8 Bulan Tak Diangkut, Sampah Menggunung di Pasar Cihaurgeulis

- Sampah menggunung di samping dan belakang Pasar Cihaurgeulis, Bandung, dilaporkan telah hampir delapan bulan tidak diangkut hingga mengganggu aktivitas pedagang dan warga.
- Tumpukan yang disebut melingkari pasar memicu bau menyengat; sebagian warga juga membuang sampah di area belakang pasar meski lokasi tertutup seng dari pandangan depan.
- Pedagang Tini menyebut ada iuran kebersihan dan pengangkutan, tetapi sampah baru dibawa setelah menumpuk; ia meminta pemerintah segera menangani seluruh timbunan.
Bandung, IDN Times - Tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung sudah sangat menggangu aktivitas para pedagang. Pasalnya, sampah tersebut sudah hampir satu tahun tidak ditangani oleh pemerintah Kota Bandung.
Berdasarkan pantauan IDN Times, tumpukan sampah ini tertutup menggunakan karung hingga menggunung di samping Pasar Cihaurgeulis. Di tampak depan, masyarakat memang tidak bisa melihat langsung karena tertutup oleh seng. Namun, setelah dilihat langsung dari lantai dua pasar, sampah terlihat jelas dan menumpuk.
1. Warga dan pedagang terganggu

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Bahkan, berdasarkan keterangan warga setempat tumpukan sampah tersebut sudah melingkari pasar. Sejumlah oknum masyarakat juga sering ikut membuang sampah di sela-sela belakang pasar. Bau menyengat pun sudah sangat menggangu masyarakat.
Seperti yang dirasakan langsung oleh Tini (65 tahun). Dia yang merupakan warga sekaligus pedagang pasar merasa tumpukan sampah tersebut sangat menggangu dan tidak urung dilakukan penanganan.
"Kondisinya sudah sangat merepotkan, menurut saya seperti itu, bau juga menyengat," ujar Tini saat ditemui di lokasi, Kamis (3/9/2026).
2. Sampah baru diangkut setelah menumpuk

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Warga RT 3 RW 10, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler ini juga mengatakan, setiap bulannya memang ada iuran untuk penanganan sampah. Di pasar juga diberikan iuran setiap harinya sebesar RP6.000 (dibayar pada pagi hari Rp3.000, dan siang hari Rp3.000).
"Kalau petugas, setiap hari nyapu. Petugas pasar yang bersih-bersih. Terus yang ngangkut dari warga seminggu tiga kali," kata dia.
Meski begitu, pengangkutan sampah ini dilakukan menunggu menumpuk terlebih dahulu. Artinya, tidak langsung diangkut kemudian diselesaikan ke TPA.
"Diangkut, cuma nanti menumpuk dulu sampai beberapa truk gitu," ucapnya.
3. Berharap Pemkot Bandung segera menangani persoalan ini

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Lebih lanjut, Tini berharap pemerintah bisa turut menyelesaikan persoalan tersebut dan bisa mengangkut semua gunungan sampah yang ada di Pasar Cihaurgeulis, agar tidak ada lagi bau menyengat dan membuat kenyamanan para pedang.
"Saya berharap segera ditangani, agar pedagang dan masyarakat bisa nyaman saat berjualan dan beraktifitas, karena ini sudah hampir delapan bulan tidak diangkut, sepengetahuan saya begitu," katanya.


















