Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Modal Rp2 Juta, Usaha Kue Ini Kini Produksi 3.000 Bolu Per Hari

Kota Bandung
Dari Modal Rp2 Juta, Usaha Kue Ini Kini Produksi 3.000 Bolu Per Hari
ilustrasi bolu kukus ketan hitam (youtube.com/dapurumi)
  • Dermiyanti merintis usaha kue sejak 2014 dan mendapat pinjaman awal Rp2 juta dari PNM Mekaar pada 2018, yang kemudian meningkat hingga hampir Rp10 juta.
  • Resep dari studi banding di Bogor melahirkan Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat; rumah produksinya kini menghasilkan hingga 3.000 bolu per hari untuk pasar Jambi.
  • Pertumbuhan permintaan membuat Dermiyanti mempekerjakan 15 orang dan mencatat omzet Rp15-20 juta per hari, didukung pembiayaan, pendampingan, serta pengurusan legalitas usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Ada kalanya, pertumbuhan sebuah usaha bermula dari langkah yang sederhana. Dermiyanti, misalnya, memulai usaha pembuatan kue dari rumah dengan modal Rp2 juta. Kini, usaha yang dirintisnya telah berkembang menjadi rumah produksi dengan kapasitas hingga 3.000 bolu per hari.

Perjalanan tersebut tidak berlangsung dalam waktu singkat. Dermiyanti mulai merintis usaha kue pada 2014 dengan kapasitas produksi yang masih terbatas. Empat tahun kemudian, ia bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar dan memperoleh pinjaman modal awal sebesar Rp2 juta.

Seiring berjalannya waktu, Dermiyanti terus mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan pembiayaan dan pendampingan yang diterimanya. Plafon pinjaman yang diperolehnya kini telah berkembang hingga hampir Rp10 juta.

Selain dukungan permodalan, ia juga memperoleh kesempatan mengikuti studi banding ke Bogor pada 2024. Dari kegiatan tersebut, Dermiyanti mendapatkan pengetahuan mengenai sejumlah resep yang kemudian dicoba kembali di rumah produksinya.

  1. 1. Resep baru membuka peluang pasar

    Dari Modal Rp2 Juta, Usaha Kue Ini Kini Produksi 3.000 Bolu Per Hari (Dok. PNM)
    Dari Modal Rp2 Juta, Usaha Kue Ini Kini Produksi 3.000 Bolu Per Hari (Dok. PNM)

    Salah satu hasil dari studi banding tersebut adalah resep Roti Mandau Durian. Dermiyanti mencoba mengembangkan resep itu setelah mengetahui pembuat kue lain di Muaro Bungo sebelumnya belum berhasil mendapatkan tekstur yang sesuai.

    “Saat pulang ke Jambi saya coba resep hasil studi banding yang diajak sama PNM yaitu Roti Mandau Durian, resep yang sebelumnya pernah dicoba pembuat kue lain di Muaro Bungo tapi belum ada yang berhasil menemukan tekstur yang pas,” kata Dermiyanti, bercerita, dalam rilis yang diterima IDN Times, Jumat (4/9/2026).

    Setelah melalui sejumlah percobaan, Dermiyanti berhasil menyempurnakan resep tersebut dan menghadirkan dua varian, yakni Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat. Keduanya kemudian mendapat respons pasar yang cukup tinggi sehingga aktivitas produksi meningkat.

    Rumah produksinya kini dapat menghasilkan hingga 3.000 bolu setiap hari. Produk yang dibuat mencakup brownies, sarang semut, Roti Mandau Durian, Mandau Coklat, dan rainbow cake, yang dipasarkan ke Bangko, Sarolangun, hingga Tebo dengan harga sekitar Rp15 ribu per bolu.

  2. 2. Usaha berkembang dan membuka lapangan kerja

    ilustrasi resep bolu pisang spekuk (unsplash.com/dulz muhammad)
    ilustrasi resep bolu pisang spekuk (unsplash.com/dulz muhammad)

    Pertumbuhan permintaan turut membuat waktu operasional rumah produksi Dermiyanti semakin panjang. Proses produksi dapat berlangsung sejak pagi hingga dini hari, dengan tim yang terkadang harus menyelesaikan pekerjaan hingga waktu subuh.

    Dari perkembangan tersebut, Dermiyanti kini memiliki 15 karyawan. Menariknya, sejumlah pekerja tersebut juga merupakan nasabah PNM Mekaar. Ia pun mendapatkan fasilitasi untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bagian dari penguatan legalitas usahanya.

    “Saya juga ngga nyangka dari awal moda dua juta sekarang bisa punya 15 karyawan, yang juga menjadi nasabah Mekaar,” katanya.

    Dengan kapasitas produksi tersebut, omzet usaha Dermiyanti kini mencapai sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per hari. Angka itu menunjukkan perubahan skala usaha yang cukup besar dibandingkan ketika ia pertama kali memulai dengan modal Rp2 juta.

  3. 3. Pendampingan ikut menopang perjalanan usaha

    ilustrasi kredit (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi kredit (IDN Times/Aditya Pratama)

    Bagi Dermiyanti, perkembangan usaha tidak hanya ditentukan oleh tambahan modal. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendampingan dan keberanian untuk terus mencoba menjadi bagian dari proses ketika ia mengembangkan produk baru.

    “Dari modal awal Rp2 juta, saya belajar bahwa keberanian untuk terus mencoba adalah kuncinya. Ilmu dan resep dari Bogor saya bawa pulang, saya coba terus sampai berhasil walau yang lain pernah gagal. Jangan pernah takut capek dan lembur, karena dari kerja keras inilah kita bisa membuka pintu rezeki untuk keluarga dan belasan orang di sekitar kita,” tutur Dermiyanti.

    Direktur Utama PT PNM Kindaris mengatakan, perkembangan usaha tersebut menjadi gambaran bahwa pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dapat berkembang ketika disertai pendampingan dan ketekunan. Menurutnya, dampak pemberdayaan tidak berhenti pada pertumbuhan usaha, tetapi juga dapat dirasakan oleh keluarga dan orang-orang di sekitar nasabah.

    “Kami tidak pernah sekadar menyalurkan modal, kami menitipkan harapan. Kisah Ibu Dermiyanti mengajarkan kami bahwa Rp2 juta, bila dirawat dengan kepercayaan dan ketekunan, bisa tumbuh menjadi rezeki bagi belasan keluarga di sekitarnya,” kata Kindaris.

    Perjalanan Dermiyanti juga bertepatan dengan momentum Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap 4 September. Bagi PNM, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan dengan nasabah tidak berhenti setelah pembiayaan diberikan, tetapi berlanjut melalui pendampingan untuk membantu mereka mengembangkan usaha.

    “Kesetiaan seorang nasabah adalah cermin dari kepercayaan yang kami jaga bersama. Pada akhirnya, keberhasilan mereka adalah bukti paling jujur bahwa pendampingan kami telah sampai ke tempat yang tepat,” ujar Kindaris.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More