1.300 Penumpang Batal Berangkat dari Bandara Husein Bandung

- Kementerian Perhubungan menghentikan sementara penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Delapan penerbangan menuju Denpasar, Balikpapan, dan Surabaya terdampak, dengan estimasi 1.300 penumpang; operasional dihentikan pada pukul 12.07-16.00 WIB.
- Sejumlah pesawat dari Bali dan Surabaya gagal mendarat dan kembali ke bandara asal; maskapai menawarkan pengembalian dana atau penjadwalan ulang kepada penumpang.
Bandung, IDN Times - Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dihentikan sementara oleh Kementerian Perhubungan dikarenakan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau sudah mencapai kawasan ini.
Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia Arie Ahsanurrohim mengatakan, ada delapan penerbangan terdampak.
"Ada delapan flight (penerbangan) terdampak, estimasi 1.300 pax," katanya, Minggu (6/8/2026).
Menurut Arie, delapan penerbangan itu memiliki tujuan ke beberapa kota di Indonesia seperti Denpasar, Balikpapan dan Surabaya.
Dia menambahkan, penerbangan ditunda hingga sore nanti. "BDO menghentikan aktivitas penerbangan dari pukul 12.07-16.00 WIB," tuturnya.
Terkait nasib perjalanan penumpang, Arie sebut statusnya seperti Bandara Soekarno Hatta.
Dari pantauan, setidaknya ada empat penerbangan yang rencana turun di Bandung dari Bali dan Surabaya. Namun, karena adanya abu vulkanik pesawat yang sudah mengudara pun gagal mendarat di Bandung dan kembali ke bandara asal. Sehingga penumpang yang akan berangkat menggunakan pesawat tersebut dipastikan tidak bisa.
Sri, salah satu penumpang yang hendak berangkat ke Bali sudah mendapatkan informasi mengenai pembatalan pemberangkatan dari maskapai Garuda. Dia tiba di Bandung bersama sang ibu untuk menghadiri acara sidang doktor kakanya di Bandung.
"Sudah dari tanggal 2 di Bandung rencana hari ini pulang tapi dapat informasi penerbangan batal. Seharusnya saya berangkat jam 1," kata Sri.
Atas kejadian ini dia pun tidak mempermasalahkannya karena pembatalan penerbangan untuk keselamatan seluruh penumpang pesawat. Sri pun mendapatkan opsi dari maskapai untuk pengembalian uang atau penjadwalan ulang.
Karena dia harus bekerja di Bali maka Sri memilih pengembalian uang. Alhasil dia harus mencari bus untuk berkendara ke Bali.
"Sekarang saya harus cari bus ke Bali karena sudah minta uang kembali ke maskapai. Saya kerja jadi tidak mungkin cuti lama," kata Sri.



















