjalanan menjadi faktor utama rendahnya arus wisatawan asing ke Jawa Barat melalui Kertajati.
  • Dampak ekonomi dari kedatangan wisatawan asing masih minim karena efek berganda bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM belum terasa akibat rendahnya volume kunjungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Majalengka, IDN Times - Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka belum berhasil menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Jawa Barat.

Meski mencatat kenaikan jumlah kedatangan wisatawan asing secara bulanan, volumenya masih terlalu kecil untuk menciptakan dampak ekonomi yang berarti bagi sektor pariwisata dan usaha lokal.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang langsung melalui Bandara Kertajati pada Mei 2026 sebanyak 241 orang.

Angka tersebut meningkat 11,06 persen dibanding April 2026 yang mencapai 217 kunjungan. Namun, secara tahunan jumlah itu justru turun 6,23 persen dibanding Mei 2025 yang tercatat 257 kunjungan.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan kenaikan secara bulanan menunjukkan adanya perbaikan arus kedatangan wisatawan asing.

Meski demikian, tren tahunan yang masih menurun menunjukkan pemanfaatan Kertajati sebagai gerbang internasional Jawa Barat belum mengalami pertumbuhan yang kuat.

“Jumlah kunjungan wisman yang datang langsung melalui Bandara Kertajati pada Mei 2026 tercatat sebanyak 241 kunjungan atau naik 11,06 persen dibanding April 2026. Akan tetapi, secara tahunan masih turun 6,23 persen dibanding Mei tahun lalu,” ujarnya dikutip pada Kamis (9/7/2026).

1. Gerbang internasional belum gerakan ekonomi

Suasana Bandara Kertajati (IDN Times/Umi Kalsum)
Suasana Bandara Kertajati (IDN Times/Umi Kalsum)

Margaretha mengatakan, rendahnya jumlah wisatawan asing yang masuk melalui Kertajati membuat kontribusi ekonomi yang diharapkan dari sektor pariwisata belum berkembang optimal.

Dengan rata-rata hanya sekitar delapan wisatawan asing per hari, potensi belanja di hotel, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga UMKM masih sangat terbatas.

Padahal, sejak penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara Bandung dihentikan pada Oktober 2023, Kertajati menjadi pintu masuk utama penerbangan internasional langsung di Jawa Barat.

Bandara tersebut juga kembali melayani penerbangan internasional sejak Mei 2023 setelah pemerintah mencabut status pandemi Covid-19.

"Perubahan fungsi itu belum diikuti peningkatan arus wisatawan asing dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menunjukkan keberadaan bandara internasional saja belum cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata apabila belum diimbangi dengan tingginya permintaan perjalanan," tuturnya.

2. Tantangan konektivitas dan promosi

Inin Nastain IDN Times/ Petugas bandara Kertajati
Inin Nastain IDN Times/ Petugas bandara Kertajati

Data BPS memperlihatkan hampir separuh wisatawan asing yang masuk melalui Kertajati berasal dari Singapura, yakni mencapai 48,96 persen dari total kunjungan Mei 2026. Selebihnya berasal dari berbagai negara dengan jumlah relatif kecil.

Komposisi tersebut mengindikasikan pasar internasional yang dilayani Kertajati masih terbatas. Di sisi lain, rendahnya jumlah kedatangan juga mencerminkan tantangan yang lebih luas dibanding sekadar operasional bandara.

Margaretha mengatakan, konektivitas penerbangan internasional yang belum banyak, promosi destinasi wisata Jawa Barat belum agresif, serta belum terintegrasinya paket perjalanan, dinilai menjadi faktor yang membatasi masuknya wisatawan asing secara langsung melalui Kertajati.

"Wisatawan yang hendak berkunjung ke Jawa Barat masih memilih masuk melalui bandara lain sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di provinsi tersebut," ujarnya.

3. Efek berganda belum terasa

ilustrasi turis yang berkunjung ke Bhutan (freepik.com/tawatchai07)
ilustrasi turis yang berkunjung ke Bhutan (freepik.com/tawatchai07)

Margaretha mengatakan terbatasnya lalu lintas wisatawan asing menjadi tantangan dalam meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Minimnya kedatangan wisman tidak hanya memengaruhi penerimaan sektor transportasi udara, tetapi juga mengurangi peluang terciptanya efek berganda bagi industri perhotelan, jasa perjalanan, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Harus ada jaringan penerbangan internasional yang lebih luas sekaligus menjual destinasi wisatanya kepada pasar global agar wisatawan menjadikan Kertajati sebagai pintu masuk utama, bukan sekadar alternatif perjalanan," tuturnya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More