Farhan Minta Dirut PDAM Baru Segera Benahi Manajemen Keuangan

- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menugaskan Direktur Utama PDAM Tirtawening yang baru untuk segera membenahi dan mengonsolidasikan manajemen keuangan perusahaan.
- Farhan menyoroti tiga divisi usaha PDAM masih memiliki rekening sendiri yang belum terintegrasi dengan perusahaan induk, sehingga pengawasan dan tata kelola dinilai perlu dirapikan.
- Direktur Utama baru mulai bekerja pada 31 Agustus 2026 dengan kontrak kinerja ketat, sementara Farhan masih menelaah RKA PDAM 2027 sebelum menyetujuinya.
Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberi tugas khusus kepada Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirtawening yang baru untuk segera membenahi manajemen keuangan perusahaan. Pembenahan itu dinilai mendesak karena sistem keuangan PDAM saat ini belum terkonsolidasi secara menyeluruh.
Menurut Farhan, perbaikan tata kelola keuangan harus menjadi prioritas manajemen baru sebelum menjalankan agenda pengembangan perusahaan lainnya. Ia bahkan menyebut sistem yang berjalan saat ini masih menyisakan sejumlah persoalan yang perlu segera dirapikan.
1. Konsolidasi keuangan jadi pekerjaan pertama

Wali Kota Bandung M Farhan (Dok. Humas Pemkot Bandung) Farhan mengatakan dirinya telah memberikan arahan kepada Direktur Utama dan Dewan Pengawas PDAM untuk segera melakukan konsolidasi internal. Langkah tersebut diperlukan agar seluruh aktivitas keuangan perusahaan dapat berada dalam satu sistem yang terintegrasi dan lebih mudah diawasi.
"Saya sudah memberikan tugas kepada Ketua Dewan Pengawas dan Direktur Utama PDAM agar segera melakukan pembenahan dan juga konsolidasi," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (31/8/2026).
Ia menilai pembenahan ini penting karena tata kelola keuangan yang baik akan menjadi fondasi bagi peningkatan kinerja perusahaan pada tahun-tahun mendatang.
2. Farhan soroti sistem keuangan yang belum terintegrasi

ilustrasi keuangan (pixabay.com/EmAji) Farhan mengungkapkan PDAM memiliki satu bisnis utama dengan tiga divisi usaha. Namun, hingga kini belum terdapat sistem konsolidasi keuangan yang menyatukan seluruh aktivitas keuangan perusahaan.
Akibatnya, masing-masing divisi masih mengelola rekening sendiri tanpa terhubung langsung dengan rekening perusahaan induk.
"Manajemen keuangannya agak aneh. Punya satu core business, punya tiga divisi, tetapi tidak ada satu konsolidasi manajemen keuangan. Jadi masing-masing divisi bisnis punya rekening sendiri-sendiri yang tidak terkonsolidasi ke dalam rekening perusahaan induk," ujarnya.
Menurut Farhan, pola seperti itu tidak ideal untuk sebuah BUMD yang mengelola layanan publik strategis. Karena itu, konsolidasi keuangan harus segera dilakukan agar pengelolaan perusahaan menjadi lebih transparan dan efisien.
3. Dirut baru langsung dibebani target kinerja

Ilustrasi pemasangan pipa PDAM. Farhan memastikan Direktur Utama PDAM yang baru telah mulai bekerja sejak 31 Agustus 2026. Sosok yang terpilih disebut berasal dari kalangan profesional dan meraih peringkat tertinggi dalam proses seleksi.
Meski baru mulai bertugas, Farhan menegaskan jajaran manajemen baru akan langsung bekerja berdasarkan kontrak kinerja yang ketat. Ia menilai capaian target perusahaan harus menjadi ukuran utama keberhasilan direksi.
"Yang paling penting memenuhi seluruh target kontrak kinerja," katanya.
Selain itu, Farhan mengaku masih mempelajari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) PDAM 2027 secara lebih rinci sebelum memberikan persetujuan. Dokumen tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi manajemen baru dalam menjalankan program kerja perusahaan ke depan.
















