Gegara Bakar Sampah, Lahan Limbah Kayu Cikembar Terbakar hingga 22 Jam

- Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan limbah kayu di Cikembar, Sukabumi, sejak Kamis siang dan belum padam hingga Jumat setelah berlangsung sekitar 22 jam.
- Api diduga berasal dari pembakaran sampah di dekat pabrik teh lalu merembet ke tumpukan veneer; pemilik atau pengelola lahan dilaporkan dipanggil kepolisian.
- Delapan armada damkar dikerahkan. Tidak ada korban jiwa, tetapi warga Kampung Pondok Bitung dan Babakan mengeluhkan sesak napas akibat asap tebal.
Sukabumi, IDN Times - Peristiwa kebakaran yang menghanguskan satu hektare lahan pembuangan limbah kayu di Sukabumi belum berhasil dipadamkan pada Jumat (28/8/2026). Diketahui, kebakaran itu dilaporkan terjadi pada Kamis (27/8) pukul 13.00 WIB.
Material kayu yang ada di lokasi membuat api dengan cepat membesar kawasan yang berdekatan dengan pemukiman dan pabrik. Titik api yang berada di bagian tengah pun menyulitkan petugas pemadam kebakaran.
1. Pengelola dikabarkan dipanggil aparat berwajib

Proses pemadaman api di lahan pembuangan limbah kayu (IDN Times/dok warga) Lahan penampungan limbah seluas kurang lebih 1 hektare milik Abdul Majid alias Ajang tersebut mulai terbakar sejak Kamis (27/8/2026). Dampak kebakaran hebat ini pun berujung pada ranah hukum bagi pemiliknya.
"Untuk pemilik atau pengelola lahan hari ini sedang dipanggil oleh pihak yang berwajib (kepolisian)," ungkap Kasi Trantib Kecamatan Cikembar, Andi, Jumat (28/8/2026).
2. Diduga akibat pembakaran sampah, api nyala 22 jam

Proses pemadaman api di lahan pembuangan limbah kayu (IDN Times/dok warga) Berdasarkan hasil investigasi lapangan, kebakaran yang membara hingga Jumat (28/8/2026) siang diduga kuat berawal dari kecerobohan aktivitas warga sekitar.
"Dugaan sementara ada yang membakar sampah dari sebelah timur, dekat pabrik teh. Api kemudian merembet ke tumpukan limbah kayu veneer," terang Andi.
Insiden bermula saat saksi bernama Ibu Elih dari PT SUJA melihat kobaran api membubung tinggi dari tumpukan limbah kayu di seberang perusahaannya. Sontak, teriakan minta tolongnya menyulut kepanikan warga hingga laporan diteruskan ke pos damkar terdekat.
3. Delapan armada Damkar dikerahkan, warga alami sesak napas

Proses pemadaman api di lahan pembuangan limbah kayu (IDN Times/dok warga) Skala kebakaran yang masif membuat proses pemadaman terpaksa melibatkan armada lintas pos. Sebanyak delapan unit mobil damkar dikerahkan, mulai dari Pos Pangleseran, Cibadak, Cisaat, Kota Sukabumi, unit industri PT GSI dan SCG, hingga bantuan dari BKO Damkar TNI Yonif 310 dan Armed 13, serta suplai tangki air warga.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka bakar karena jarak permukiman terdekat berjarak sekitar 500 meter, kepulan asap tebal tetap membawa dampak buruk. "Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, warga di Kampung Pondok Bitung dan Kampung Babakan terpaksa mengeluhkan sesak napas akibat terpapar asap tebal yang membumbung tinggi," kata Manager Pusdalops BPBD Kab Sukabumi Daeng Sutisna.
4. Status lahan ternyata pernah disegel dan dihentikan operasionalnya

Proses pemadaman api di lahan pembuangan limbah kayu (IDN Times/dok warga) Usut punya usut, lokasi penampungan limbah veneer milik Ajang ini ternyata punya rekam jejak bermasalah. Aktivitas penampungan di lokasi tersebut sebenarnya sempat dihentikan secara resmi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP Kabupaten Sukabumi, dan Forkopimcam pada tahun 2024 lalu karena kerap memicu masalah lingkungan dengan membakar limbah secara sengaja.
Sejak penertiban dua tahun lalu, area tersebut hanya diperbolehkan untuk menumpuk limbah agar membusuk secara alami, hingga akhirnya insiden kebakaran besar ini kembali terjadi. Pihak Kecamatan Cikembar pun mewanti-wanti warga untuk menyetop kebiasaan membuang puntung rokok dan membakar sampah sembarangan di tengah musim kemarau.


















