Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Marak Konten Pamer Hasil Trading, Cek 3 Hal Ini Dulu Biar Gak Rugi

Kota Bandung
Marak Konten Pamer Hasil Trading, Cek 3 Hal Ini Dulu Biar Gak Rugi
ilustrasi forex trading (Freepik.com/Freepik)
  • Calon trader diminta menelusuri sumber pendapatan pihak yang memamerkan profit, termasuk kemungkinan komisi Introducing Broker dari referral dan aktivitas nasabah.
  • Sebelum deposit, pahami mekanisme eksekusi order broker karena transaksi dapat dikelola internal dan berpotensi memunculkan konflik kepentingan bagi broker maupun IB.
  • Konten profit dan gaya hidup bukan jaminan cuan; periksa legalitas, biaya, eksekusi, serta skema komisi karena trading forex berisiko tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Konten pamer profit trading forex, saldo rekening, mobil mewah hingga liburan ke luar negeri kerap berseliweran di media sosial. Bagi sebagian orang, unggahan semacam ini bisa membuat trading terlihat seperti cara cepat untuk mendapatkan banyak uang.

Padahal, sebelum ikut membuka akun dan menyetor dana, ada sejumlah hal yang perlu dipahami. Jangan sampai keputusan trading hanya dibuat karena tergiur gaya hidup yang ditampilkan seseorang di media sosial.

Influencer dan investor Alvin Tanasta mengingatkan calon trader agar tidak hanya melihat besarnya keuntungan yang ditampilkan. Menurutnya, masyarakat juga perlu memahami bagaimana seseorang memperoleh penghasilan dan apa kepentingannya ketika mengajak orang lain ikut trading.

“Jangan hanya melihat berapa profit yang ditampilkan. Lihat juga bagaimana orang tersebut menghasilkan uang dan apa kepentingannya ketika mengajak kita trading,” kata Alvin melalui siaran pers dikutip IDN Times, Senin (7/9/2026).

  1. 1. Cek dari mana sebenarnya uang yang dihasilkan

    Mengelola emosi dan disiplin pada trading plan menjadi kunci utama investor muda dalam menghadapi fluktuasi harga saham di pasar modal.
    Mengelola emosi dan disiplin pada trading plan menjadi kunci utama investor muda dalam menghadapi fluktuasi harga saham di pasar modal. (Pexels/Burak The Weekender)

    Sebelum percaya pada seseorang yang mengaku sukses dari trading, calon trader perlu melihat lebih jauh sumber pendapatannya. Dalam bisnis forex terdapat istilah Introducing Broker (IB), yakni pihak yang membawa atau mereferensikan nasabah kepada broker. Dalam skema tertentu, IB dapat memperoleh komisi berdasarkan aktivitas trading dari nasabah yang mereka referensikan.

    Artinya, penghasilan seseorang yang aktif mengajak orang lain trading belum tentu hanya berasal dari aktivitas trading pribadinya. Ada kemungkinan terdapat pemasukan lain yang berkaitan dengan referral maupun aktivitas nasabah. Karena itu, calon trader perlu memahami apakah orang yang memberikan rekomendasi juga mendapatkan keuntungan ketika seseorang mendaftar atau aktif melakukan transaksi melalui referral tersebut.

    Hal ini bukan berarti setiap IB merupakan penipuan. Namun, mengetahui sumber pendapatan bisa membantu calon trader melihat apakah terdapat kepentingan bisnis di balik sebuah ajakan trading.

  2. 2. Pahami ke mana transaksi trader diproses

    Seorang trader sedang menganalisis pergerakan grafik bursa saham di laptop
    Ilustrasi seorang trader sedang menganalisis pergerakan grafik bursa saham di laptop. (pxhere.com)

    Jangan berhenti pada pertanyaan apakah broker terlihat legal atau memiliki aplikasi yang mudah digunakan. Calon trader juga perlu memahami bagaimana broker menangani transaksi nasabah.

    Ketika seorang trader membuka posisi, misalnya long gold atau XAUUSD dengan leverage, transaksi tersebut belum tentu selalu diteruskan secara langsung kepada Liquidity Provider (LP) atau pihak eksternal.

    Dalam model bisnis tertentu, posisi nasabah dapat dikelola secara internal oleh broker. Kondisi tersebut membuat calon trader perlu mengetahui mekanisme eksekusi order yang diterapkan broker sebelum menyetorkan dana.

    Sebab, struktur tersebut dapat menimbulkan potensi konflik kepentingan. Dalam kondisi tertentu, kerugian nasabah bisa berkaitan dengan keuntungan pihak yang berada di sisi berlawanan dari transaksi.

    Potensi konflik juga perlu diperhatikan ketika pendapatan IB bergantung pada volume atau aktivitas transaksi nasabah. Semakin banyak aktivitas transaksi, semakin besar pula potensi komisi yang diterima dalam skema tertentu.

  3. 3. Jangan jadikan flexing sebagai bukti bisa cuan

    ilustrasi trader (freepik.com/tonodiaz)
    ilustrasi trader (freepik.com/tonodiaz)

    Hal terakhir yang tak kalah penting adalah memisahkan antara gaya hidup yang ditampilkan dan risiko trading yang sebenarnya. Foto profit, saldo besar, mobil mewah atau perjalanan ke luar negeri bukan jaminan seseorang akan mendapatkan hasil serupa jika mengikuti ajakan trading. Terlebih, konten media sosial umumnya hanya menampilkan bagian yang ingin diperlihatkan kepada masyarakat.

    Pola semacam itu juga bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran. Setelah mendapatkan perhatian melalui konten profit dan gaya hidup, masyarakat dapat diarahkan menuju komunitas, edukasi atau tautan referral broker.

    Karena itu, calon trader perlu memeriksa beberapa hal sebelum melakukan deposit, mulai dari legalitas broker, status pihak yang menawarkan, biaya transaksi, mekanisme eksekusi order hingga skema komisi.

    Trading forex juga memiliki risiko tinggi. Jangan sampai keputusan menggunakan uang pribadi dibuat hanya berdasarkan satu-dua tangkapan layar keuntungan atau cerita sukses seseorang.

    Pada akhirnya, menjadi IB bukan berarti seseorang otomatis melakukan penipuan. Yang perlu diperhatikan adalah seberapa transparan sumber pendapatan, mekanisme transaksi dan potensi konflik kepentingannya dijelaskan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More