663 Penumpang Garuda Dialihkan ke Kertajati akibat Anak Krakatau

- Dua penerbangan Garuda Indonesia dari Madinah dan Jeddah dialihkan dari Soekarno-Hatta ke Kertajati pada 6 September 2026, membawa total 663 penumpang.
- Kertajati dipilih setelah pemeriksaan memastikan landasan dan area operasional belum terdampak abu vulkanik; personel serta fasilitas bandara disiagakan untuk melayani pengalihan.
- Aktivitas Anak Krakatau menyebarkan abu hingga 14,6 kilometer ke arah barat-barat daya, mengganggu ruang udara dan berdampak pada sedikitnya 373 penerbangan.
Majalengka, IDN Times- Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menerima pengalihan dua penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi yang semula dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kedua penerbangan tersebut membawa total 663 penumpang.
Pengalihan dilakukan pada Minggu (6/9/2026) setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik mengganggu ruang udara dan operasional sejumlah bandara di wilayah barat Indonesia.
Dua penerbangan yang dialihkan masing-masing adalah GA 961 dari Madinah dengan 356 penumpang dan GA 983 dari Jeddah yang membawa 307 penumpang. Pesawat GA 961 mendarat di Kertajati sekitar pukul 14.25 WIB, sedangkan GA 983 tiba sekitar pukul 15.00 WIB.
1. Kertajati jadi bandara alternatif

Penyambutan Scoot di BIJB. (IDN Times/Inin Nastain) Pengalihan tersebut menjadikan Kertajati sebagai salah satu pilihan untuk melayani penerbangan yang terdampak gangguan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penggunaan Kertajati dilakukan setelah pemeriksaan terhadap kondisi bandara. Hasil pemeriksaan menunjukkan area Kertajati belum terdampak abu vulkanik.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi landasan dan area operasional tetap memenuhi aspek keselamatan penerbangan,” kata Dudy dalam keterangan tertulis, Minggu (7/9/2026).
Pemeriksaan menjadi bagian dari pertimbangan dalam memastikan operasional penerbangan di Kertajati tetap memenuhi aspek keselamatan.
2. Dua pesawat dari Madinah dan Jeddah

Inin Nastain IDN Times/ suasana BIJB Kamis (8/8/2024) Penerbangan GA 961 berangkat dari Madinah menuju Indonesia dengan membawa 356 penumpang. Pesawat tersebut kemudian mendarat di Kertajati pada sekitar pukul 14.25 WIB.
Sekitar 35 menit kemudian, penerbangan GA 983 dari Jeddah tiba di bandara yang sama. Pesawat tersebut mengangkut 307 penumpang.
Dalam hal itu, terdapat 663 penumpang dari dua penerbangan Garuda Indonesia yang tiba di Kertajati setelah rencana pendaratan di Soekarno-Hatta dialihkan.
Pengelola BIJB Kertajati menyatakan personel dan fasilitas bandara disiagakan untuk melayani penerbangan yang mengalami pengalihan akibat kondisi ruang udara.
3. Abu vulkanik capai 14,6 kilometer

Gunung Anak Krakatau (commons.wikimedia.org/Uprising) Aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai berlangsung secara menerus sejak Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh, dentuman, dan fenomena lava fountain.
Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sebaran abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 14,6 kilometer atau FL480. Abu terpantau bergerak dominan ke arah barat hingga barat daya.
Kondisi tersebut berdampak terhadap sektor penerbangan. Sejumlah bandara harus menutup atau memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan karena kondisi ruang udara dinilai tidak aman untuk penerbangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat sedikitnya 373 penerbangan terdampak hingga pukul 10.35 WIB pada Minggu (6/9/2026). Gangguan tersebut berkaitan dengan penutupan sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.


















