Pos Indonesia Gandeng Unpad, Alumni Kini Lebih Mudah Urus Ijazah

- PT Pos Indonesia dan Universitas Padjadjaran menandatangani MoU serta PKS untuk mempermudah alumni mengurus legalisasi ijazah dan dokumen akademik tanpa harus datang ke kampus.
- Kerja sama ini mencakup bidang logistik, pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pemanfaatan produk dan layanan kedua institusi guna memperkuat sinergi dunia pendidikan dan industri.
- Pihak Unpad mengapresiasi transformasi Pos Indonesia yang adaptif terhadap perubahan industri dan menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Bandung, IDN Times – Mengurus legalisasi ijazah atau transkrip akademik sering menjadi tantangan bagi alumni yang tinggal jauh dari kampus. Kondisi ini yang coba dijawab melalui kolaborasi antara PT Pos Indonesia (Persero) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor, Senin (6/7/2026). Kolaborasi ini tak hanya menyentuh layanan logistik, tetapi juga mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
1. Alumni Unpad bakal lebih mudah menerima dokumen akademik

Salah satu implementasi awal kerja sama ini adalah pemanfaatan layanan Pos Indonesia untuk pengiriman berbagai dokumen akademik. Mulai dari legalisasi ijazah, transkrip akademik, hingga surat keterangan pengganti ijazah dan transkrip.
Layanan tersebut diharapkan mempermudah alumni yang berada di berbagai daerah untuk memperoleh dokumen resmi tanpa harus datang langsung ke kampus.
Deputy Executive Vice President Regional 3 Bandung PT Pos Indonesia, Imam Fahrudi, yang mewakili Executive Vice President Regional 3 Rian Syahariany mengatakan, kolaborasi ini menjadi bagian dari transformasi layanan Pos Indonesia yang semakin berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
"Kolaborasi dengan Universitas Padjadjaran merupakan wujud nyata bagaimana layanan logistik dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan akademik sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri," ujar Rian dalam keterangan resminya.
2. Tak hanya logistik, kerja sama mencakup pendidikan hingga riset

Kesepakatan yang diteken kedua pihak tidak hanya mengatur layanan pengiriman surat dan paket. Nota Kesepahaman juga membuka ruang kerja sama yang lebih luas, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pemanfaatan produk dan layanan masing-masing institusi.
Pos Indonesia menilai kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan sektor pendidikan.
"Penandatanganan MoU dan PKS ini menjadi pondasi untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan. Pos Indonesia siap menghadirkan solusi logistik terintegrasi melalui jaringan nasional yang kami miliki," kata Rian.
3. Unpad nilai transformasi Pos Indonesia jadi modal kolaborasi

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, mengapresiasi transformasi yang dilakukan Pos Indonesia dalam menghadapi perubahan industri.
Menurut dia, kemampuan beradaptasi menjadi nilai penting yang membuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha semakin relevan.
Rizky menegaskan, Unpad terus mendorong kemitraan strategis dengan berbagai sektor untuk memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, termasuk pengembangan sumber daya manusia.
Ia optimistis sinergi antara Unpad dan Pos Indonesia dapat menghadirkan layanan yang lebih inovatif, efektif, sekaligus memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak dan masyarakat secara umum," ujarnya.






















