Farhan Tepis Rumor Keretakan dengan Erwin, Klaim Komunikasi Aman

- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membantah rumor keretakan dengan Wakil Wali Kota Erwin, menyatakan komunikasi mereka aman dan hubungan tetap baik.
- Farhan menyebut Erwin masih menerima agenda pemerintahan, terutama kegiatan keagamaan dan sosial, serta pernah didelegasikan mewakili wali kota dalam audiensi dengan Komisi II DPR RI.
- Sebelumnya Erwin mengaku kurang dilibatkan dalam pembahasan program pemerintah; DPRD Bandung memilih fokus mengawal visi-misi dan pembangunan yang bermanfaat bagi warga.
Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menepis rumor keretakan hubungan dengan wakilnya, Erwin. Politikus Partai NasDem itu mengklaim komunikasi dengan Erwin masih terjalin dan tetap dapat porsi agenda pemerintahan.
Farhan mengatakan, berdasarkan laporan harian yang didapatkannya, Erwin tetap mendapatkan beberapa agenda pemerintahan, namun memang mayoritas kegiatan yang dihadiri kebanyakan undangan keagamaan dan sosial.
"Ada agenda. Kalau saya ikutin mah kan acara-acara keagamaan, acara sosial masih masih masih ada. Kan saya tiap hari dapat laporan. Tidak ada larangan itu, Pak. Boleh-boleh saja," kata Farhan kepada awak media dikutip, Kamis (10/9/2026).
1. Klaim komunikasi aman

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno Disinggung mengenai kegiatan lain yang didelegasikan untuk Erwin, Farhan mengklaim hal tersebut masih ada, dan dibuktikan dalam beberapa kegiatan yang mana Wakil Wali Kota Bandung hadir dalam rapat audiensi dengan DPR RI.
"Ada lah, pendelegasian tugasnya. Ada Delegasi untuk waktu itu kan terakhir yang lumayan sangat serius ya. Itu adalah mewakili wali kota beraudiensi dan rapat dengar pendapat dengan Komisi 2 DPR RI. Itu mah serius pisan itu. Di Bandung," ujar dia.
Mengenai komunikasi dengan Erwin, Farhan kembali menegaskan, sampai saat ini tidak ada masalah tersebut. Hubungannya dengan wakil wali kota ditegaskannya dalam kondisi baik.
"Aman, Insya Allah," kata dia.
2. Erwin sebelumnya pasrah dengan kondisi tersebut

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Dok Istimewa Sebelumnya, Erwin mengaku tidak banyak dilibatkan dalam pembahasan program pemerintahan. Hal ini disampaikan setelah Kejari Kota Bandung menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan penyalahgunaan wewenang pada 3 Juni 2026.
Menurut Erwin, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses yang harus dijalani. Ia memilih tetap fokus menjalankan tugas sebagai wakil kepala daerah dan berharap hubungan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dapat kembali harmonis.
"Tidak. Saya tidak boleh sedih dan tidak boleh menyesal. Saya tetap memiliki tugas dan harus tetap berada di jalur yang benar," ujar Erwin.
3. DPRD sempat soroti hubungan keduanya

Wakil Wali Kota Bandung Erwin. (Humas Pemkot Bandung) Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi pun sempat merespons kondisi tersebut. Namun, dia memilih tidak ikut masuk ke dalam dinamika internal kedua pimpinan daerah tersebut.
Menurut Asep, yang paling penting saat ini bukan polemik yang berkembang, melainkan bagaimana Pemerintah Kota Bandung mampu mewujudkan visi misi dan menjawab berbagai persoalan yang masih menjadi keluhan masyarakat.
Asep mengatakan DPRD memiliki tugas untuk memastikan visi misi kepala daerah diterjemahkan ke dalam program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Karena itu, pihaknya tidak ingin terlalu jauh mengomentari pengakuan Erwin yang sebelumnya menyebut dirinya tidak banyak dilibatkan dalam pembahasan program maupun kebijakan strategis pemerintahan.
"Kalau saya dari DPRD tentu fokusnya memastikan apa yang menjadi visi misi dan rencana pembangunan itu betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat," kata Asep.


















