Usai Disentil KDM, DBMPR Jabar Bongkar Trotoar Tinggi di Gasibu

- DBMPR Jawa Barat mulai membongkar trotoar tinggi di persimpangan Sentot Alibasyah-Surapati, Gasibu, setelah viral karena dinilai menyulitkan dan membahayakan pejalan kaki.
- Penataan masih dalam kontrak konstruksi; DBMPR akan menyesuaikan elevasi trotoar dan penyeberangan serta membuat akses menuju zebra cross demi konektivitas pejalan kaki.
- Gubernur Dedi Mulyadi meminta evaluasi berupa undakan dan jalur disabilitas. Proyek penataan Gedung Sate-Gasibu juga mengubah jalan menjadi tiga lajur sementara.
Bandung, IDN Times - Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat mulai membongkar trotoar tinggi di kawasan Gasibu, Kota Bandung, yang sebelumnya viral di media sosial karena terlalu tinggi dan membuat sulit pejalan kaki saat hendak menyebrang.
Kepala DBMPR Provinsi Jawa Barat, Agung Wahyudi mengatakan, pembongkaran ini dilakukan masih dalam tahap pelaksanaan kontrak konstruksi. Adapun perbedaan elevasi antara trotoar dan titik penyeberangan terjadi karena adanya penyesuaian terhadap kondisi di lapangan.
"Saat ini paket pekerjaan penataan Gasibu masih dalam tahap pelaksanaan kontrak konstruksi. Perbedaan elevasi antara trotoar untuk pejalan kaki dan tempat penyeberangan diperlukan penyesuaian kondisi elevasi di lapangan," ujar Agung saat dikonfirmasi, Rabu (2/8/2026).
1. Ketinggian trotoar akan disesuaikan dengan elevasi zebra cross

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) DBMPR Provinsi Jabar juga akan melakukan tindak lanjut terhadap kondisi tersebut, dengan melakukan penyesuaian perbedaan ketinggian antara jalur trotoar dan tempat penyeberangan. Akses bagi pejalan kaki menuju zebra cross juga akan dibuat agar konektivitas antara trotoar dan jalur penyeberangan menjadi lebih baik.
"Sebagai langkah tindak lanjut adalah penyesuaian elevasi antara trotoar untuk pejalan kaki dan tempat penyeberangan serta pembuatan akses pejalan kaki menuju zebra cross atau sebaliknya," kats Agung.
Sebelumnya, trotoar sekitar Lapangan Gasibu tepatnya di persimpangan Jalan Sentot Alibasyah-Surapati, Kota Bandung menjadi perhatian warganet karena ketinggiannya disebut tidak lazim. Hal itu pun dianggap membahayakan para pejalan kaki dan pengendara yang melintas karena lokasinya berada di persimpangan.
2. Dedi Mulyadi minta trotoar dibangun ulang

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Tidak hanya warganet, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM juga mengomentari hal itu dan mengakui trotoar kawasan tersebut khususnya akses dari arah Monumen Perjuangan menuju Gasibu, terlalu tinggi dibandingkan banyak trotoar lainnya.
"Mengenai zebra cross (trotoar) yang dari arah Monju ke Gasibu, itu saya melihat memang terlalu tinggi," ucap Dedi dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Dengan begitu, KDM mengatakan telah meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DBMPR) untuk melakukan evaluasi. Salah satu solusi yang disiapkan adalah membuat undakan agar pejalan kaki tidak harus langsung naik dari permukaan jalan ke trotoar yang tinggi.
"Saya sudah meminta Kepala PU (DBMPR) untuk melakukan evaluasi dengan membuat undakan, sehingga naiknya ada trap-nya, tidak langsung dari jalan raya ke trotoar," ujarnya.
3. Minta disiapkan jalur khusus disabilitas

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Selain itu, akses bagi penyandang disabilitas juga diminta menjadi bagian dari evaluasi penataan kawasan. Dia menegaskan, trotoar dibangun bukan untuk berjualan melainkan hak dari pejalan kaki.
"Dan dibuatkan jalur untuk penyandang disabilitas dengan satu catatan bahwa trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk pedagang, bukan untuk pemotor maupun pesepeda," ungkap Dedi.
Sebagaimana diketahui, pembangunan trotoar tersebut masuk dalam bagian penataan kawasan halaman Gedung Sate-Gasibu. Tidak hanya trotoar, jalan yang sebelumnya hanya dua jalur saat ini menjadi tiga jalur, karena untuk memfasilitasi pengguna Jalan Diponegoro yang saat ini masih ditutup sebagian.
Para pengendara yang sebelumnya bisa melewati Jalan Diponegoro, depan Gedung Sate, kini harus memutar melalui Jalan Sentot Alibasyah. Namun, Pemerintah Provinsi Jabar memastikan nantinya masyarakat bisa tetap melewati jalan tersebut setelah proses pembangunan rampung sepenuhnya.



















