Kasus Anjing Gigit Anak, Muncul Narasi Anjing Dilempari Batu Duluan

- Anak perempuan B (9) mengalami luka kepala dan telinga hingga lebih dari 20 jahitan setelah diserang pitbull bernama Bruno di Kompleks Grand Cendana Residence, Kabupaten Bandung.
- Narasi media sosial menyebut Bruno sempat dilempari batu oleh anak-anak; pemilik mengaku telah memperingatkan mereka sebelum anjing terlepas saat kandangnya dibersihkan.
- Warga menyelamatkan korban dan membawanya ke rumah sakit; aparat bersama pengurus lingkungan berkoordinasi memperketat aturan hewan berbahaya serta akses masuk kompleks.
Bandung, IDN Times - Seorang anak perempuan berinisial B (9) diserang anjing jenis Pitbull di Kompleks Grand Cendana Residence, Kabupaten Bandung. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka di kepala dan telinga hingga harus mendapat lebih dari 20 jahitan.
Saat ini muncul berbagai narasi di media sosial bahwa anjing tersebut lebih dulu dijahili oleh sekelompok anak kecil. Hal ini diunggah akun media sosial @sarc_subang. Dari kronologi yang diterimanya, anjing bernama Bruno itu sebelum kejadian sempat dilempari batu oleh sekelompok anak.
Sang pemilik sudah meminta agar anjing tidak dijahili karena jelas akan mengganggu ketengangan Bruno. Ketika sang pemilik kemudian pergi ke kamar mandi, Bruno terlepas dan akhirnya pergi dari kandang hingga kemudian menggigit seorang anak perempuan.
"Menurut pemilik anjing, pemilik sedang mengikat anjingnya karena posisi kandang sedang dibersihkan dan disekitar banyak anak-anak kecil. Mereka ini mengisengi Bruno dengan cara dilempari batu. Pemilik sudah menghimbau sebanyak tiga kali agar menjauh dan tidak mengganggu pitbull Bruno," kutip IDN Times dari unggahan tersebut, Rabu (26/8/2026).
Ketika terlepas dari kandang, anjing ini kemudian turun ke pemukiman warga sehingga terjadi penyerangan kepada seorang anak perempuan hingga menimbulkan luka di bagian telinga, ubun-ubun, kepala bagian belakang, serta pelipis.
1. Korban selamat usai dibantu warga usir anjing

Ilustrasi gigitan anjing (Fosterwallace.com) Sementara itu, salah seorang saksi kejadian Ilyas Pratama (33), mengatakan bahwa ketika kejadian dirinya baru saja memarkirkan kendaraan di rumahnya. Ilyas tiba-tiba mendengar suara histeris. Mulanya, dia mengira ada maling yang dipergoki oleh warga, akan tetapi saat didekati dia melihat korban sudah tergeletak digigit anjing.
"Pas saya keluar, ternyata anak itu sudah tergeletak digigit anjing pitbull. Awalnya saya waswas dan khawatir sekali, takutnya yang jadi korban itu anak saya sendiri," kata dia, Senin (24/8/2026).
Ilyas dan sejumlah warga pun berupaya menyelamatkan korban dengan melempar berbagai benda ke arah anjing tersebut hingga akhirnya melepaskan gigitannya dan kabur keluar kompleks
"Ada yang lempar tempat sampah, warga lain juga lempar kayu. Durasi penggigitannya sekitar 2 sampai 3 menit, anjingnya sempat dua kali lepas-gigit lagi karena dilempari warga," papar dia.
Ilyas melihat bagian wajah korban bersimbah darah akibat gigitan anjing. Korban lalu segera dibawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Korban saya baringkan sebentar di teras, lalu saya langsung keluarkan mobil untuk membawa korban ke IGD Rumah Sakit Welas Asih bersama ayahnya," ucap dia.
Ilyas menyebut korban merupakan teman bermain anaknya. Kini, anaknya mengalami tekanan psikologis akibat peristiwa itu. Sebab, anaknya melihat secara langsung temannya bersimbah darah.
"Anak saya trauma berat sampai sekarang karena melihat langsung temannya digigit sampai berdarah banyak. Semalam tidurnya gelisah, sering terbangun, dan sekarang lebih banyak melamun," kata dia.
"Pemilik anjing, terutama jenis Pitbull, harus punya atensi lebih untuk menjaga peliharaannya. Kalau ada perizinan atau persyaratan khusus, tolong dipenuhi agar kejadian seperti ini tidak berulang lagi," tandas dia.
2. Aparat kewilayahan siap bangun palang pintu

ilustrasi gigitan anjing (unsplash.com/@jwwhitt) Ketua RT 1 Kompleks Grand Cendana Residence, Hikmat Ramdhani (38), mengaku aparat kewilayahan sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan juga pengurus RW pasca adanya insiden itu. Hasilnya, aturan kepemilikan hewan dan keluar-masuk kompleks akan diperketat.
"Ada penanganan dan kesepakatan terkait aturan larangan memelihara hewan berbahaya di sekitar pemukiman. Kami sedang menyiapkan musyawarah bersama warga desa sebelah terkait pengelolaan akses pintu pembatas agar kejadian serupa tidak terulang," ungkap dia.
Selama ini, sebenarnya sudah ada aturan internal kompleks yang melarang warganya memelihara anjing. Adapun anjing yang menggigit korban merupakan anjing peliharaan milik warga kompleks sebelah.
"Itu anjing milik warga yang bermukim di luar komplek yang masuk lewat akses pintu pembatas. Di lingkungan RT 1 sama sekali tidak ada warga yang memelihara anjing, hanya hewan peliharaan biasa seperti kucing atau ayam," kata dia.
3. Video korban digigit viral di media sosial

ilustrasi gigitan anjing (health.clevelandclinic.org) Momen ketika anjing menyerang korban terekam oleh kamera pengawas. Terlihat, anjing menggigit korban dengan brutal. Sejumlah warga lalu berupaya memberi pertolongan dengan cara melempari anjing itu dengan berbagai macam benda. Tak berselang lama, anjing itu pun melepaskan gigitannya.
Anjing itu merupakan peliharaan warga berinisial F (40) yang tinggal di luar area kompleks. Anjing itu kabur usai patoknya terlepas ketika sedang dijemur. Anjing masuk ke dalam kompleks dan menyerang korban yang sedang bermain.


















