2,28 Juta Hektare Wilayah Jabar Rawan Karhutla, Sukabumi Tertinggi

- BPBD Jawa Barat mencatat 2.289.001 hektare wilayah berpotensi karhutla, meliputi 574.567 hektare kategori bahaya tinggi dan 1.714.434 hektare kategori sedang.
- Kabupaten Sukabumi memiliki potensi terluas, mencapai 364.006 hektare, disusul Cianjur 307.174 hektare dan Garut 266.543 hektare.
- Sejumlah kabupaten serta Kota Banjar dan Kota Cirebon masuk klasifikasi bahaya tinggi; Kota Cirebon memiliki 772 hektare yang seluruhnya berkategori tinggi.
Bandung, IDN Times - Sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup besar. Berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana, BPBD Jabar, luas wilayah yang masuk dalam potensi bahaya karhutla mencapai 2.289.001 hektare.
Adapun dari luasan tersebut, sebanyak 574.567 hektare berada dalam kategori bahaya tinggi, kategori sedang ada di seluas 1.714.434 hektare. Dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi memiliki luasan wilayah dengan potensi bahaya karhutla paling besar.
"Total wilayah Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam potensi bahaya karhutla mencapai 364.006 hektare. Luasan itu terdiri dari 261.630 hektare kategori bahaya sedang dan 102.376 hektare kategori bahaya tinggi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, Selasa (25/8/2026).
1. Kabupaten Bogor masuk kategori potensi karhutla tinggi

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan) Selain itu, kabupaten lain yang juga memiliki luasan potensi bahaya karhutla cukup besar adalah Kabupaten Bogor dengan total 193.561 hektare. Dari jumlah tersebut, 164.980 hektare berada pada kategori sedang dan 28.581 hektare kategori tinggi.
Kemudian terdapat Kabupaten Tasikmalaya dengan total potensi bahaya mencapai 219.910 hektare, yang terdiri dari 173.301 hektare kategori sedang dan 46.609 hektare kategori tinggi.
Kabupaten Garut juga memiliki luasan cukup besar, yakni 266.543 hektare. Rinciannya, 177.202 hektare berada pada kategori sedang dan 89.341 hektare kategori tinggi.
"Kabupaten Cianjur memiliki total luasan 307.174 hektare, dengan 282.505 hektare kategori sedang dan 24.669 hektare kategori tinggi," ucapnya.
2. Wilayah pesisir Jabar juga disebut masuk kategori tinggi

Ilustrasi kebakaran hutan. (Unsplash.com/Matt Palmer) Teten mengungkapkan, dalam kajian kebencanaan BPBD Jabar tercatat ada beberapa daerah lainnya yang masuk dalam klasifikasi bahaya tinggi, di antaranya Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kota Banjar, dan Kota Cirebon.
"Kabupaten Bekasi memiliki total luasan potensi bahaya karhutla sebesar 5.933 hektare, seluruhnya tercatat dalam kategori bahaya tinggi. Kabupaten Cirebon memiliki total 16.844 hektare, dengan 4.375 hektare kategori sedang dan 12.469 hektare kategori tinggi," kata Teten.
Selanjutnya, Kabupaten Indramayu memiliki total 30.629 hektare, terdiri dari 1.122 hektare kategori sedang dan 29.507 hektare kategori tinggi. Kabupaten Karawang memiliki total 32.121 hektare, dengan 10.588 hektare kategori sedang dan 21.533 hektare kategori tinggi.
Kabupaten Kuningan memiliki total 84.888 hektare, terdiri dari 58.268 hektare kategori sedang dan 26.620 hektare kategori tinggi. Sementara Kabupaten Majalengka memiliki total 65.904 hektare, dengan 33.862 hektare kategori sedang dan 32.042 hektare kategori tinggi.
"Kabupaten Purwakarta tercatat memiliki total potensi bahaya karhutla sebesar 55.734 hektare, yang terdiri dari 36.088 hektare kategori sedang dan 19.646 hektare kategori tinggi," ujarnya.
"Selanjutnya Kabupaten Subang memiliki total 86.762 hektare, dengan 45.965 hektare kategori sedang dan 40.797 hektare kategori tinggi," sambungnya.
3. ADa empat hektare lahan di Kota Bandung yang masuk kategori tinggi karhutla

Ilustrasi kebakaran hutan (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S) Lebih lanjut, Teten menambahkan, ancaman karhutla tidak hanya terdapat di wilayah kabupaten. Sejumlah wilayah perkotaan di Jawa Barat juga tercatat memiliki potensi terdampak. Misalnya, Kota Banjar, memiliki total luasan potensi bahaya karhutla sebesar 6.312 hektare. Sebanyak 2.316 hektare masuk kategori sedang dan 3.996 hektare kategori tinggi.
Kemudian, Kota Cirebon memiliki total luasan 772 hektare dan seluruhnya masuk kategori bahaya tinggi. Sementara sejumlah kota lainnya berada dalam klasifikasi sedang.
Selain itu, Teten mengungkapkan, Kota Bandung memiliki total potensi bahaya 990 hektare, Kota Bekasi 1.324 hektare, Kota Bogor 2.067 hektare, Kota Cimahi 742 hektare, Kota Depok 2.765 hektare, Kota Sukabumi 1.359 hektare, serta Kota Tasikmalaya 8.304 hektare," katanya.
"Kota Bandung tercatat memiliki 986 hektare kategori sedang dan empat hektare kategori tinggi. Kota Depok memiliki 1.116 hektare kategori sedang dan 1.649 hektare kategori tinggi," kata dia.





















