Marak Sandwich Generation, Anak Muda Tetap Harus Cerdas Finansial

- Fenomena sandwich generation makin terasa di kalangan anak muda yang harus menanggung biaya keluarga sekaligus membangun masa depan, memicu stres dan kebutuhan akan kesiapan finansial sejak dini.
- Prudential Indonesia melalui program Cuap bareng Prudential mengedukasi generasi muda tentang literasi keuangan serta membuka peluang penghasilan tambahan berbasis digital bagi mahasiswa dan kreator konten.
- Kegiatan Influencer Gathering di Bandung dan Semarang menghadirkan 100 kreator tiap kota, membahas personal branding, strategi digital, dan pentingnya perencanaan finansial untuk keberlanjutan usaha kreatif.
Bandung, IDN Times - Fenomena Sandwich Generation saat ini menjadi salah satu persoalan pada anak muda khususnya mereka yang baru mulai bekerja dan harus menanggung biaya keluarga baik saudara maupun orang tua. Fenomena ini diibaratkan roti lapis di mana orang tersebut terhimpit di tengah, seringkali memicu stres tinggi, burnout, dan kesulitan
Menjawab kekhawatiran generasi muda terhadap fenomena tersebut, Prudential Indonesia memperluas jangkauan program Influencer Gathering bersama Cuap (Cerita Untuk Akses Perlindungan) bareng Prudential salah satunya di Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memberdayakan kreator muda agar lebih cerdas secara finansial.
Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, menyampaikan bahwa fenomena sandwich generation menjadi pengingat pentingnya kesiapan finansial sejak usia muda. Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Banyak dari mereka harus menopang keluarga sekaligus membangun masa depan sendiri.
"Melalui Influencer Gathering dan program Cuap bareng Prudential, kami ingin meningkatkan literasi keuangan sekaligus memberdayakan generasi muda agar memiliki peluang penghasilan tambahan yang fleksibel dan berbasis digital," kata dia melalui siaran pers diterima IDN Times, Jumat (20/2/2026).
1. Harus siap hadapi tantangan ekonomi masa depan

Melalui Program Cuap bareng Prudential, lanjutnya, memungkinkan mahasiswa, pekerja muda, hingga kreator digital memperoleh peluang penghasilan tambahan dengan membagikan konten edukasi keuangan dan informasi perlindungan asuransi. Dengan materi konten yang telah disiapkan, para Cuapers berkesempatan memperoleh insentif berdasarkan konversi tautan Cuap mereka.
"Melalui pendekatan ini, kami berharap semakin banyak generasi muda di Jawa Barat dan daerah lainnya yang kreatif secara digital dan tangguh secara finansial, agar mereka siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan," paparnya.
2. llmu ekonomi penting untuk setiap orang

Menurutnya, saat ini banyak Gen Z dan Milenial tidak hanya membangun karier dan masa depan pribadi, tapi juga menanggung tanggung jawab finansial keluarga. Dari data yang ada sekitar 48,7 persen penduduk usia produktif (25–45 tahun) termasuk dalam kategori generasi sandwich, menopang kebutuhan orang tua sekaligus keluarga inti.
Dengan inflasi yang mencapai 2,92 persen secara tahunan hingga akhir 2025 menurut BPS RI, tekanan ekonomi tersebut kian menegaskan pentingnya kesiapan dan perencanaan finansial yang matang bagi generasi muda.
Kesadaran tersebut turut tercermin dalam Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026 oleh IDN Research Institute yang mencatat 63 persen anak muda memiliki pekerjaan sampingan untuk membantu keluarga dan 60 persen untuk mempersiapkan tabungan pribadi.
"Maka, kebutuhan akan literasi finansial yang relevan sekaligus peluang penghasilan yang fleksibel inilah yang mendorong Prudential Indonesia menyambut 2026 dengan menghadirkan kembali program ini," lanjutnya.
3. Kegiatan dihadiri 100 konten kreator

Karin menuturkan, kegiatan yang diselenggarakan di Semarang pada 1 Februari 2026 di Munro Restaurant dan di Bandung pada 14 Februari 2026 di Bloof Restaurant, acara ini masing-masing dihadiri oleh 100 content creator (Cuapers) serta 30 Tenaga Pemasar Prudential Indonesia.
Mengusung tema “Digital Entrepreneurship: From Personal Branding to Sustainable Business”, peserta mendapatkan wawasan mengenai penguatan personal branding, strategi membangun engagement, hingga cara mengemas pesan edukasi finansial agar tetap relevan dan mudah dipahami audiens.
Jawa Barat dan Jawa Tengah dikenal memiliki ekosistem kreatif dan komunitas digital yang aktif, dengan dominasi generasi muda yang membangun personal branding serta usaha berbasis platform online.
Bandung sebagai kota kreatif dan Semarang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah menunjukkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas digital.
"Di tengah peluang tersebut, penguatan literasi dan perencanaan finansial menjadi kunci agar kreativitas dan pertumbuhan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan," paparnya.


















