Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Modal Rp300 Ribu, Seorang Ibu di Bandung Sukses Lewat Warung Sembako

Modal Rp300 Ribu, Seorang Ibu di Bandung Sukses Lewat Warung Sembako
Modal Rp300 Ribu, Ibu Rumah Tangga di Bandung Sukses Lewat Warung Sembako
Intinya Sih
  • Putri Wulandari, ibu asal Bandung Barat, memulai usaha warung sembako dengan modal Rp300 ribu setelah berhenti kerja untuk fokus mengurus anak di rumah.
  • Melalui pemanfaatan transaksi digital dan promosi sederhana, usahanya berkembang pesat hingga menghasilkan laba Rp3–5 juta per bulan yang membantu kebutuhan keluarga.
  • Selain sukses berbisnis, Putri aktif berbagi dengan warga sekitar dan menabung rutin demi pendidikan anak-anaknya sebagai bentuk komitmen pada masa depan keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Bagi Putri Wulandari, masa depan bukan sesuatu yang ditunggu, melainkan diupayakan. Perempuan asal Kabupaten Bandung Barat ini memulai segalanya dari warung sembako kecil di depan rumah, dengan modal hanya Rp300 ribu.

Keputusan membuka usaha diambil pada 2018 setelah ia berhenti bekerja demi merawat anaknya. Saat itu, Putri memilih tetap berada di rumah tanpa harus kehilangan penghasilan.

“Anak tidak mau ditinggal kerja. Jadi saya resign supaya bisa fokus mengurus anak,” kata Putri, Jumat (20/2/2026).

1. Berawal dari warung sederhana di rumah

WhatsApp Image 2026-02-22 at 10.48.17 AM.jpeg
Modal Rp300 Ribu, Ibu Rumah Tangga di Bandung Sukses Lewat Warung Sembako

Dengan modal terbatas, Putri hanya menjual kebutuhan dasar seperti kopi sachet, beras, dan mi instan untuk melayani tetangga sekitar. Pendapatan awalnya bahkan hanya cukup memenuhi kebutuhan harian.

Namun ia menyadari usaha kecil itu perlu berkembang. Putri kemudian mencoba memperluas layanan dengan memanfaatkan sistem transaksi digital dan berbagai layanan pembayaran di warungnya.

Pada tahap awal, ia sempat kesulitan memahami teknologi serta terbatasnya saldo usaha. Ia belajar perlahan, mulai dari cara transaksi hingga strategi promosi.

Perubahan itu berdampak besar. Dari keuntungan harian yang kecil, kini ia bisa memperoleh laba sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Uang tersebut dipakai untuk biaya sekolah anak, membantu orang tua, hingga membeli sepeda motor.

2. Tak hanya berjualan, ikut menggerakkan warga sekitar

Warung sembako
ilustrasi warung sembako (unsplash.com/Catgirlmutant)

Usahanya tidak hanya berdampak pada keluarga. Putri juga aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Pada 2025, ia terlibat dalam program berbagi takjil kepada pelanggan dan warga sekitar saat Ramadan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pembagian makanan.

“Bagi saya, itu bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan di bulan puasa,” ujarnya.

Program berbagi itu rencananya kembali digelar pada Ramadan tahun ini dengan cakupan lebih luas melalui partisipasi para pelaku usaha warung di berbagai daerah.

3. Lebih nyaman untuk mendidik anak

ilustrasi anak kecil
ilustrasi anak kecil (pixabay.com)

Kini Putri memiliki tujuan jangka panjang, yakni memastikan kedua anaknya bisa menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Ia mulai menabung secara rutin dari hasil usaha warung.

Pengelolaan keuangan menjadi hal yang paling ia rasakan berubah sejak usahanya berkembang. Menabung yang dulu sulit dilakukan kini mulai rutin.

“Sebagian penghasilan saya sisihkan untuk sekolah anak. Ini awal yang baik menata masa depan,” katanya.

Putri menyebut tantangan usaha pasti selalu ada. Namun ia meyakini kunci bertahan adalah konsisten, percaya diri, dan tidak mudah menyerah.

“Harus optimis, banyak berdoa, dan jangan putus asa,” ucapnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More