Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penumpang Husein Baru 1.000 per Hari, Farhan Ingin Kembali ke 2,7 Juta per Tahun

Kota Bandung
Penumpang Husein Baru 1.000 per Hari, Farhan Ingin Kembali ke 2,7 Juta per Tahun
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan kembali 2,7 juta penumpang per tahun bisa berangkat dari Bandara Husein Sastranegara. (Dok. Humas Pemkot Bandung)
  • Bandara Husein melayani sekitar 1.000 penumpang per hari, sementara Pemkot Bandung menargetkan pemulihan hingga 2,7 juta penumpang per tahun atau sekitar 9.000 per hari.
  • Jumlah penerbangan masih terbatas, tetapi tingkat keterisian pesawat menurut data Garuda Group telah melampaui 90 persen; Pemkot mendorong maskapai menambah frekuensi penerbangan.
  • Pemkot Bandung bekerja sama dengan Angkasa Pura untuk mempromosikan seni, budaya, kuliner, produk lokal, serta perguruan tinggi Bandung melalui kawasan dan konektivitas Bandara Husein.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara mulai kembali bergerak setelah bandara tersebut aktif melayani penerbangan komersial. Meski begitu, jumlah penumpang yang menggunakan bandara tersebut masih jauh dari kondisi saat Husein menjadi salah satu pintu masuk utama ke Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini jumlah penumpang Bandara Husein masih berada di kisaran 1.000 orang per hari. Angka tersebut masih jauh di bawah target besar yang ingin dicapai Pemerintah Kota Bandung, yakni mengembalikan jumlah penumpang hingga 2,7 juta orang per tahun.

"Kalau 3.000 penumpang kita mulai merasakan bebannya bertambah. Sedangkan target besarnya kita ingin mendapatkan kembali 2,7 juta penumpang. Kalau 2,7 juta itu berarti sekitar 9.000 penumpang per hari. Ini akan lain sekali rasanya," kata Farhan saat meninjau Bandara Husein, Kamis (27/8/2026).

Target tersebut dinilai bukan hanya soal meningkatkan jumlah penerbangan, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan infrastruktur kota, akses transportasi, hingga aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan bandara.

  1. 1. Jumlah penerbangan masih terbatas

    WhatsApp Image 2026-08-27 at 17.00.45.jpeg
    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan kembali 2,7 juta penumpang per tahun bisa berangkat dari Bandara Husein Sastranegara. (Dok. Humas Pemkot Bandung)

    Farhan mengakui operasional Bandara Husein saat ini masih relatif ringan karena jumlah penerbangan yang beroperasi belum terlalu banyak. Kondisi tersebut membuat layanan di bandara maupun akses menuju kawasan sekitar masih berjalan lancar.

    "Sejauh ini karena memang jumlah penerbangan masih belum banyak semuanya baik-baik saja, everybody happy," ujarnya.

    Meski demikian, Pemkot Bandung mulai menghitung berbagai kebutuhan yang akan muncul apabila jumlah penumpang terus meningkat. Menurut Farhan, kondisi kota akan sangat berbeda ketika jumlah pengguna bandara mencapai ribuan orang setiap hari.

    Selain itu, harga tiket pesawat juga masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan jumlah penumpang. Pemkot Bandung saat ini masih mempelajari sejauh mana elastisitas harga tiket terhadap minat masyarakat menggunakan penerbangan dari dan menuju Bandung.

  2. 2. Tingkat keterisian pesawat sudah di atas 90 persen

    WhatsApp Image 2026-08-27 at 17.00.44.jpeg
    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan kembali 2,7 juta penumpang per tahun bisa berangkat dari Bandara Husein Sastranegara. (Dok. Humas Pemkot Bandung)

    Di tengah jumlah penerbangan yang masih terbatas, Farhan mengungkapkan tingkat keterisian kursi pesawat atau load factor menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang diterima dari Garuda Group, tingkat keterisian penerbangan saat ini masih berada di atas 90 persen.

    Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap penerbangan dari dan menuju Bandung masih cukup besar. Karena itu, Pemkot berharap maskapai dapat menambah frekuensi penerbangan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

    "Karena jumlah penerbangannya masih sedikit. Kita akan mencoba nanti, tentu saja pihak maskapai penerbangan akan mencoba untuk menambah jumlah penerbangan," kata Farhan.

    Menurutnya, penambahan jadwal penerbangan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong pertumbuhan jumlah penumpang secara bertahap menuju target yang lebih besar.

  3. 3. Kampus hingga produk lokal akan ikut dipromosikan

    WhatsApp Image 2026-08-27 at 17.00.38.jpeg
    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan kembali 2,7 juta penumpang per tahun bisa berangkat dari Bandara Husein Sastranegara. (Dok. Humas Pemkot Bandung)

    Untuk meningkatkan pemanfaatan Bandara Husein, Pemkot Bandung tidak hanya mengandalkan penambahan penerbangan. Sejumlah strategi lain juga mulai disiapkan, termasuk memanfaatkan bandara sebagai sarana promosi Kota Bandung.

    Farhan mengatakan, Pemkot Bandung telah menjalin kerja sama dengan Angkasa Pura untuk memanfaatkan sejumlah ruang di kawasan bandara sebagai media branding kota. Berbagai potensi Bandung seperti seni, budaya, kuliner, hingga produk lokal direncanakan tampil di area tersebut.

    Selain itu, Pemkot Bandung juga akan memanfaatkan konektivitas penerbangan untuk mendukung sektor pendidikan. Menjelang tahun akademik 2027, pemerintah berencana mempromosikan perguruan tinggi di Kota Bandung ke berbagai daerah yang memiliki rute penerbangan langsung ke Bandara Husein.

    "Kita akan mendorong promosi perguruan tinggi Bandung di luar Kota Bandung yang memiliki destinasi penerbangan dengan Husein Sastranegara," ungkapnya.

    Menurut Farhan, kemudahan akses transportasi udara dapat menjadi daya tarik tambahan bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah untuk melanjutkan pendidikan di Kota Bandung. Karena itu, kebangkitan Bandara Husein diharapkan tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pendidikan di Kota Bandung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More