Api Bakar Mess Guru SD di Cirebon, Bangunan Utama Sekolah Selamat

- Mess guru SDN 1 Panunggul di Kecamatan Gegesik, Cirebon, terbakar pada Kamis malam; kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
- Laporan diterima pukul 21.03 WIB, lalu Regu 2 Sektor Arjawinangun tiba pukul 21.14 WIB dan menangani bara api dengan tiga selang serta bantuan pasokan air.
- Api padam sekitar pukul 21.50 WIB, dengan pendinginan hingga 22.00 WIB. Atap kayu, plafon bambu, dan sebagian ruang terbakar; kerugian diperkirakan Rp50 juta.
Cirebon, IDN Times – Kebakaran melanda ruang mess guru SDN 1 Panunggul di Desa Panunggul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Kamis (3/9/2026) malam. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik itu menghanguskan sebagian bangunan dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp50 juta.
Beruntung, kebakaran tidak sampai menjalar ke bangunan utama sekolah. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB tersebut.
1. Api hanya menghanguskan sebagian bangunan mess guru

Ruang mess guru SDN 1 Panunggul di Desa Panunggul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terbakar pada Kamis (3/9/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Kobaran api pertama kali muncul di area mess guru yang berada di lingkungan sekolah. Dalam waktu singkat, api membakar bagian bangunan yang didominasi material mudah terbakar, seperti atap kayu dan plafon anyaman bambu.
Kepala Bidang Kedaruratan, Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, mengatakan kebakaran tidak menimbulkan korban. Namun, kerusakan yang ditimbulkan menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Adapun kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta,” kata Eno, Jumat (4/9/2026).
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran. Meski demikian, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang memicu munculnya api di area mess guru.
2. Ruang kelas dan fasilitas sekolah tidak terdampak

Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Aditya Pratama) Di tengah kerusakan yang ditimbulkan, ada satu kabar baik dari peristiwa tersebut. Api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan utama sekolah yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Data petugas menunjukkan area yang terbakar hanya sekitar 10 meter persegi. Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan total luas bangunan sekolah yang mencapai sekitar 4.000 meter persegi. Dengan kata lain, sebagian besar fasilitas sekolah berhasil diselamatkan dari kebakaran.
Karena hanya melanda area mess guru, ruang kelas dan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar tetap dalam kondisi aman. Aktivitas pendidikan di SDN 1 Panunggul pun dipastikan tidak terganggu akibat kejadian tersebut.
Selain itu, kebakaran yang terjadi pada malam hari membuat tidak ada aktivitas belajar di sekolah. Kondisi ini turut meminimalkan risiko terhadap siswa maupun tenaga pendidik.
3. Respons cepat petugas cegah api meluas

ilustrasi kebakaran (pexels.com/Alexandre P. junior) Laporan kebakaran diterima Sektor Pemadam Kebakaran Arjawinangun sekitar pukul 21.03 WIB dari perangkat Desa Panunggul. Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Saat tiba di lokasi, petugas masih menemukan bara api yang berpotensi kembali membesar dan menjalar ke bagian bangunan lain. Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan secara bersamaan agar api benar-benar terkendali.
Proses pemadaman dilakukan menggunakan tiga selang pemadam. Untuk memastikan pasokan air tetap mencukupi selama operasi berlangsung, Sektor Arjawinangun juga meminta bantuan armada dari Sektor Palimanan.
Upaya tersebut berhasil mencegah kebakaran meluas ke bangunan sekolah lainnya. Api akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 21.50 WIB, sebelum petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa.
Setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali, seluruh personel serta armada pemadam kembali ke pos. Hingga Jumat pagi, kondisi lokasi kebakaran dilaporkan aman, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.



















