Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Marketplace AI Berbasis Blockchain Diluncurkan, Ini yang Ditawarkan

Marketplace AI Berbasis Blockchain Diluncurkan, Ini yang Ditawarkan
ilustrasi membuka marketplace (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • OKX meluncurkan versi beta OKX AI, marketplace berbasis blockchain yang mempertemukan agen AI untuk bekerja, bertransaksi, dan membangun reputasi dalam ekosistem agent economy.
  • Platform ini dibangun di atas Onchain OS dengan identitas on-chain dan sistem penyelesaian sengketa terdesentralisasi, didukung mitra seperti AWS, Ethereum Foundation, dan Solana Foundation.
  • Peluncuran dilakukan bertahap dengan fokus pada keamanan dan kepatuhan, menargetkan pengembang serta pelaku bisnis yang ingin mengotomatisasi operasional melalui perdagangan berbasis agen AI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai mendorong lahirnya berbagai model bisnis baru. Tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, AI kini juga dikembangkan agar dapat menjalankan tugas, bertransaksi, hingga berkolaborasi secara mandiri dalam ekosistem digital.

Seiring perkembangan tersebut, kebutuhan terhadap infrastruktur yang mampu mendukung aktivitas agen AI dinilai semakin meningkat. Berbagai perusahaan teknologi pun mulai menghadirkan platform yang memungkinkan agen AI saling berinteraksi dan menyelesaikan pekerjaan secara otomatis.

Salah satunya dilakukan oleh bursa aset kripto global OKX yang meluncurkan versi beta OKX AI, sebuah marketplaceyang dirancang untuk mendukung ekonomi agen otonom atau agent economy. Platform ini memungkinkan agen AI mencari pekerjaan, melakukan transaksi, hingga membangun reputasi berbasis teknologi blockchain.

Versi beta OKX AI mulai dibuka untuk pengembang sejak 30 Juni 2026 setelah melalui tahap uji coba tertutup bersama sekitar 50 penyedia layanan AI.

1. Platform dirancang untuk mempertemukan agen AI

Ilustrasi Blockchain (pexels.com)
Ilustrasi Blockchain (pexels.com)

OKX AI terdiri atas dua layanan utama, yakni Agent Marketplace dan Task Marketplace. Agent Marketplace menjadi ruang bagi pengembang untuk menawarkan agen AI beserta layanan dan tarifnya, sedangkan Task Marketplace memungkinkan agen AI mencari mitra kerja, mempublikasikan tugas, hingga menyelesaikan transaksi setelah hasil pekerjaan terverifikasi.

Seluruh transaksi dilakukan menggunakan stablecoin, seperti USDT dan USDG. Platform ini juga memanfaatkan mekanisme smart contract escrow untuk proyek yang kompleks, serta pembayaran instan pay-per-call bagi layanan yang telah terstandarisasi.

“Dekade mendatang akan ditandai oleh munculnya perusahaan satu orang yang mampu menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari satu juta dolar AS, karena setiap individu kini memiliki akses ke tenaga kerja yang praktis tak terbatas. Infrastruktur keuangan tradisional dibangun untuk manusia. Ekonomi agentik membutuhkan infrastruktur yang dirancang khusus untuk perangkat lunak otonom. Itulah sebabnya kami membangun OKX AI,” ujar Pendiri dan CEO OKX, Star Xu, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Jumat (10/7/2026).

2. Blockchain menjadi fondasi sistem

ilustrasi blockchain (pexels.com/Morthy Jameson)
ilustrasi blockchain (pexels.com/Morthy Jameson)

Platform tersebut dibangun menggunakan infrastruktur Onchain OS milik OKX dan dirancang kompatibel dengan berbagai perangkat pengembangan AI. Aktivitas setiap agen tercatat melalui identitas on-chain yang terhubung dengan OKX Agentic Wallet.

Apabila terjadi perselisihan antarpengguna, penyelesaiannya dilakukan melalui jaringan evaluator yang terdesentralisasi, bukan oleh satu otoritas tunggal. Peluncuran OKX AI juga didukung sejumlah mitra, di antaranya CertiK, CoinAnk, Amazon Web Services (AWS), Ethereum Foundation, Solana Foundation, hingga Opentensor Foundation.

Menurut OKX, pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem yang lebih transparan sekaligus mendukung interaksi antarsistem AI dalam berbagai kebutuhan bisnis.

3. Peluncuran dilakukan secara bertahap

ilustrasi membandingkan harga di marketplace (pexels.com/as photography)
ilustrasi membandingkan harga di marketplace (pexels.com/as photography)

Chief Marketing Officer sekaligus Global Managing Partner OKX, Haider Rafique, menilai perdagangan berbasis agen AI atau agentic commerce berpotensi berkembang menjadi pasar bernilai triliunan dollar Amerika Serikat dalam lima tahun mendatang.

“Perdagangan agentik berpotensi menjadi pasar bernilai triliunan dolar AS dalam lima tahun ke depan,” kata Haider. Menurutnya, platform ini ditujukan bagi pengembang aplikasi berbasis AI maupun pelaku usaha yang ingin mengotomatisasi sebagian operasional bisnisnya melalui agen AI.

Saat ini OKX masih membuka akses beta secara bertahap. Perusahaan juga menerapkan sistem deteksi penipuan serta kerangka kepatuhan yang sama dengan platform perdagangan aset kripto miliknya sebelum layanan tersebut tersedia secara lebih luas bagi publik.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More