Double Track KA Bogor-Sukabumi Diujicoba Tanpa Penumpang

- BTP Kelas 1 Bandung dan KAI Daop 1 Jakarta menguji Jalur Hulu Bogor Paledang–Cicurug pada 31 Agustus–1 September 2026 menggunakan lokomotif, tanpa penumpang umum.
- Pengujian memeriksa persinyalan, konstruksi rel, dan keselamatan perlintasan untuk mendukung jalur ganda, yang ditargetkan meningkatkan frekuensi, kelancaran, keamanan, dan mengurangi antrean kereta.
- Jalur ganda Bogor–Sukabumi sepanjang 57 kilometer merupakan PSN sejak 2018, dengan potensi memangkas waktu perjalanan dari 123 menjadi 80 menit; warga diminta waspada di perlintasan.
Sukabumi, IDN Times - Konektivitas kereta api rute Bogor–Sukabumi bakal makin responsif dan efisien dalam waktu dekat. Komitmen perbaikan prasarana ini ditunjukkan lewat langkah Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Bandung dan PT KAI Daop 1 Jakarta yang resmi menggelar uji coba Jalur Hulu perlintasan Bogor Paledang – Cicurug mulai Senin (31/8/2026).
Langkah pengujian jalur ganda (double track) ini menjadi sinyal positif bagi peningkatkan kualitas transportasi publik di kawasan Jawa Barat.
1. Pengujian teknis jalur tanpa mengangkut penumpang umum

Kereta Api (KA) Pangrango. (dok. KAI) Proses uji coba ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Selasa (1/9/2026). Pengujian teknis prasarana dilakukan menggunakan Lokomotif CC 300 milik DJKA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan titik awal pengujian dimulai sejak pukul 09.00 WIB.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi bahwa pengujian dilakukan tanpa mengangkut penumpang umum karena berfokus pada kesiapan teknis fasilitas rel.
"BTP Kelas 1 Bandung DJKA Kemenhub beserta KAI Daop 1 Jakarta melakukan uji coba jalur Hulu lintas Bogor Paledang - Cicurug menggunakan Lokomotif dalam rangka persiapan operasional Jalur Ganda," ungkap Franoto kepada IDN Times.
2. Optimalisasi rute dan penghapusan antrean kereta

Kereta Api (KA) Pangrango. (dok. KAI) Selama proses pembangunan rute Bogor–Sukabumi, perjalanan KA Pangrango maupun kereta barang masih bertumpu pada satu rute rel, yakni jalur Hilir. Melalui uji coba pada jalur Hulu ini, keandalan sistem persinyalan, konstruksi jalan rel, hingga keselamatan perlintasan di sepanjang petak Bogor Paledang sampai Cicurug diuji secara mendalam.
Kehadiran double track ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, meningkatkan frekuensi perjalanan, serta menghilangkan ketergantungan persilangan kereta yang selama ini terjadi di rute tunggal (single track).
"Dengan akan diberlakukannya double track lintas Bogor Paledang – Cicurug, diharapkan dapat meningkatkan kelancaran perjalanan kereta api yang lebih aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat," jelas Franoto.
3. Bagian dari Proyek Strategis Nasional

Dua KA Pangrango Bogor-Sukabumi Kembali Beroperasi (Dok/KA Daop 1 Jakarta). Proyek pembangunan Jalur Ganda Kereta Api antara Bogor-Sukabumi sepanjang 57 kilometer ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres No. 56 Tahun 2018 yang telah dikerjakan sejak tahun 2018.
Saat beroperasi secara penuh kelak, keberadaan jalur ganda ini mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Bogor–Sukabumi secara signifikan dari 123 menit menjadi hanya 80 menit.
4. Imbauan bagi warga yang berada di sekitar perlintasan

Perjalanan Dua KA Pangrango Bogor-Sukabumi dibatalkan imbas longsor. (Dok/KA Daop 1 Jakarta) Seiring dengan dimulainya aktivitas di lintasan rel baru ini, KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang jalur—khususnya area perlintasan sebidang—agar meningkatkan kewaspadaan seiring aktifnya lalu lintas di Jalur Hulu.
"Masyarakat diimbau agar hati-hati dan mematuhi rambu-rambu serta aturan di perlintasan sebidang seiring akan diberlakukannya operasional jalur ganda. KAI menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas kegiatan apa pun di jalur KA karena dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat itu sendiri," imbau Franoto.

















