Dikeroyok Tiga Pemabuk, Ojol Lansia di Bandung Alami Patah Jari

- Kuswara Iskandar, ojol berusia 61 tahun di Bandung, menjalani perawatan intensif dan dijadwalkan operasi setelah dikeroyok tiga orang pada 1 September 2026 dini hari.
- Korban mengalami patah jari kelingking, gigi patah dan goyang, memar, serta luka lecet setelah diserang tongkat besi di Simpang Otista-Sudirman.
- Pengeroyokan dipicu teguran korban terhadap pelaku yang diduga menerobos lampu merah; polisi mengamankan tiga pelaku yang disebut mabuk, dengan satu orang diduga mengonsumsi obat keras terbatas.
Bandung, IDN Times - Kuswara Iskandar (61), pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban pengeroyokan di Simpang Jalan Otto Iskandardinata (Otista)-Sudirman, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, masih menjalani perawatan intensif. Akibat luka yang dideritanya, Kuswara bahkan dijadwalkan menjalani operasi di Rumah Sakit Santosa Bandung.
Korban sebelumnya dikeroyok tiga orang saat mengantarkan penumpang pada Selasa (1/9/2026) dini hari. Pengeroyokan terjadi setelah Kuswara menegur para pelaku yang diduga menerobos lampu merah dan hampir bersenggolan dengan kendaraannya.
1. Korban alami patah jari hingga gigi patah

Ilustrasi patah tulang. (Pixabay.com/sferrario1968) Kapolsek Astanaanyar Kompol Fetrizal mengatakan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami sejumlah luka serius di beberapa bagian tubuh. Selain memar pada pelipis kiri dan pendarahan dari hidung, korban juga mengalami kerusakan pada bagian gigi.
"Kondisi korban dalam keadaan sadar, cuma hasil rongsen jari kelingkingnya patah. Hari ini berobat ke RS Santosa untuk operasinya," ujar Fetrizal, Rabu (2/9/2026).
Selain patah pada jari kelingking, korban mengalami gigi taring kanan atas patah serta gigi seri atas dan bawah yang goyang. Korban juga mengalami luka lecet pada kedua kaki, memar di bagian punggung, dan luka pada kedua sendi pundak akibat serangan yang dilakukan para pelaku.
2. Pengeroyokan dipicu teguran soal lampu merah

(Ilustrasi pengeroyokan) IDN Times/Sukma Shakti Peristiwa tersebut bermula ketika Kuswara sedang mengantarkan penumpang dan melintas di kawasan Simpang Otista-Sudirman. Saat itu, ia berpapasan dengan tiga orang yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor.
Ketiga pelaku diketahui bernama Aldi Gunawan (29), warga Padasuka, Reza Gunawan (22), warga Padasuka, dan Rizki Ananda (21), warga Cikutra. Menurut polisi, mereka diduga menerobos lampu merah hingga hampir bersenggolan dengan kendaraan korban.
Merasa aksi tersebut membahayakan pengguna jalan lain, Kuswara kemudian menegur para pelaku. Korban juga sempat mengeluarkan kata-kata umpatan yang terdengar oleh ketiganya hingga memicu emosi.
Setelah itu, para pelaku meneriaki korban agar menghentikan kendaraannya. Saat korban berhenti, ketiganya langsung menyerang menggunakan tongkat besi hingga menyebabkan luka di sejumlah bagian tubuh.
3. Polisi sebut pelaku mabuk, satu orang konsumsi obat keras

ilustrasi pria pemabuk (pixabay.com/jarmoluk) Keributan yang terjadi di lokasi akhirnya dilerai warga sekitar dan sesama pengemudi ojol. Polisi yang datang ke lokasi kemudian mengamankan ketiga pelaku dan membawa mereka ke Mapolsek Astanaanyar untuk menjalani pemeriksaan.
Fetrizal mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan para pelaku berada dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras saat kejadian berlangsung.
"Mereka dalam kondisi mabuk terpengaruh minum-minuman keras," katanya.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan salah satu pelaku terkonfirmasi mengonsumsi obat-obatan keras terbatas. Temuan tersebut kini masih didalami penyidik sebagai bagian dari proses penyelidikan kasus pengeroyokan tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, salah seorang pelaku juga terkonfirmasi mengkonsumsi obat-obatan keras terbatas," kata Fetrizal.
















