Padel Menjamur di Bandung, b3 Bidik Atlet Baru dari Kalangan Pemula

- b3 Padel membuka empat area bermain di Rindam III/Siliwangi Bandung, dilengkapi VIP room, meeting room, dan karaoke room, di tengah menjamurnya lapangan padel di kota tersebut.
- Direktur b3 Padel Rully Kharisma menilai padel berpotensi bertahan lama dan membidik pembinaan atlet pemula melalui turnamen 25-27 September serta kerja sama dengan PBPI.
- b3 Padel mempekerjakan 27 warga lokal Bandung dan menawarkan tarif sewa Rp225 ribu-Rp295 ribu, promo diskon Rp30 ribu per jam, serta paket membership 30 jam seharga 15 jam.
Bandung, IDN Times - Keberadaan lapangan Padel di Kota Bandung saat ini sudah semakin banyak dan bisa dijumpai di berbagai wilayah. Memang, ada beberapa lapangan tersebut yang tercatat gulung tikar, meski tidak sedikit juga yang bertumbuh.
Seperti Lapangan Padel b3 yang berlokasi di kawasan Rindam III/Siliwangi, Jalan Gudang Utara No.9, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung. Lapangan Padel yang memiliki empat area bermain tersebut turut menghadirkan fasilitas tambahan seperti VIP Room, meeting room, karaoke room.
Direktur b3 Padel, Rully Kharisma mengatakan, olahraga Padel ini akan bertahan lama, tidak redup begitu saja dalam beberapa waktu mendatang. Belum lagi, pemerintah kini tengah mengupayakan masuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Saya melihat ada banyak potensi ya, karena padel itu saya lihat bukan FOMO (fear of missing out alias takut ketinggalan zaman). Ini olahraga yang saya rasa bakal masuk ke PON. Makanya kami membuka padel ini, semoga di B3 Padel ini kita bisa menciptakan atlet-atlet yang tercipta dari sini," ujar Rully saat ditemui, Sabtu (29/8/20260).
1. Turnamen akan dihadirkan untuk mencetak atlet unggul

Lapangan Padel b3 Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Lapangan Padel bukan hanya sebagai tempat berolahraga semangat, Rully mengungkapkan, b3 ingin turut memunculkan para atlet Padel di Jawa Barat khususnya untuk Kota Bandung melalui beberapa perlombaan yang akan berlangsung selama beberapa waktu mendatang.
"Insyaallah nanti kita ada turnamen tanggal 25, 26, dan 27 September. Itu khusus beginner (pemula) sama lower bronze, yang tidak pernah naik panggung. Jadi kami kurasi banget untuk menciptakan atlet-atlet dari benar-benar beginner," katanya.
"Kami juga bekerja sama dengan PBPI (Pengurus Besar Padel Indonesia) sebagai organisasi padel di Indonesia," katanya.
2. Menyerap puluhan tenaga kerja lokal

Lapangan Padel b3 Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Banyaknya lapangan Padel yang saat ini tutup, menurut Rully, bsia jadi disebabkan karena manajemen pengelolanya, bukan diartikan olahraga tersebut redup. Dia meyakini Padel akan bertahan lama dan tidak menurun dalam waktu dekat.
"Insya Allah padel bakal lebih maju lagi karena di-support juga sama Pemda (Pemerintah Daerah). Di Bandung yang saya tahu sudah lebih dari 98 lapangan. Makanya tidak mungkin Pemda mematikan antusiasme masyarakat atau pengusaha yang membuka Padel," katanya.
Di sisi lain, lapangan Padel juga sudah membantu menyerap tenaga kerja lokal, karena banyak pelayanan yang mengharuskan tenaga manusia secara langsung. Seperti di b3 Padel yang mampu memperkerjakan sebanyak 27 orang warga lokal.
"Sekarang sudah ada 27 pegawai, semuanya orang lokal Bandung. Kita kan harus memberdayakan warga lokal," ucapnya.
3. Ada promo menarik untuk masyarakat yang hendak menyewa

Lapangan Padel b3 Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Selain itu, Rully mengatakan, harga sewa lapangan di b3 Padel cukup ramah dikantong dan bisa terjangkau oleh masyarakat. Harga normalnya untuk menyewa dari pukul 07.00 WIB sampai 16.00 WIB, sebesar Rp225 ribu.
Kemudian, dari 16.00 WIB sampai 21.00 WIB, harganya Rp295 ribu, dan 21.00 WIB sampai 23.00 malam Rp225 ribu. Saat ini ada promo potongan 30 ribu per jam di semua jam.
"Kami juga membuka membership promo 'Boosting Paket', di mana kalau beli paket 30 jam harganya sama dengan 15 jam. Kita pakai aplikasi Ayo untuk membership-nya," kata dia.


















