Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PMI Asal Sukabumi Terbaring Koma di Jeddah, Diduga Alami Tumor Otak

PMI Asal Sukabumi Terbaring Koma di Jeddah, Diduga Alami Tumor Otak
PMI asal Sukabumi terbaring sakit di Arab Saudi (IDN Times/Istimewa)
Intinya Sih
  • Evi Mentari, PMI asal Sukabumi, koma di rumah sakit Jeddah setelah didiagnosis tumor otak dan menjalani dua kali operasi tanpa pemberitahuan keluarga.
  • Evi berangkat ke Arab Saudi pada 2022 menggunakan visa ziarah, sempat bekerja tanpa izin tinggal resmi, hingga akhirnya menjadi pekerja ilegal selama hampir dua tahun.
  • Keluarga telah melapor ke SBMI dan meminta bantuan Gubernur Jawa Barat untuk memulangkan Evi ke Indonesia agar bisa kembali berkumpul dengan anak-anaknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sukabumi, IDN Times - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi, Evi Mentari (37), dikabarkan tengah terbaring koma di sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Ibu tiga anak tersebut didiagnosis menderita tumor otak setelah sempat menjadi pekerja lepasan (kaburan) selama hampir dua tahun.

Suami korban, Erwin Susman (43), warga Jalan RA Kosasih, Gang Mahmud, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, mengungkapkan bahwa istrinya kini sudah menjalani operasi sebanyak dua kali tanpa adanya pemberitahuan resmi kepada pihak keluarga.

1. Berangkat mandiri menggunakan visa ziarah pada 2022

IMG_5859.jpeg
Erwin, suami korban PMI yang sakit di Arab Saudi (IDN Times/Siti Fatimah)

Erwin menceritakan, istrinya bertolak ke Arab Saudi pada akhir November 2022 lalu melalui informasi dari seorang rekan. Karena profesinya sebagai pengemudi ojek online membuat dirinya jarang di rumah, Erwin baru mengetahui rencana tersebut saat diminta menandatangani berkas keberangkatan.

Bukan menggunakan visa kerja resmi melalui perusahaan penempatan (PT), Evi diduga diberangkatkan secara mandiri dengan menggunakan visa ziarah.

"Istri bilang sudah ada yang menjemput di bandara di Arab Saudi, calling visa lah mungkin ya. Setahu saya mah visanya visa ziarah," ujar Erwin saat ditemui di kediamannya, Jumat (10/6/2026).

2. Gaji ditahan majikan hingga memutuskan kabur

IMG_5868.jpeg
Erwin saat menunjukkan foto istrinya, korban TPPO di Arab Saudi (IDN Times/Siti Fatimah)

Pada masa awal bekerja, komunikasi antara Evi dan keluarga di Sukabumi berjalan sangat lancar. Namun, masalah mulai muncul ketika Evi tidak kunjung dibuatkan Iqamah (izin tinggal) oleh sang majikan.

Tak hanya itu, saat masa kerjanya habis, Evi tidak diizinkan pulang ke Indonesia. Hak-haknya berupa gaji selama dua hingga tiga bulan pun ditunda-tunda dan tidak dibayarkan, hingga akhirnya Evi memutuskan untuk melarikan diri.

Setelah keluar dari rumah majikannya, Evi menyambung hidup dengan mengambil pekerjaan serabutan di luar. Selama hampir dua tahun menjadi pekerja ilegal, kondisi ekonominya tidak menentu hingga sering kesulitan untuk makan.

Nahas, di tengah upayanya mengumpulkan uang untuk ongkos pulang, kondisi kesehatan Evi menurun drastis. Ia mulai mengeluhkan sakit pada akhir Mei 2026 dan langsung drop hingga jatuh koma pada bulan Juni 2026. Tim medis di Jeddah menyatakan Evi mengidap tumor otak.

"Keluarga pengen tahu kronologis penyakitnya, tapi pihak dari sana enggak menjelaskan ke saya. Tahu-tahunya sudah dioperasi aja dua kali (tanpa perizinan)," kata Erwin.

4. Keluarga minta bantuan Gubernur untuk pemulangan

IMG_5859.jpeg
Erwin, suami korban PMI yang sakit di Arab Saudi (IDN Times/Siti Fatimah)

Pihak keluarga mengaku telah melaporkan kasus ini ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan sudah menerima kunjungan dari perwakilan pemerintah daerah setempat.

Erwin juga menyampaikan permohonan terbuka kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, agar dapat memfasilitasi proses pemulangan istrinya ke tanah air dalam kondisi apa pun. Kehadiran Evi sangat dinantikan oleh ketiga anak laki-lakinya yang masih kecil dan membutuhkan bimbingan seorang ibu.

"Mohon bantuannya sama Pak Gubernur agar bisa membantu kepulangan istri saya ke Indonesia dalam keadaan hal apa pun. Mudah-mudahan bisa berkumpul kembali dengan keluarga karena anak-anaknya sangat membutuhkan ibunya," tutur Erwin.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More