3 Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Saat Memilih Susu Anak

- Orang tua disarankan memeriksa bahan utama dan asal sumber susu, karena kualitas produk dinilai mulai dari lingkungan peternakan, kesehatan hewan, hingga pengelolaan bahan baku.
- Selain kandungan kemasan, proses produksi, pengujian kualitas, dan pengendalian mutu perlu diperhatikan untuk menilai keamanan serta konsistensi kualitas susu anak.
- Transparansi dan keterlacakan informasi menjadi penting; QR code atau informasi digital dapat membantu orang tua menelusuri bahan baku, produksi, dan standar kualitas produk.
Bandung, IDN Times - Memilih susu untuk anak sering kali dimulai dengan membaca kandungan nutrisi pada kemasan. Protein, kalsium, vitamin, dan berbagai zat gizi tambahan biasanya menjadi pertimbangan utama sebelum orang tua menentukan pilihan.
Namun, tren di kalangan konsumen mulai berubah. Orang tua kini tidak hanya melihat angka-angka nutrisi, tetapi juga ingin mengetahui asal bahan baku, proses produksi, hingga bagaimana kualitas produk dijaga sebelum dikonsumsi anak. Perubahan ini muncul seiring meningkatnya kesadaran bahwa kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh kandungan yang tertulis pada label, tetapi juga oleh perjalanan panjang yang terjadi sebelum produk sampai ke tangan konsumen.
Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan orang tua saat memilih susu anak?
1. Cek bahan utama dan asal sumber susunya

asilitas produksi FEIHE AceKid yang menjadi bagian dari ekosistem terintegrasi dari sumber susu hingga menjadi produk akhir. Proses produksi didukung oleh sistem pengendalian kualitas dan pengujian pada setiap tahap untuk menjaga konsistensi kualitas dan keamanan produk. (Dok.Istimewa) Sebelum melihat berbagai klaim pada kemasan, orang tua perlu memahami apa bahan utama yang digunakan dalam produk dan dari mana sumber bahan baku tersebut berasal.
Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang dan pediatri sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menilai kualitas produk nutrisi anak tidak hanya ditentukan oleh kandungan tambahan yang tercantum pada label. Menurutnya, sumber bahan baku juga menjadi bagian penting yang perlu dipahami orang tua.
“Orang tua perlu memahami tidak hanya kandungan tambahannya, tetapi juga komposisi utama dan sumber bahan yang digunakan,” ujarnya.
Pandangan serupa juga dirasakan aktris Ryana Dea. Setelah melihat langsung pengelolaan sumber bahan baku, ia mengaku baru memahami bahwa kualitas produk sudah mulai dijaga sejak tahap awal, mulai dari lingkungan peternakan, kesehatan hewan, hingga proses pengelolaan bahan baku sebelum masuk ke fasilitas produksi.
Karena itu, memahami asal bahan baku dapat membantu orang tua memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai produk yang akan dikonsumsi anak setiap hari.
2. Cari tahu bagaimana produk diproses dan diuji kualitasnya

Sejumlah figur publik Indonesia yang juga merupakan orang tua mengikuti Ace Fresh Journey untuk melihat langsung perjalanan susu formula AceKid di Harbin, China, mulai dari sumber susu dan peternakan hingga proses produksi dan pengendalian kualitas di laboratorium. (Dok.Istimewa) Selain asal bahan baku, proses produksi juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Produk dengan bahan baku yang baik tetap memerlukan proses pengolahan dan pengendalian mutu yang ketat agar kualitasnya tetap terjaga.
Aktor dan presenter Denny Sumargo mengaku selama ini lebih banyak memperhatikan informasi yang tertera pada kemasan. Namun setelah melihat langsung proses produksi, ia menyadari bahwa cara suatu produk dibuat juga menjadi bagian penting yang perlu diketahui orang tua.
“Selama ini kita mungkin lebih banyak melihat informasi yang ada di kemasan tanpa benar-benar tahu bagaimana produk tersebut dibuat,” kata Denny.
Bagi konsumen, informasi mengenai standar produksi, pengujian kualitas, hingga sistem pengendalian mutu menjadi indikator penting untuk menilai keamanan dan konsistensi kualitas suatu produk. Transparansi mengenai proses tersebut membantu orang tua memahami bahwa kualitas tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh setiap tahapan yang dilalui selama produksi.
3. Pilih produk yang transparan dan mudah ditelusuri informasinya

Denny Sumargo bersama keluarga selaku Brand Ambassador AceKid saat mengunjungi FEIHE AceKid Smart Factory di Harbin, China. Dalam kunjungan tersebut, Denny dan keluarga melihat langsung proses pembuatan susu formula AceKid serta berbagai fasilitas smart factory yang menerapkan teknologi produksi dan sistem pengendalian kualitas untuk menjaga kualitas dan keamanan produk di setiap tahap. (Dok.Istimewa) Perubahan terbesar yang terjadi saat ini adalah meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap transparansi. Jika dulu orang tua hanya membandingkan harga dan kandungan nutrisi, kini banyak yang ingin mengetahui lebih jauh perjalanan sebuah produk dari sumber bahan baku hingga sampai ke tangan konsumen.
David Setiawan, pelaku ritel yang sehari-hari berinteraksi dengan konsumen, melihat perubahan tersebut secara langsung.
“Sekarang orang tua semakin kritis ketika memilih susu formula untuk anak. Mereka tidak hanya bertanya soal harga atau kandungan nutrisi, tetapi juga mulai ingin tahu komposisi utamanya, dari mana sumber susunya, dan bagaimana proses produksinya,” ujarnya.
Karena itu, sistem keterlacakan atau traceability mulai menjadi nilai tambah yang dicari konsumen. Melalui fitur seperti QR code atau informasi digital lainnya, orang tua dapat menelusuri informasi mengenai sumber bahan baku, proses produksi, hingga standar kualitas yang diterapkan.
Pada akhirnya, memilih susu anak tidak lagi hanya soal membaca tabel nutrisi. Orang tua juga perlu memahami tiga hal penting lainnya, yakni asal bahan baku, proses produksi, dan transparansi informasi. Semakin lengkap informasi yang diperoleh, semakin mudah pula bagi orang tua untuk mengambil keputusan yang tepat sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.


















