220 Becak Listrik Bantuan Presiden Mulai Mengaspal di Sumedang

- Sebanyak 220 becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto mulai digunakan pengemudi becak di Sumedang, dengan prioritas bagi pengemudi lanjut usia.
- Penerima mendapat pelatihan penggunaan dan perawatan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan gratis, serta rencana charging station di Taman Endog bersama PLN.
- Pemkab Sumedang mendorong pembayaran QRIS melalui dukungan Bank BJB, sekaligus meminta pengemudi menghadirkan layanan yang ramah, bersih, tertib, dan modern.
Sumedang, IDN Times - Sebanyak 220 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto mulai digunakan para pengemudi becak di Kabupaten Sumedang. Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah becak tradisional menjadi moda transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Penyaluran becak listrik dilakukan di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (10/9/2026). Bantuan diprioritaskan bagi pengemudi becak lanjut usia yang selama ini mengandalkan kekuatan fisik untuk mencari nafkah.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, bantuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pemberian kendaraan. Menurutnya, becak listrik merupakan bentuk perhatian Presiden terhadap para pengemudi yang selama ini bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Bantuan ini bukan sekadar pemberian alat transportasi. Ini merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian Bapak Presiden kepada para pengemudi becak, sekaligus penghargaan atas kerja keras mereka selama ini," ujar Dony melalui siaran pers dikutip IDN Times, Jumat (11/9/2026).
1. Becak listrik untuk menaikkan kelas transportasi

220 Becak Listrik Bantuan Presiden Mulai Mengaspal di Sumedang. Dok Pemkab Sumedang Dony mengatakan, kehadiran becak listrik harus menjadi momentum untuk meningkatkan kelas transportasi becak di Sumedang. Becak tidak hanya dipandang sebagai kendaraan untuk mengantarkan penumpang, tetapi juga bagian dari wajah pelayanan masyarakat.
Menurutnya, para pengemudi memiliki peran penting dalam membangun kesan masyarakat terhadap Sumedang. Karena itu, ia meminta pelayanan kepada penumpang turut menjadi perhatian.
"Becak di Sumedang harus berbeda dan mengikuti perkembangan zaman. Jangan hanya menjadi alat transportasi, tetapi harus menjadi simbol keramahan masyarakat Sumedang," tegasnya.
Dony meminta para pengemudi membangun kebiasaan sederhana saat melayani penumpang, seperti memberikan senyum, salam, dan sapa.
"Siapa pun yang naik becak, biasakan senyum, salam, dan sapa. Jangan hanya mengantarkan orang sampai tujuan, tetapi berikan pengalaman yang baik. Orang akan terkesan ketika mereka disambut dengan ramah," katanya.
2. Pengemudi dibekali pelatihan dan perlindungan

220 Becak Listrik Bantuan Presiden Mulai Mengaspal di Sumedang. Dok Pemkab Sumedang Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan bantuan tidak berhenti pada penyerahan kendaraan. Para penerima terlebih dahulu mendapatkan pelatihan dan panduan penggunaan agar becak listrik dapat dimanfaatkan sekaligus dirawat dengan baik.
Dony meminta para penerima menjaga kondisi kendaraan sehingga bantuan tersebut bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi mereka dan keluarga.
"Saya yakin para penerima akan memanfaatkan dan merawat becak ini dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk hal-hal yang baik, jaga kebersihan dan kondisinya, karena bantuan ini harus memberikan manfaat yang panjang bagi penerima dan keluarganya," ujarnya.
Selain kendaraan, 220 pengemudi penerima bantuan juga akan difasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis. Fasilitas tersebut diberikan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi pengemudi yang selama ini bekerja di sektor informal.
Pemkab Sumedang juga menyiapkan fasilitas pengisian daya atau charging station yang direncanakan berada di kawasan Taman Endog melalui kerja sama dengan PT PLN.
3. Pembayaran becak didorong pakai QRIS

ilustrasi QRIS (Jaringanprima.co.id) Transformasi becak listrik juga akan menyentuh sistem pembayaran. Pemkab Sumedang mendorong seluruh becak bantuan tersebut dilengkapi pembayaran digital menggunakan QRIS dengan dukungan Bank BJB Sumedang.
Dony menilai digitalisasi penting agar transportasi becak di Sumedang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memudahkan masyarakat ketika menggunakan jasanya.
"Becak Sumedang harus lain dari yang lain. Kita ingin becak ini mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam sistem pembayarannya. Dengan QRIS, masyarakat akan lebih mudah membayar secara digital dan pengemudi juga semakin terbiasa dengan ekosistem ekonomi digital," katanya.
Dony berharap keberadaan becak listrik tidak berhenti sebagai program bantuan kendaraan. Ia ingin transformasi tersebut berkembang menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi sekaligus memperkuat karakter Sumedang sebagai daerah yang ramah, inovatif, dan adaptif.
"Rawat dengan baik, manfaatkan untuk mencari rezeki yang halal, dan jadikan becak ini bagian dari wajah Sumedang. Becak harus bersih, ramah, tertib, modern, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.

















