Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PTDI Mulai Bidik Pasar Swasta, Pesanan Pesawat Jadi Sinyal Baru

Kota Bandung
PTDI Mulai Bidik Pasar Swasta, Pesanan Pesawat Jadi Sinyal Baru
Pesawat N219. (dok. PTDI)
  • PT Dirgantara Indonesia menerima pesanan pesawat NB1209 dari PT Mitra Aviasi Perkasa, menandai pelanggan swasta pertama dan perluasan pasar di luar dominasi pemerintah.
  • Wakil Menteri PPN Febrian Alphyanto Ruddyard menilai pesanan serta dukungan pembiayaan swasta menjadi bukti kepercayaan pasar dan berpotensi memicu transaksi produk PTDI berikutnya.
  • PTDI menyebut telah mengantongi tujuh kontrak pesawat komersial, dengan produk yang dapat dikonfigurasi untuk transportasi, ambulans udara, hingga pemadaman kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mulai memperluas pasar pesawatnya ke sektor swasta. Perusahaan penerbangan nasional itu mendapatkan pesanan dari perusahaan komersial yang menjadi pelanggan swasta pertama untuk produknya.

Pesanan tersebut datang dari PT Mitra Aviasi Perkasa (MAP) untuk pesawat NB1209. Proses first cutting pesawat dilakukan dalam rangkaian kegiatan PTDI di Bandung, Rabu (26/8/2026).

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menilai masuknya perusahaan swasta menjadi pelanggan PTDI merupakan perkembangan penting bagi industri penerbangan nasional. Selama ini, pelanggan PTDI lebih banyak berasal dari pemerintah.

"Selama ini customer PTDI adalah pemerintah, artinya belum masuk ke swasta. Tapi sekarang ternyata kita memperoleh kepercayaan dan pembiayaan swasta," ujar Febrian.

  1. 1. Selama ini pasar PTDI banyak berasal dari pemerintah

    Pusat produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). (dok. PTDI)
    Pusat produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). (dok. PTDI)

    Febrian mengatakan pesanan dari perusahaan swasta menunjukkan produk PTDI mulai mendapatkan kepercayaan dari pasar komersial. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan untuk tidak hanya bergantung pada kebutuhan pemerintah.

    Menurutnya, transaksi tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kemampuan PTDI dalam memproduksi pesawat untuk kebutuhan komersial.

    "Ini suatu pengakuan yang cukup luar biasa karena selama ini customer PTDI adalah pemerintah, artinya belum masuk ke swasta," katanya.

    Dia berharap pesanan dari MAP dapat menjadi awal bagi perusahaan swasta lain untuk menggunakan produk PTDI. Dengan begitu, pasar komersial PTDI dapat terus berkembang.

  2. 2. Pembiayaan ikut jadi tanda kepercayaan

    Pesawat CN-235.
    Pesawat CN-235. (dok. PTDI)

    Selain pesanan pesawat, Febrian menyoroti keterlibatan sektor keuangan dalam transaksi tersebut. Menurutnya, kepercayaan perbankan dan dunia pembiayaan menjadi faktor penting dalam mendorong penjualan pesawat produksi dalam negeri.

    Pasalnya, pembelian pesawat membutuhkan dukungan pembiayaan yang besar. Jika transaksi pertama ini berjalan baik, skema tersebut diharapkan dapat menjadi contoh untuk pembelian berikutnya.

    "Kita harapkan ini akan dilanjutkan lagi dengan cerita-cerita baik selanjutnya, dan ini bisa menjadikan pionir bagi penjualan produk-produk PTDI," ujar Febrian.

    Masuknya pembeli swasta juga dinilai dapat memperkuat posisi PTDI di pasar komersial. Perusahaan kini memiliki peluang untuk mengembangkan produk berdasarkan kebutuhan operator dan perusahaan penerbangan.

  3. 3. PTDI sebut sudah kantongi tujuh kontrak komersial

    Ilustrasi mobil terbang yang akan dikembangkan PTDI. Dokumentasi Kementerian Perhubungan
    Ilustrasi mobil terbang yang akan dikembangkan PTDI. Dokumentasi Kementerian Perhubungan

    Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan perusahaan mulai memperluas pasar komersial. Saat ini, terdapat tujuh pesawat yang disebut sudah masuk dalam kontrak pembelian di luar kebutuhan militer.

    "Untuk komersial, kita sudah empat yang efektif, baru ditambah tadi tiga dari BIMU. Jadi di luar yang militer, tujuh," kata Gita.

    Menurut Gita, pengembangan pasar tidak hanya dilakukan untuk pesawat penumpang atau kebutuhan transportasi. Pesawat PTDI juga dapat dikonfigurasi untuk berbagai kebutuhan, seperti ambulans udara dan pemadaman kebakaran.

    Dia mengatakan momentum tersebut menjadi langkah penting bagi PTDI untuk masuk lebih jauh ke pasar komersial dan memperluas basis pengguna produknya.

    "Ini momentum yang sangat berharga bagi kami karena pertama kali kita akan komersialisasi," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More