Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jawa Barat Diguncang 195 Kali Gempa Selama Agustus 2026

Kota Bandung
Jawa Barat Diguncang 195 Kali Gempa Selama Agustus 2026
ilustrasi gempa bumi (unsplash.com/Anastasia R.)
  • BMKG Bandung mencatat 195 gempa mengguncang Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang Agustus 2026, dengan magnitudo berkisar 1,0 hingga 5,3.
  • Sebanyak 176 gempa berkedalaman kurang dari 60 kilometer, 19 gempa pada kedalaman 60–300 kilometer; 85 berpusat di laut dan 110 di darat.
  • Terdapat 18 gempa yang dirasakan, termasuk magnitudo 5,3 di Pangandaran pada 5 Agustus; warga diminta menghindari bangunan rusak dan mengikuti arahan BPBD serta BMKG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mencatat selama periode Agustus 2026 telah terjadi sebanyak 195 kejadian gempa bumi di Jawa Barat dan sekitarnya.

"Dari 195 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5,3 magnitudo dan yang terkecil 1,0 magnitudo,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Suaidi Ahadi di Bandung, Selasa (1/9/2026).

Suaidi menyebut, berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi berkedalaman kurang dari 60 kilometer sebanyak 176 kejadian, dan antara 60-300 kilometer 19 kejadian. Sepanjang periode bulan Agustus terdapat 18 kali gempa bumi yang dirasakan.

Berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 85 gempa bumi yang berpusat di laut, sedangkan 110 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat.

Lebih lanjut, Suadi mengatakan salah satu gempa bumi yang dirasakan pada Mei ini berkekuatan 5,3 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Rabu (5/8), yang dirasakan di Kabupaten Garut, Ciamis, hingga Tasikmalaya.

BMKG Bandung memberikan rekomendasi bagi masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.

Jika terjadi gempa bumi, masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta informasi dari BMKG.

“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” kata Suaidi.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More