Diduga Meninggal Dianiaya Ibu Tiri, Ini Hasil Autopsi Bocah Sukabumi 12 Tahun

- RS Bhayangkara Sukabumi melakukan autopsi terhadap bocah 12 tahun asal Jampangtengah yang meninggal dengan luka, diduga akibat penganiayaan oleh ibu tiri.
- Tim forensik menemukan luka bakar di beberapa bagian tubuh dan mengambil sampel organ untuk dikirim ke Jakarta guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.
- Ayah korban menduga anaknya dianiaya ibu tiri setelah sang anak sempat mengaku diberi minum air panas; kasus kini masih diselidiki kepolisian.
Kota Sukabumi, IDN Times - Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi mengungkap hasil sementara autopsi terhadap jenazah bocah berusia 12 tahun asal Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia dengan luka. Bocah itu sebelumnya diduga dianiaya oleh ibu tiri.
Kepala Rumah Sakit Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian, menjelaskan ia menerima jenazah dari Polres Kabupaten Sukabumi pada Kamis malam. Proses autopsi dilakukan keesokan harinya, Jumat sekitar pukul 09.00 WIB oleh dokter forensik.
“Kami menerima jenazah dari Polres Kabupaten Sukabumi. Tadi pukul 09.00 dokter forensik melakukan autopsi,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
1. Luka bakar di bagian alat gerak

Dari hasil pemeriksaan luar, tim forensik menemukan luka bakar di sejumlah anggota gerak korban, yakni di lengan serta kaki kanan dan kiri. Selain itu, terdapat luka di bagian punggung, serta luka bakar di area bibir dan hidung.
Meski demikian, perwakilan rumah sakit belum dapat memastikan penyebab luka tersebut. “Terkait luka bakar di sekujur tubuh, kami tidak bisa menyimpulkan apakah itu akibat kekerasan atau bukan. Namun, tampak seperti terkena panas yang menyebabkan luka bakar,” ujarnya.
Dokter forensik juga belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Menurut Carles, luka-luka yang ditemukan secara kasat mata seharusnya tidak langsung menyebabkan kematian.
2. Sampel organ jantung hingga paru-paru dikirim ke Jakarta

Untuk memastikan penyebab kematian, tim medis melakukan pemeriksaan dalam dengan membuka organ-organ tubuh dan mengambil sampel laboratorium. Sampel tersebut akan dikirim ke Jakarta guna pemeriksaan lanjutan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan dalam dan mengambil sampel organ seperti jantung dan paru-paru. Kami menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui apakah ada zat lain di dalam organ,” katanya.
Dari pemeriksaan awal, paru-paru korban ditemukan sedikit membengkak, meski belum bisa dipastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan penyakit bawaan atau faktor lain.
RS Bhayangkara juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban. Hanya saja, terdapat luka lama di area bibir atas dan dekat hidung yang sudah menjadi luka permanen.
“Ada luka lama di area bibir atas dan dekat hidung. Tapi kami tidak bisa memastikan apakah itu akibat benda tumpul yang sebelumnya tidak sembuh,” kataCarles.
Proses autopsi sendiri berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam. Pihak rumah sakit menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Polres Kabupaten Sukabumi untuk menyampaikan hasil lanjutan setelah pemeriksaan laboratorium keluar.
“Ini menjadi perhatian kami karena korbannya anak-anak. Untuk pengumuman lebih lanjut, kami akan berkoordinasi dengan Polres,” tuturnya.
3. Ayah duga korban dianiaya ibu tiri

Anwar Satibi (38 tahun) merupakan ayah kandung korban yang menduga bahwa korban dianiaya oleh ibu tirinya. Hal itu disampaikan korban saat di rumah sakit, di mana anaknya mengaku sempat diberi minum air panas.
“Dia menjawab itu di rumah sakit, posisinya sudah seperti itu. Dari IGD beberapa jam, lalu dipindah ke ICU. Tidak lama kemudian meninggal,” kata Anwar.
Merasa ada kejanggalan, Anwar pun mendorong dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian putranya. Ia mengaku sempat bimbang karena tak tega tubuh anaknya dibedah, namun akhirnya tetap mengizinkan demi mendapatkan kepastian.
“Saya tidak bisa menuduh sembarangan. Saya hanya ingin memastika, daripada penasarannya panjang, lebih baik diautopsi,” ujarnya. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

















