Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Platform Trading Kini Dituntut Lebih Fleksibel, Ini Alasannya

Kota Bandung
Platform Trading Kini Dituntut Lebih Fleksibel, Ini Alasannya
ilustrasi trading (unsplash.com/Coinstash Australia)
  • Perubahan teknologi mendorong trader ritel beralih ke seluler dan web, sehingga fleksibilitas lintas perangkat, fitur otomatis, integrasi API, serta pengelolaan posisi menjadi ekspektasi utama platform.
  • Terminal berbasis browser memungkinkan trading tanpa instalasi aplikasi tambahan. JustMarkets WebTerminal menyediakan akses akun MT5 melalui Area Personal, dilengkapi grafik, indikator, sentimen pasar, margin, dan pengaturan order.
  • Kemudahan akses tidak menghapus risiko CFD: ASIC mencatat 68,42 persen klien ritel Australia merugi pada 2023/24. Regulator membatasi leverage dan menerapkan perlindungan untuk mengendalikan risiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Perkembangan teknologi mengubah cara trader ritel mengakses pasar keuangan. Jika sebelumnya aktivitas trading banyak dilakukan melalui terminal yang terpasang di komputer desktop, kini perangkat seluler dan platform berbasis web semakin menjadi bagian dari pengalaman trading.

Finance Magnates Intelligence memperkirakan perangkat seluler menyumbang 64,6 persen transaksi trading ritel pada 2025. Sementara itu, survei Financial Lives 2024 dari Financial Conduct Authority (FCA) mencatat 1,6 juta orang dewasa di Inggris menggunakan aplikasi trading, dengan 47 persen di antaranya berada pada kelompok usia 18–34 tahun.

Perubahan tersebut membuat fleksibilitas akses ikut menjadi bagian dari pertimbangan ketika trader memilih platform. Fleksibilitas tidak hanya berkaitan dengan perangkat yang digunakan, tetapi juga kemampuan platform menyesuaikan kebutuhan dan gaya trading penggunanya.

Mordor Intelligence memperkirakan pasar platform trading online mencapai USD12,57 miliar pada 2026 dan berpotensi meningkat menjadi USD18,18 miliar pada 2031. Penerapan teknologi cloud juga diperkirakan telah menyumbang 63,42 persen dari pasar pada 2025.

  1. 1. Fleksibilitas mulai menjadi standar platform trading

    Platform Trading Kini Dituntut Lebih Fleksibel
    Platform Trading Kini Dituntut Lebih Fleksibel (Dok. Justmarkets)

    Fleksibilitas dalam trading dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan posisi, integrasi API, copy trading, solusi trading otomatis, hingga kemampuan berpindah antara platform desktop, seluler, dan web.

    Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran ekspektasi pengguna. Teknologi trading tidak lagi sekadar menyediakan akses ke pasar, tetapi dituntut dapat mengikuti kebiasaan dan kebutuhan trader dalam menjalankan aktivitasnya.

    Salah satu bentuk fleksibilitas yang berkembang adalah terminal berbasis browser. Model ini memungkinkan pengguna mengakses aktivitas trading tanpa harus memasang aplikasi khusus, sehingga lebih praktis ketika perangkat yang digunakan memiliki sistem operasi atau konfigurasi berbeda.

  2. 2. Terminal berbasis browser menawarkan akses yang lebih praktis

    ilustrasi trading (unsplash.com/Behnam Norouzi)
    ilustrasi trading (unsplash.com/Behnam Norouzi)

    Terminal browser berada di antara platform desktop yang harus di-install dan aplikasi trading seluler. Pengguna dapat mengaksesnya melalui browser, sehingga kebutuhan untuk memasang perangkat lunak tambahan dapat diminimalkan, termasuk ketika aktivitas trading dilakukan dari laptop kerja maupun komputer pribadi.

    Salah satu contoh pendekatan tersebut ditawarkan JustMarkets melalui WebTerminal. Layanan ini memungkinkan pengguna melakukan trading pada akun MT5 secara langsung dari Area Personal tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

    WebTerminal tersebut dilengkapi sejumlah fitur untuk mendukung aktivitas trading, seperti grafik dengan indikator dan alat bantu gambar, informasi volume dalam lot maupun unit aset, deskripsi instrumen, sentimen pasar, perubahan jadwal trading, level margin, pengelolaan banyak posisi, hingga pengaturan order tertunda.

  3. 3. Akses yang mudah tetap membutuhkan pengelolaan risiko

    ilustrasi trading (unsplash.com/Kanchanara)
    ilustrasi trading (unsplash.com/Kanchanara)

    Kemudahan mengakses pasar tidak serta-merta menghilangkan risiko dalam trading. Data Australian Securities and Investments Commission (ASIC) menunjukkan 133.674 klien ritel di Australia mengalami kerugian dari trading CFD pada tahun fiskal 2023/24. Total kerugian bersihnya melebihi AUD458 juta, sementara 68,42 persen klien ritel mengalami kerugian pada akhir periode tersebut.

    Penelitian Kalda dan sejumlah peneliti lain yang diterbitkan National Bureau of Economic Research (NBER) juga menemukan adanya kaitan antara trading melalui smartphone dengan pengambilan risiko yang lebih besar serta perilaku mengejar imbal hasil yang lebih kuat. Artinya, fleksibilitas akses perlu dibedakan dari kemampuan mengelola risiko.

    Regulator pun menerapkan sejumlah aturan struktural untuk membatasi risiko tersebut. FCA membatasi leverage ritel pada rentang 30:1 hingga 2:1 berdasarkan aset acuan, sedangkan European Securities and Markets Authority (ESMA) menerapkan ketentuan seperti margin close-out dan perlindungan saldo negatif. Aturan dapat berbeda berdasarkan yurisdiksi dan penyedia layanan.

    Pada akhirnya, fleksibilitas telah bergeser dari sekadar fitur pembeda menjadi salah satu ekspektasi dasar dalam platform trading. Tantangannya bukan hanya menyediakan akses yang mudah, tetapi memastikan platform tetap mampu memberikan fungsi yang relevan ketika kebutuhan pengguna berkembang.

    JustMarkets WebTerminal menjadi salah satu contoh respons terhadap perubahan tersebut dengan menghadirkan akses trading melalui browser. Namun, kemudahan akses tetap perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap karakteristik CFD sebagai instrumen berleverage yang nilainya dapat berubah akibat pergerakan relatif kecil pada pasar acuan.

    Peringatan Risiko: Trading instrumen keuangan melibatkan risiko yang signifikan dan mungkin tidak cocok untuk semua investor. Kondisi pasar bisa berubah dengan cepat dan kerugian bisa melebihi jumlah deposit. Pastikan Anda memahami risiko yang ada dan trading dengan penuh tanggung jawab.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More