Soetta Ditutup Akibat Abu Vulkanik, Bandara Husein Bandung Siaga Alternatif

- Bandara Husein Sastranegara Bandung tetap beroperasi normal saat Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Anak Krakatau, sambil memantau sebaran abu melalui paper test.
- Husein siap menjadi bandara alternatif bagi penerbangan terdampak, tetapi pengalihan bergantung pada kapasitas bandara dan persetujuan penerbangan dari Kementerian Perhubungan.
- Penutupan Soekarno-Hatta diperpanjang hingga 09.30 WIB; 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang terdampak, sementara calon penumpang diminta memantau informasi maskapai.
Bandung, IDN Times - Bandara Husein Sastranegara Bandung dipastikan masih beroperasi normal meski Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).
Di tengah gangguan operasional di bandara tersibuk Indonesia tersebut, Husein berpotensi menjadi salah satu bandara alternatif untuk mendukung penerbangan yang terdampak. Namun, pengalihan penerbangan tetap harus mempertimbangkan kapasitas bandara serta persetujuan dari Kementerian Perhubungan.
1. Operasional penerbangan di Husein masih berjalan normal

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan kembali 2,7 juta penumpang per tahun bisa berangkat dari Bandara Husein Sastranegara. (Dok. Humas Pemkot Bandung) Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Arie Ahsanurrohim, memastikan aktivitas penerbangan di Bandara Husein hingga Minggu pagi masih berlangsung seperti biasa.
Menurut dia, pengelola bandara terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan sebaran abu vulkanik guna memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga.
"Dan tetap melakukan pemantauan sebaran abu vulkanik secara berkala melalui metode paper test," kata Arie saat dihubungi.
Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat jika masuk ke sistem mesin maupun mengganggu jarak pandang penerbangan.
2. Siap menjadi bandara alternatif jika dibutuhkan

(Dok.Humas Pemkot Bandung) Penutupan sementara Soekarno-Hatta membuat sejumlah bandara di sekitar wilayah terdampak bersiap mengantisipasi kemungkinan pengalihan penerbangan. Bandara Husein termasuk yang menyatakan kesiapan apabila dibutuhkan sebagai bandara alternatif.
Arie mengatakan, pada prinsipnya seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura Indonesia siap mendukung operasional penerbangan selama kapasitas yang tersedia masih mencukupi.
"Sepanjang kapasitas memadai dan flight approval penerbangan disetujui Kementerian Perhubungan," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan bandara tidak hanya ditentukan oleh operasional yang berjalan normal, tetapi juga oleh kemampuan menampung tambahan pergerakan pesawat dan penumpang.
3. Lonjakan penerbangan masih menunggu keputusan regulator

(Dok.Humas Pemkot Bandung) Meski berpotensi menjadi tujuan pengalihan penerbangan, pengelola Bandara Husein belum dapat memastikan adanya penambahan frekuensi penerbangan maupun lonjakan jumlah penumpang.
Menurut Arie, penambahan penerbangan membutuhkan berbagai persiapan teknis, termasuk kesiapan apron dan kapasitas parkir pesawat. Karena itu, keputusan pengalihan penerbangan akan sangat bergantung pada kebutuhan operasional dan arahan regulator.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperpanjang penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta setelah hasil paper test menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengimbau calon penumpang untuk tidak datang terlebih dahulu ke Bandara Soekarno-Hatta dan memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan masing-masing.
"Otoritas meminta penumpang memantau informasi terbaru langsung dari maskapai terkait status penerbangan masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk menghindari penumpukan penumpang di tengah perubahan jadwal penerbangan," ujar Lukman dalam keterangan resminya.
Berdasarkan NOTAM terbaru, penutupan Bandara Soekarno-Hatta berlaku hingga Minggu (6/9/2026) pukul 09.30 WIB. Selama periode penutupan tersebut, tercatat 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan total 22.798 penumpang terkena dampak operasional.
Otoritas penerbangan menyatakan penyesuaian operasional akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan, dengan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.


















