Pekerja Kebut Pekerbaikan Bandara Husein Jelang Pengaktifan Kembali

- Pekerja Bandara Husein Sastranegara kebut perbaikan fasilitas dan tenant baru mulai masuk jelang pengoperasian kembali agar layanan penerbangan berjalan maksimal.
- Pemkot Bandung siapkan infrastruktur pendukung seperti jalan, drainase, dan penerangan sambil menunggu keputusan pusat terkait waktu pasti pembukaan bandara antara Juli–September 2026.
- InJourney Airports matangkan rencana pembukaan delapan rute domestik serta penjajakan rute internasional untuk memperkuat konektivitas udara dan dorong ekonomi Jawa Barat.
Bandung, IDN Times - Sejumlah pekerja di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, terlihat melakukan perbaikan sejak pagi hari. Mulai dari tampak depan hingga bagian dalam bandara diperbaiki agar operasional bandara ini bisa maksimal.
Dari pantauan IDN Times, Jumat (10/7/2026), pengecetan bangunan masih dilakukan. Kendaraan pun masuk dan keluar bandara membawa banyak barang yang nantinya digunakan ketika operasional berlangsung.
Beberapa tenant bahkan sudah mulai masuk seperti Tekko, Excelso, hingga Old Chang Kee. Sementara itu kantin lama yang sudah tutup mulai diperbaiki kembali untuk menghadirkan makanan dan minuman untuk penumpang maupun pekerja di bandara.
1. Ada delapan kota tujuan bisa terbang dari Bandung

Sebanyak delapan destinasi dipastikan bakal kembali dilayani Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung. Destinasi tersebut yaitu Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang dan Pekanbaru.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, urusan operasional penerbangan, seluruhnya menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. Meski demikian, ia mengungkapkan sejumlah rute penerbangan yang diproyeksikan akan dilayani saat Bandara Husein kembali beroperasi.
“Mudah-mudahan nanti bisa terbang ke Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang dan Pekanbaru. Delapan destinasi itu sudah pasti,” tuturnya beberapa waktu lalu.
Selain destinasi dalam negeri, penerbangan internasional tengah dibahas meliputi Singapura, Kuala Lumpur dan Johor Bahru, Malaysia.
2. Infrastuktur penunjang masih dikoordinasikan

Di luar itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung menjelang rencana kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara. Meski keputusan operasional berada di tangan pemerintah pusat, Pemkot memastikan seluruh kesiapan di luar kawasan bandara terus dikebut.
Farhan mengatakan, pemerintah pusat telah memiliki kesepahaman mengenai rencana pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara pada rentang Juli hingga September 2026.
“Alhamdulillah, walaupun kami bukan pembuat keputusan. Presiden, Menteri Perhubungan, Kementerian Pertahanan dan TNI AU semuanya sudah bersepakat untuk mengoperasikan Bandara antara bulan Juli, Agustus atau September. Kami memang masih menunggu,” kata Farhan.
Sembari menanti keputusan resmi, Pemkot Bandung fokus menyelesaikan berbagai pekerjaan infrastruktur di sekitar bandara. Mulai dari perbaikan jalan, drainase, pemangkasan pohon, pemasangan dan perbaikan penerangan jalan umum (PJU) hingga pembaruan marka jalan.
Menurut Farhan, sebagian besar persiapan fisik telah rampung. Namun masih ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait sistem parkir dan pengaturan transportasi di kawasan bandara.
3. Aktifnya Bandara Husein perkuat Konektivitas udara Indonesia

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim mengatakan, seluruh usulan pembukaan rute akan dikoordinasikan bersama para pemangku kepentingan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Rute-rute tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian, khususnya di Jawa Barat,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Untuk itu juga, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports kini tengah mematangkan berbagai persiapan agar bandara tersebut dapat kembali melayani penerbangan domestik maupun internasional secara optimal.
Selain memenuhi standar keamanan, keselamatan dan pelayanan sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan, InJourney Airports juga mulai menjajaki pembukaan berbagai rute penerbangan bersama sejumlah maskapai.
Arie mengatakan, optimalisasi Bandara Husein merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan konektivitas udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Jawa Barat.


















