Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ikut Serta GIIAS Bandung, BYD Klaim Jabar Menjadi Lumbung Penjualan

Kota Bandung
Ikut Serta GIIAS Bandung, BYD Klaim Jabar Menjadi Lumbung Penjualan
Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • BYD mengklaim Jawa Barat menjadi lumbung penjualan NEV, dengan penjualan kumulatif lebih dari 12.000 unit sejak 2024 hingga Juli 2026 dan pangsa pasar EV di atas 36 persen.
  • BYD meresmikan pabrik di Subang berkapasitas 150.000 unit per tahun, mencatat produksi lokal unit ke-100.000, serta menargetkan TKDN 60 persen dan perakitan baterai domestik pada Januari 2027.
  • Dalam GIIAS Bandung 2026, BYD menampilkan M6 EV, M6 DM, dan ATTO 1, didukung 20 diler di Jabar yang ditargetkan bertambah menjadi 31 lokasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - PT BYD Motor Indonesia mengklaim Jawa Barat menjadi provinsi lumbung penjualan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV). Hal ini juga berdasarkan menyusul peresmian pabrik manufaktur pertamanya di Subang pada awal September.

Berdasarkan data yang dimiliki BYD, tercatat sejak mulai dipasarkan pada 2024 hingga Juli 2026, penjualan kumulatif mobil asal Tiongkok itu telah melampaui 12.000 unit di Jabar. Angka tersebut menyumbang lebih dari 36 persen pangsa pasar kendaraan listrik di Jawa Barat.

  1. 1. Lebih dari 12.000 unit tersebar di Jabar

    IMG_20260909_154617.jpg
    Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao mengungkapkan, antusiasme warga Jawa Barat terhadap kendaraan listrik kian meningkat. Hal tersebut tercermin berdasarkan data penjual yang dimiliki selama tiga tahun terakhir.

    "Dengan lebih dari 12.000 unit yang beredar di Jabar, kehadiran kami di GIIAS Bandung mendekatkan ragam pilihan Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM) yang cocok dengan kebutuhan mobilitas keluarga," ujar Eagle, Kamis (10/9/2026).

    Untuk mendukung penetrasi tersebut, BYD telah mengoperasikan 20 dealer resmi di Jawa Barat dan menargetkan ekspansi hingga 31 lokasi. Pabrikan asal Tiongkok ini memamerkan jajaran EV dan Dual Mode usai meresmikan pabrik berkapasitas 150.000 unit di Subang.

  2. 2. BYD mencatatkan total penjualan 40.700 unit sepanjang Januari–Agustus 2026

    IMG_20260909_154825.jpg
    Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Saat ini BYD turut mengikuti ajang GIIAS Bandung 2026, di mana kegiatan ini bertepatan dengan penguatan produksi lokal. Pada 3 September 2026, BYD meresmikan fasilitas manufaktur di Subang dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun.

    Fasilitas ini menandai pencapaian produksi unit ke-100.000 secara lokal melalui model BYD M6 DM, dengan target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 60 persen pada Januari 2027 serta perakitan baterai domestik.

    Secara nasional, BYD mencatatkan total penjualan 40.700 unit sepanjang Januari–Agustus 2026, atau setara 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional. Model MPV keluarga BYD M6 sendiri telah digunakan lebih dari 28.000 keluarga di tanah air.

  3. 3. BYD tampilan unit unggulan di GIIAS Bandung

    Suasana seremoni pembukaan resmi GIIAS Bandung 2026 di lokasi pameran otomotif bersama para tamu undangan.
    Seremoni pembukaan GIIAS Bandung 2026 (Dok. Istimewa)

    Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa varian M6 DM dihadirkan untuk menjawab kebutuhan perjalanan jarak jauh. Varian ini menggabungkan motor listrik sebagai penggerak utama dengan cadangan mesin bensin.

    "Di GIIAS Bandung 2026 yang bertema 'Green Future, Smart Emotion', BYD menampilkan lini unggulan seperti BYD M6 EV 2026, BYD M6 DM, dan BYD ATTO 1, lengkap dengan area uji berkendara (test drive) serta program edukasi untuk pelajar dan komunitas otomotif," kata Luther.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More