Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ambulans Udara PTDI Disiapkan, Bisa Mendarat di Jalan hingga Sungai

Kota Bandung
Ambulans Udara PTDI Disiapkan, Bisa Mendarat di Jalan hingga Sungai
Ambulans Udara PTDI Disiapkan, Bisa Mendarat di Jalan hingga Sungai. IDN Times/Isatimewa
  • Pemerintah dan PTDI menyiapkan ambulans udara untuk memperluas akses kesehatan di wilayah kepulauan dan terpencil, terutama Papua, Maluku, Maluku Utara, serta Nusa Tenggara Timur.
  • Pesawat ambulans dirancang beroperasi di landasan 800 meter dan berpotensi mendarat di jalan maupun sungai, guna mempercepat evakuasi serta rujukan pasien di daerah sulit dijangkau.
  • Penerapan akan dilakukan bertahap dengan rencana awal di Papua dan Maluku; PTDI mempertimbangkan NC212 untuk dikonfigurasi, sementara kebutuhan unit masih dihitung pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah tengah menyiapkan ambulans udara untuk memperluas akses layanan kesehatan di wilayah terpencil dan kepulauan Indonesia. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyatakan siap mengembangkan pesawat yang bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, ambulans udara menjadi kebutuhan penting bagi Indonesia yang memiliki kondisi geografis berupa kepulauan. Papua, Maluku, Maluku Utara hingga Nusa Tenggara Timur menjadi sejumlah wilayah yang membutuhkan dukungan transportasi kesehatan.

"Indonesia negara kepulauan. Kita tahu persis bagaimana di Papua, di Maluku, Maluku Utara, di NTT sangat membutuhkan pelayanan seperti ini," ujar Benjamin dalam kegiatan PTDI di Bandung, Rabu (26/8/2026).

  1. 1. Bisa beroperasi di runway 800 meter

    IMG-20260112-WA0022.jpg
    Pesawat CN-235 TNI Angkatan Udara (AU) kembali operasional setelah menjalani restorasi di PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Pesawat tersebut diserahterimakan dalam acara seremonial di hanggar Aircraft Services (ACS) PTDI, Bandung, Jumat (9/1/2026) (dok. Dispenau)

    Benjamin mengatakan, pesawat yang akan dikembangkan sebagai ambulans udara memiliki kemampuan untuk beroperasi di landasan yang relatif pendek. Runway sepanjang 800 meter disebut sudah cukup untuk mendukung operasional pesawat tersebut.

    Kemampuan itu dinilai penting karena tidak semua wilayah terpencil memiliki bandara dengan landasan panjang dan infrastruktur penerbangan seperti di kota-kota besar.

    "Kemampuan runway-nya cukup 800 meter sudah cukup. Ini sangat berguna, dipergunakan di berbagai wilayah di Indonesia," katanya.

    Dengan kemampuan tersebut, ambulans udara diharapkan bisa menjadi alternatif untuk mempercepat proses evakuasi maupun rujukan pasien dari daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

  2. 2. Dapat mendarat di jalan hingga sungai

    Pusat produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). (dok. PTDI)
    Pusat produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). (dok. PTDI)

    Konsep ambulans udara yang disiapkan PTDI tidak hanya mengandalkan bandara konvensional. Pesawat tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah Indonesia sehingga dapat menjangkau daerah dengan fasilitas penerbangan terbatas.

    Benyamin mengatakan PTDI bahkan siap mengembangkan pesawat yang dapat mendarat di sungai maupun jalan. Kemampuan tersebut dinilai akan sangat membantu pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

    "PTDI siap untuk membuat ambulans yang bisa mendarat di sungai maupun ambulans yang landing di jalan-jalan," ujar dia.

    Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan perusahaan dapat memanfaatkan pesawat yang telah tersedia untuk dikonfigurasi menjadi ambulans udara. Salah satunya adalah NC212.

    "NC212 ini kan sudah eksis dan itu siap untuk kita jadikan ambulans," kata Gita.

  3. 3. Papua dan Maluku jadi wilayah awal

    Potret Gunung Api Banda di Banda Neira, Maluku Tengah
    Potret Gunung Api Banda di Banda Neira, Maluku Tengah (unsplash.com/Sanjia)

    Kementerian Kesehatan berencana menerapkan ambulans udara secara bertahap. Papua dan Maluku disebut menjadi wilayah yang masuk dalam rencana awal karena membutuhkan dukungan konektivitas dan layanan kesehatan.

    Benyamin mengatakan pemerintah masih menghitung kebutuhan unit yang diperlukan. Namun, dia berharap pengadaan awal dapat dilakukan untuk beberapa wilayah terlebih dahulu.

    "Kita harus mencoba dulu beberapa di Papua, satu di wilayah Papua dan satu di wilayah Maluku. Kalau bisa tiga dulu, itu sudah sangat bagus," katanya.

    Selain untuk ambulans udara, PTDI juga melihat peluang penggunaan pesawat untuk misi kemanusiaan lainnya. Gita mengatakan pesawat produksi PTDI dapat dikembangkan untuk kebutuhan pemadaman kebakaran hingga berbagai operasi khusus.

    Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan pemerintah ingin memiliki konsep "ambulans negara" yang dapat bergerak ke berbagai wilayah yang membutuhkan.

    "Kita ingin punya ambulans negara. Bukan hanya ambulans yang di Jakarta, tapi ambulans negara yang biasanya diperlukan di daerah pulau-pulau," ujar Febrian.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More