Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Air Bersih Menipis, 10.095 Warga Cirebon Bergantung Kiriman Tangki

Kab. Cirebon
Air Bersih Menipis, 10.095 Warga Cirebon Bergantung Kiriman Tangki
kekeringan besar (radiowest.kuer.org)
  • Kekeringan di Kabupaten Cirebon menyebabkan 10.095 warga dari 3.031 kepala keluarga di empat kecamatan kesulitan mendapatkan air bersih.
  • BPBD Cirebon telah menyalurkan 65.000 liter air bersih, dengan Klangenan menerima 37.000 liter untuk 7.104 warga terdampak, terbanyak dibanding wilayah lain.
  • Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan pendataan dan verifikasi lapangan; BPBD terus memantau kondisi serta kebutuhan air bersih warga di wilayah terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cirebon, IDN Times - Krisis air bersih akibat kekeringan telah berdampak pada 10.095 jiwa di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ribuan warga tersebut tersebar di empat kecamatan yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat terdapat 3.031 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD telah mendistribusikan 65.000 liter air bersih ke wilayah terdampak.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi kondisi di lapangan.

Data penerima menjadi dasar bagi BPBD untuk menentukan lokasi serta kebutuhan penyaluran berikutnya.

  1. 1. Klangenan menjadi wilayah dengan warga terdampak terbanyak

    Ilustrasi kemarau kekeringan (pixabay.com/ThorstenF)
    Ilustrasi kemarau kekeringan (pixabay.com/ThorstenF)

    Kecamatan Klangenan mencatat jumlah warga terdampak paling besar. BPBD menyebut 7.104 jiwa dari 2.063 KK di wilayah tersebut telah menerima bantuan air bersih.

    Jumlah itu setara sekitar 70% dari keseluruhan warga terdampak yang tercatat BPBD di empat kecamatan. Untuk masyarakat di Klangenan, BPBD telah menyalurkan 37.000 liter air bersih.

    Kecamatan dengan jumlah warga terdampak terbesar kedua adalah Sedong. Sebanyak 1.610 jiwa dari 485 KK tercatat mengalami kesulitan air bersih. BPBD telah menyalurkan 20.000 liter air ke wilayah tersebut.

    Sementara itu, di Kecamatan Talun terdapat 620 jiwa dari 365 KK yang terdampak. Bantuan air bersih yang disalurkan mencapai 4.000 liter.

    Di Kecamatan Gegesik, BPBD mencatat 761 jiwa dari 118 KK terdampak kekeringan. Wilayah tersebut juga menerima distribusi air bersih sebanyak 4.000 liter.

  2. 2. 65 ribu liter air didistribusikan

    ilustrasi seorang peternak yang mengalami kekeringan parah di California (commons.wikimedia.org/Los Angeles Times)
    ilustrasi seorang peternak yang mengalami kekeringan parah di California (commons.wikimedia.org/Los Angeles Times)

    Secara keseluruhan, distribusi air bersih mencapai 65.000 liter. Dari jumlah tersebut, sekitar 56,9 persen disalurkan ke Klangenan, 30,8 persen ke Sedong, sedangkan Talun dan Gegesik masing-masing memperoleh sekitar 6,2 persen.

    Syamsul mengatakan pendistribusian air dilakukan melalui sejumlah tahapan. Proses tersebut dimulai dari pendataan dan verifikasi lokasi, pengisian air ke armada tangki, pengiriman ke titik terdampak, distribusi kepada warga, hingga monitoring dan evaluasi.

    “Pendataan dilakukan untuk memastikan lokasi, jumlah kepala keluarga dan kebutuhan air di lapangan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” kata Syamsul, Rabu (2/9/2026).

    Menurut dia, data tersebut juga digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan bantuan selanjutnya. Setiap penyaluran dicatat sebagai bagian dari pemantauan kondisi kekeringan di wilayah Kabupaten Cirebon.

  3. 3. BPBD pantau wilayah terdampak

    Warga mengantri bak air terisi di Hula Hula Springs, Marsabit County, Kenya. Mata air ini satu-satunya sumber air bagi seluruh komunitas di tengah kekeringan di Marsabit. Dok WHO/Billy Miaron
    Warga mengantri bak air terisi di Hula Hula Springs, Marsabit County, Kenya. Mata air ini satu-satunya sumber air bagi seluruh komunitas di tengah kekeringan di Marsabit. Dok WHO/Billy Miaron

    BPBD Kabupaten Cirebon masih memantau wilayah yang mengalami kesulitan air bersih. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat.

    Syamsul mengatakan BPBD akan terus melakukan pelayanan kepada masyarakat selama terdapat kebutuhan air bersih di wilayah terdampak.

    “BPBD berkomitmen melayani masyarakat secara cepat, tanggap dan profesional, terutama dalam menghadapi kebutuhan air bersih di wilayah terdampak,” ujarnya.

    Data BPBD menunjukkan dari 10.095 jiwa yang terdampak di empat kecamatan tersebut, lebih dari dua pertiganya berada di Klangenan. Jumlah warga terdampak di wilayah itu mencapai 7.104 jiwa, disusul Sedong 1.610 jiwa, Gegesik 761 jiwa, dan Talun 620 jiwa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More